Fitur-fitur Keselamatan yang Wajib Jadi Pertimbangan Saat Beli Mobil

Kesadaran pengguna mobil terhadap keselamatan berkendara semakin hari semakin tinggi. Hal ini juga didorong oleh pabrikan otomotif yang terus menerapkan standarisasi fitur keselamatan aktif penting di setiap lini kendaraan yang dipasarkan di Tanah Air.

Meski begitu, ternyata masih ditemui para pengguna mobil yang tidak tahu atau mungkin bingung dengan istilah-istilah fitur keselamatan aktif yang tersedia di mobil mereka. Padahal fitur-fitur inilah yang berperan besar dalam meminimalisir dan bahkan menghindari potensi kecelakaan saat berkendara.

Untuk itu, Seva.id siap memperkenalkan beberapa fitur keselamatan canggih yang pastinya membuat Anda akan semakin merasa aman dan tenang saat berkendara. Fitur apa sajakah itu? Silakan cek di bawah ini ya!

  • ABS (Anti-Lock Brake System)

Baik dari mobil murah seperti Toyota Agya dan Daihatsu Ayla sampai mobil-mobil keluaran premium dari BMW dan Peugeot, sudah pasti menggunakan fitur ABS sebagai salah satu fitur keselamatan standar mereka.

Fitur yang mulai diperkenalkan pada mobil penumpang pada 1978 oleh Robert Bosch ini merupakan fitur keselamatan aktif paling awal di sebuah mobil eropa dan amerika pada masanya, yang penggunaannya mulai populer di mobil-mobil keluaran era 1990an.

Secara garis besar, fitur ini bertugas mencegah efek ban terkunci saat pengemudi melakukan panic brake. Efeknya adalah pengemudi lebih mudah mengontrol kendaraan di permukaan jalan licin, maupun di kondisi saat mengerem hingga posisi diam.

Fitur ini mulai bekerja saat sensor di roda membaca adanya potensi ban terkunci saat deselerasi. Kala ban hampir terkunci saat mengerem, sensor akan memberikan input kepada ECU (Electronic Control Unit) untuk mengurangi tingkat tekanan rem, dan dilakukan berkali-kaki dalam waktu sangat cepat, sehingga roda tetap mengerem dengan kondisi berputar dan efeknya mencegah slip.

  • EBD (Electronic Brake-force Distributor)

Salah satu inovasi dari pengembangan teknologi ABS adalah EBD, alias Electronic Brake-force Distributor). Fitur ini juga biasanya hadir sebagai pendukung fitur ABS, dimana secara garis besar fitur ini akan menjaga mobil yang melakukan pengereman bisa tetap stabil dan lebih aman.

Bagaimana caranya? Jadi saat mobil mengalami pengereman secara mendadak, sistem EBD akan merespons dengan mendistribusikan kekuatan pengereman yang berbeda di masing-masing roda, tergantung seberapa efektif pegereman, traksi di roda, serta beban mobil tersebut.

Satu contoh, saat mobil menikung ke kanan, sistem EBD akan mengatur tekanan rem pada roda sebelah kiri akan lebih besar ketimbang roda sebelah kanan. Sehingga, mobil akan menikung tanpa keluar dari jalurnya.

  • Brake Assist

Brake Assist (BA) berfungsi saat pengemudi membutuhkan daya pengeraman yang besar, seperti saat pengereman mendadak, pengendaraan menuruni bukit, atau saat mobil penuh dengan penumpang atau barang. Saat ECU menentukan kondisi pengereman mendadak, maka peranti BA akan mengatur tekanan hidrolik pada master silinder guna membantu daya pengereman. Karena itulah BA bekerja berdasarkan sensor kecepatan dan sensor yang berada pada pedal rem, serta membutuhkan ‘bantuan’ dari sistem EBD.

Mengapa? Saat terjadi pengereman, ECU akan memerintahkan peranti EBD untuk melipatgandakan tekanan rem. Tujuannya, agar kerja rem akan lebih maksimal dan memberikan jarak pengereman yang lebih pendek.

  • Traction Control

Fitur ini berguna untuk menghindari potensi ban spin saat mobil berakselerasi dari posisi diam atau melintasi jalan licin. Bagaimana caranya? Nah, sistem Traction Control pada dasarnya berfungsi membuat putaran roda bergerak dengan semestinya, sehingga traksi mobil tetap terjaga dengan baik.

Misal jika ada satu roda penggerak mobil yang bergerak lebih cepat dan terdeteksi oleh sensor, maka sistem Traction Control akan menugaskan rem pada roda tersebut untuk memperlambat laju perputaran ban agar bisa selaras dengan ban lainnya. Alhasil dari sisi tenaga bisa dialihkan ke sisi roda penggerak mobil yang lain, atau bahkan justru tenaga bisa dikurangi sehingga jauh lebih mudah dikendalikan.

  • Vehicle Stability Control

Untuk fitur yang satu ini memang baru bisa ditemukan di mobil kelas mid-end dengan kisaran harga 400 jutaan ke atas, dan penamaan yang berbeda-beda (BMW dengan Dynamic Stability Control, Toyota dengan Vehicle Stability Control, Peugeot dengan Electronic Stability Program). Tapi secara fungsi, fitur keselamatan yang merupakan versi lebih canggih dari Traction Control ini juga tidak kalah penting loh.

Sederhananya fitur ini menjaga stabilitas mobil dengan mengontrol kerja rem di seluruh roda secara otomatis, serta mengontrol tenaga mesin agar pengemudi lebih mudah mengontrol mobil dan terhindar dari gejala understeer maupun oversteer.

Contoh kasus mobil akan mengalami understeer, maka area roda belakang sisi dalam akan bekerja ekstra agar mobil tidak melenceng ke luar jalur menikung. Pun jika mobil berpotensi oversteer, maka giliran roda depan sisi luar yang mengerem lebih kuat dibanding yang lain.

Tak jarang fitur ini akan mengurangi tenaga mesin hingga ke tahap yang lebih mudah untuk pengemudi mengendalikan mobilnya.

Nah, jika Anda berencana meminang mobil baru, silakan pastikan minimal mobil baru yang Anda inginkan memiliki fitur keselamatan aktif dan penting, seperti fitur-fitur di atas.