Akan Dilarang, Ini Bahaya Minyak Goreng Curah Bagi Kesehatan

Kemendag mengeluarkan larangan penjualan minyak goreng curah pada tahun 2020. Alasannya ada bahaya minyak goreng curah bagi kesehatan. Benarkah?

Beberapa hari yang lalu, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan larangan terhadap penggunaan minyak goreng curah di Indonesia. Informasi terhadap larangan ini akan berlaku mulai 1 Januari 2020 mendatang.

 

Alasannya sederhana, Kemendag mencurigai ada bahaya minyak goreng curah yang sering dikonsumsi masyarakat Indonesia. Apalagi, pembuatan minyak tersebut dinilai tidak higienis karena melalui proses oplosan dengan bahan-bahan berbahaya.

 

Tak sedikit masyarakat yang menggunakan minyak goreng curah untuk kebutuhan pangan. Katadata.co.id menyebut ada sekitar 14 juta ton minyak goreng curah per tahun yang dijual di pasaran.

 

Baca juga: Dampak DP 0 Persen Pembelian Kendaraan Bagi Masyarakat dan Perusahaan Pembiayaan

 

Oleh karena itu, untuk memutuskan rantai penjualan minyak goreng curah sekaligus memastikan kesehatan masyarakat Indonesia, Kemendag  melarang penjualannya.

 

Kemendag pun berusaha mendorong penjualan minyak goreng kemasan secara massif sehingga masyarakat Indonesia dapat melirik minyak goreng kemasan tersebut sebagai bahan utama yang lebih aman.

 

Namun, apakah benar ada bahaya minyak goreng curah bagi kesehatan?

Dianggap tidak sehat

Enggartiasto Lukita, Menteri Pergadangan, mengatakan bahwa larangan penjualan minyak goreng curah dilakukan lantaran berdampak buruk bagi kesehatan.  Minyak goreng curah yang beredar di pasaran dinilai tidak baik bagi kesehatan.

 

“Alasan utama larangan ini ialah karena masalah kesehatan. Minyak goreng curah tidak memberikan jaminan kesehatan sama sekali,” ujar Menteri Mendak Lukita yang dikutip dari inews.id

 

Baca juga: Makanan Khas yang Bisa Dicicipi Saat Melakukan Perjalanan Darat Surabaya-Bali2019

 

Warna minyak goreng curah yang tidak cerah dianggap menandakan adanya bahaya yang terkandung dalamnya sehingga dapat menimbulkan gangguan kesehatan bagi yang mengonsumsinya.

 

Hal itu terjadi karena residu yang masuk ke dalam tubuh kita akan membentuk senyawa dan radikal bebas yang berbahaya bagi kesehatan.

 

Karena itu, apabila minyak goreng curah ini rutin dikonsumsi, konsumen dapat terserang penyakit kronis, seperti serangan jantung, diabetes, dan obesitas.

Tidak higienis

Tak hanya berdampak negatif bagi kesehatan, bahaya minyak goreng curah ini juga didapat melalui proses yang tidak higienis.

 

Jika dilihat dari proses pembuatannya, minyak goreng curah diketahui hadir dari campuran minyak berbahaya, seperti minyak goreng bekas yang diolah kembali.

 

Minyak goreng bekas ini dicampur dengan minyak baru yang kemudian dijual di pasar sebagai minyak goreng curah.

 

Namun, kadar minyak baru yang dicampur pada minyak tersebut ditaksir tidak rata. Malahan lebih banyak campuran minyak bekas yang berasal dari bahan kimia berbahaya.

 

Menanggapi permasalahan ini, Lukita mengatakan minyak goreng curah lebih banyak mendapat campuran minyak bekas daripada minyak baru.

 

Baca juga: Jangan Terlalu Lama Simpan 5 Makanan Ini di Kulkas

 

“Industri tersebut, menurut kami, sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Minyak bekas yang menjadi campuran minyak curah diambil dari sekolakan dan sebagainya,” tambah Lukita.

Banyak oknum nakal

Selanjutnya, Enggar Lukita menyebut penjual minyak goreng curah kerap mengurangi takaran minyak yang dijual. Imbasnya, konsumen mendapat takaran yang lebih sedikit dengan harga jual yang terbilang mahal daripada minyak kemasan.

 

Maka dari itu, demi menghindari kecurangan yang sering terjadi di pasar, Menteri Perdagangan menetapkan larangan penjualan minyak goreng curah.

 

Baca juga: Tips Jitu Habiskan Hidangan All You Can Eat yang Tidak Akan Buat Rugi

 

Selain itu, Kemendag juga bakal menetapkan peraturan baru yang mewajibkan produsen minyak untuk menggunakan kemasan yang sesuai standar saat memasarkan minyak dagangannya tersebut.

 

Terlepas dari peraturan yang akan berlaku nanti,  masalah kesehatan adalah hal utama yang harus menjadi prioritas Anda. Jadi, tidak ada salahnya apabila Anda lebih teliti dan tidak sembarangan dalam mengonsumsi bahan makanan, bukan?