Evolusi Empat Dekade Toyota Kijang: Transformasi Sang MPV, All New Kijang Innova

Transformasi menjadi kunci penting dari pergantian setiap generasi Kijang. Sejak generasi pertama sebagai kendaraan niaga, Kijang terus bertransformasi menjadi simbol mobil keluarga premium di 29 negara.

 

Seiring berjalannya waktu, tuntutan mobil keluarga premium dan berperforma tinggi semakin meningkat. Untuk menjawab tantangan ini, Toyota melakukan regenerasi Toyota Kijang Innova, yang membuahkan hasil pada November 2015.

 

Lewat tangan Hiroki Nakajima selaku Chief Engineering, Toyota Kijang Innova yang mengusung kode basis AN140 ini mengusung konsep baru, bertajuk Multi Performance Vehicle. Berbeda dengan konotasi MPV pada umumnya, konsep Kijang Innova terbaru ini lebih mengedepankan sisi performa, baik secara estetika maupun teknis.

 

Parameter lonjakan jauh antara generasi lama Kijang Innova dengan generasi terbaru ada di  pilihan mesin. Kini mesin diesel menggunakan mesin baru 2GD-FTV (2.400 cc 4-silinder DOHC) berteknologi Variable Nozzle Turbo (VNT), serta mesin bensin 1TR-FE (2.000 cc 4-silinder DOHC) yang kini dibekali sistem Dual VVT-i.

 

Di sisi lain, karakter ‘performance’ semakin dipertegas lewat fitur ‘Drive Mode System’ yang mampu merubah karakter berkendara menjadi efisien maupun responsif. Pastinya sensasi berkendara menjadi lebih mengasyikkan, khususnya saat dikombinasikan dengan sistem transmisi otomatis 6-percepatan dengan Sport Sequential Switchmatic, yang menjadi opsi transmisi selain manual 5-percepatan.

Secara penampilan, karakter ‘performance’ seolah dikombinasikan dengan nuansa ketangguhan, hal ini membuat tampilan eksterior lebih tegas dan dipadukan garis desain tajam. Masih mempertahankan konsep sharing platform IMV (Innovative International Multi-purpose Vehicle), Kijang Innova tetap setia dengan ladder frame yang kini dirancang lebih tangguh dan nyaman saat melewati jalanan berkontur buruk.

 

Sekalipun dari sisi luar terasa lebih tangguh, namun untuk sisi interior Kijang Innova kini lebih menonjolkan nuansa premium dan mewah, serta terbagi dalam tiga level grade berbeda: G, V, dan Q.

 

Contoh saja untuk grade Q, Toyota menyematkan konsep jok captain seat untuk first row rear seat, yang notabene menjadi area yang paling tepat untuk merasakan kenyamanan Kijang Innova terbaru ini. Apalagi penumpang di area ini dimanjakan dengan meja lipat yang fungsional, serta untuk penumpang belakang lebih mudah diakses karena jok captain seat ini menganut mekanisme pelipatan One Touch Tumble.

Selain lebih nyaman dibanding pendahulunya, suasana kabin belakang juga lebih mewah berkat penerangan Premium Illumination LED yang dirancang menyatu dengan pengontrol AC belakang digital.

 

Bagaimana dengan pengemudi dan penumpang depan? Rasanya dengan sistem hiburan mutakhir berlayar 8 inchi Advanced Entertainment System yang dipersenjatai beragam fitur hiburan, kontrol Auto A/C yang mudah dioperasikan, layar TFT untuk menampilkan informasi MID, serta desain layout dashboard bermaterial wood panel, pastinya pengemudi dan penumpang depan sudah termanjakan secara paripurna

 

Mengingat Kijang Innova generasi terbaru ini merupakan mobil berstandar global dan diekspor hingga ke 29 negara, maka soal fitur keselamatan menjadi satu prioritas yang terus disempurnakan. Mulai dari hadirnya sistem ABS, EBD, serta fitur keselamatan Dual SRS Airbag dan Knee Airbag.

Sebenarnya masih ada lagi fitur keselamatan seperti Hill Assist Control, Vehicle Stabillity Control, dan Curtain Shield Airbag dan Side Airbag. Hanya saja fitur ini dan beberapa fitur top yang sejatinya ada di Kijang Innova (khususnya tipe 2.4 Q) kini ditransformasikan menjadi sebuah varian baru bernama Toyota Venturer. Inilah varian baru dari Toyota yang memposisikan dirinya sebagai kasta tertinggi di keluarga Kijang

 

Sekalipun kini terpisah, baik Kijang Innova maupun Venturer sama-sama dilahirkan dari pabrik Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Karawang I, yang terletak di Karawang. Pabrik ini diklaim bisa menghasilkan 1 unit Kijang Innova yang menggunakan 85% komponen lokal, hanya dalam waktu 1,6 menit saja berkat penggunaan total 80 robot.

Kecepatan produksi dan tingkat presisi tinggi diperlukan untuk mengejar kebutuhan nasional maupun ekspor ke 29 negara di kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin, Karibia, Oseania, dan Timur Tengah. Tercatat hingga Januari-Oktober 2017 Kijang Innova berhasil mencatatkan angka penjualan 50.318 unit, yakni angka produksi untuk domestik mencapai 33.000 unit dan 6.000 unit untuk pasar ekspor selama periode Semester 1 2017.

 

Mengutip pernyatan dari buku karangan Walter B Pitkins di tahun 1932, “Life begins at forty!” perjalanan seseorang menuju tingkat kedewasaan berada di tahap penting pada usia 40 tahun. Dan tepat di usia ke 40 tahun, Toyota Kijang pun akan terus melaju ke tahap ‘kedewasaan’ yang ditorehkan melalui beragam inovasi, prestasi positif, dan semakin mendunia-nya salah satu mahakarya dan legenda hidup otomotif Tanah Air ini.

 

Artikel ini merupakan penutup dari seri “Evolusi Empat Dekade Toyota Kijang“. Selamat ulang tahun Toyota Kijang. Jadilah sang legenda hidup otomotif yang selalu menginspirasi sekaligus memberikan rasa kebanggaan tertinggi bagi kami, keluarga, dan Bangsa Indonesia.