Bagaimana Regulasi Mobil Double Cabin di Indonesia?

By Arris Riehady - June 18, 2020

Meski tangguh, mobil ini jarang terlihat melenggang di jalan raya. Kenapa? Ini regulasi mobil double cabin di Indonesia.

regulasi mobil double cabinMobil double cabin atau atau mobil barang kabin memang tidak sepopuler MPV atau SUV. Namun mobil jenis ini memiliki penggemarnya sendiri di Indonesia.

Berbeda dengan pick up yang cenderung sederhana, mobil double cabin memiliki perawakan yang gagah, sporty, serta dibekali tengan teknologi dan fitur terkini.

Meski begitu, mobil double cabin jarang terlihat mengaspal di jalan aspal. Kebanyakan mobil ini digunakan untuk kebutuhan tambang, off road, dan sebagainya.

Namun, bila kamu ingin memilikinya, ada baiknya untuk mengetahui lebih lanjut tentang regulasi mobil double cabin di Indonesia.

Apa saja regulasi yang harus diperhatikan ketika memiliki mobil double cabin? Selengkapnya, simak penjelasan di bawah ini.

Wajib lulus uji kir

Kurang populernya mobil doble cabin di kalangan masyarakat Indonesia mungkin karena mobil jenis ini masuk kategori mobil barang, bukan mobil penumpang, sehingga pemilik wajib punya dan mengurus surat uji kir.

Ya, regulasi mobil double cabin tidak hanya dokumen seperti STNK dan BPKB, tapi untuk bisa bebas mengaspal di jalanan umum harus memiliki surat uji kir.

Baca juga: Perbandingan 5 Mobil Double Cabin Terbaik di Indonesia

Uji kir adalah serangkaian kegiatan menguji dan/atau memeriksa bagian-bagian kendaraan bermotor, kereta gandengan, kereta tempelan dan kendaraan khusus dalam rangka pemenuhan terhadap persyaratan teknis dan laik jalan.

Aturan uji kir tertuang dalam dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) Pasal 53 ayat 1 dan ayat 2.

Lalu, dalam Pasal 54 Ayat 3 dijelaskan ada delapan poin persyaratan laik jalan untuk uji kir, antara lain.

  1. Emisi gas buang kendaraan bermotor.
  2. Tingkat kebisingan.
  3. Kemampuan rem utama.
  4. Kemampuan rem parkir.
  5. Kincup roda depan.
  6. Kemampuan pancar dan arah sinar lampu utama.
  7. Akurasi alat penunjuk kecepatan. 8. Kedalaman alur ban.

Selain itu, pemilik mobil double cabin wajib uji kir selambat-lambatnya satu tahun setelah mendapatkan STNK. Selanjutnya, uji kir wajib dilakukan secara berkala tiap enam bulan sekali.

Mobil double kabin yang tidak memiliki surat uji kir dapat dikenai sanksi sesuai UU LLAJ Pasal 76 Ayat 1 seperti peringatan tertulis, pembayaran denda, pembekuan izin, hingga pencabutan izin.

Baca juga: Regulasi Kendaraan Listrik Dihitung Berdasarkan Gas Emisi

Lain hal bila mobil double cabin sudah dimodifikasi, misalnya mengubah tampilan bergaya off road dengan pemasangan bumper besi depan dan belakang, winch, roof rack, hingga kaki-kaki.

Pemilik mobil tersebut harus membuat surat pernyataan sebelum uji kir karena penambahan modifikasi tersebut akan mengubah berat dan dimensi mobil.

Berita Terkait

Author

What (apa), Who (siapa), When (kapan), Where (dimana), Why (kenapa), dan How (bagaimana). Suka kecepatan dan ketinggian. I am @arristoocrazy!