Apakah Asuransi Dapat Menerima Klaim Virus Corona?

Asuransi kesehatan bertugas untuk menjagamu ketika terserang penyakit. Namun, apakah asuransi juga bisa menerima klaim virus corona?

Dunia digegerkan dengan kemunculan virus baru yang dikenal dengan nama virus corona. Virus yang pertama kali muncul di Wuhan, China, kini dikabarkan telah sampai ke 21 negara di seluruh dunia.

 

Baca juga: Alasan Pentingnya Asuransi Keluarga yang Jarang Diketahui

 

Serangan virus corona yang menyebabkan banyak kematian membuat masyarakat tersadar akan pentingnya asuransi kesehatan. Mewabahnya virus ini akhirnya juga turut meningkatkan kesadaran, apakah polis asuransi jiwa yang dimiliki dapat di klaim dan dapat memberikan perlindungan yang dibutuhkan?

 

Untuk menjawab hal tersebut, ada baiknya kamu menyimak beberapa penjelasan tentang asuransi berikut ini.

Cakupan polis asuransi

Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah memastikan apakah jenis penyakit ini masuk dalam pertanggungan polis asuransimu. Selama tidak ada pengecualian dalam polis yang kamu miliki, perusahaan asuransi jiwa akan memberikan perlindungan terhadap kondisi medis yang disebabkan virus Corona sekalipun.

 

Baca juga: Kapan Waktu yang Tepat Memiliki Asuransi Jiwa?

 

Ada baiknya kamu memastikan beberapa bagian polis dengan membaca secara cermat, apakah asuransi yang kamu miliki mencakup pertanggungan rawat inap, kecelakaan, atau hanya penyakit kritis dan kondisi tertentu saja.

 

Masa berlaku polis

Setelah memeriksa jenis polis, kamu juga harus memperhatikan masa berlaku polis asuransi. Pastikan kamu tidak dalam kondisi lapsed akibat keterlambatan membayar iuran tepat waktu. Kondisi lapsed mengakibatkan polis tidak aktif karena kegagalan pembayaran premi.

 

Pemegang polis juga harus memahami ketentuan terkait klaim. Kamu harus memperhatikan masa tunggu sebelum polis memberikan jaminan pertanggungan. 

 

Baca juga: Agar Tidak Bingung, Pahami Dulu Istilah Ini dalam Asuransi

 

Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan jika ingin klaim asuransi kamu dapat diterima pihak asuransi. Meski asuransi dapat memberikan jaminan pelayanan kesehatan, kamu tetap harus mengutamakan upaya pencegahan untuk menghindari bahaya virus corona.

Kapan seharusnya seseorang memiliki asuransi?

 

Mengingat pentingnya memiliki asuransi, ada baiknya setiap orang sudah menyiapkannya sebelum terjadi resiko yang tidak diinginkan. Namun, kapan sebaiknya seseorang harus memiliki asuransi?

 

Menurut Windy Riswantyo, Vice President Digital Insurance Business and Marketing PT Astra Aviva Life, saat yang tepat untuk memiliki asuransi adalah ketika orang tersebut sudah memiliki penghasilan yang tetap.

 

Tetapi, penghasilan tersebut tidak harus dihitung dari banyaknya yang didapat, tetapi lebih kepada berapa persen yang dapat disimpan dari penghasilan tersebut untuk dialokasikan kepada asuransi.

 

“Bukan berarti jumlah penghasilannya, tetapi ada beberapa persen yang harus disishkan dari income-nya untuk dialokasikan ke asuransi,” ujar Windy.

 

Ia melanjutkan, sebenarnya tidak ada aturan khusus yang mengatur keuangan seseorang dalam membagi berapa persen yang harus dialokasikan untuk asuransi, karena kebutuhan setiap orang berbeda.

 

“Misalnya, kan income-nya gede, tetapi dia punya keluarga atau memiliki tanggung jawab terhadap orang tua. Jadi harus dihitung dari situ juga. Mungkin kalau ngomongin umumnya 10% sampai 15% (penghasilan) dialokasikan untuk asuransi,” ungkap Windy.

 

Jadi, dengan memiliki asuransi, bakal #BikinKamuSiap menghadapi berbagai resiko yang mungkin akan terjadi kedepannya.