7 Cara Melunasi Utang yang Menumpuk, Susah Tapi Realistis

By Amalia Kartika - Juli 8, 2021

Sedang kesulitan melunasi utang yang menumpuk? Simak cara susah-susah-gampangnya berikut ini.

melunasi utang yang menumpuk

Utang merupakan hal yang sulit dihindari. Setiap orang punya kebutuhan atau urgensi tertentu yang membuatnya harus berutang.

Ada beberapa hal yang sulit dibeli dengan hanya mengandalkan menabung karena harganya yang begitu mahal, seperti kendaraan dan rumah. Makanya, jalur utang ditempuh untuk bisa beli rumah atau mobil.

Baca juga: 8 Cara Mendapatkan Passive Income yang Cocok untuk Anak Muda

Berhutang sebenarnya tidak masalah asalkan mampu membayar cicilannya sampai lunas. Jadi, kamu harus segera melunasi utang dan jangan sampai dibiarkan menumpuk.

Namun, bagaimana jika sudah terlanjur banyak dan menggunung? Begini cara melunasi utang yang menumpuk.

Kenali jenis utang

Sebelum memikirkan cara melunasi utang yang menumpuk, ada baiknya untuk mengetahui jenis-jenis utang yang kamu miliki.

Jenis utang terbagi menjadi dua, yaitu utang produktif dan konsumtif.

Utang produktif adalah utang yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dan nilainya dapat meningkat seiring waktu dan dapat menambah penghasilan.

Baca juga: 5 Trik Mencari Kerja di Jakarta, Ayo Wujudkan Impianmu!

Contohnya adalah merenovasi rumah untuk meningkatkan nilai jual.

Sedangkan utang konsumtif merupakan utang yang dilakukan untuk memenuhi keinginan semata. Nilai barang tersebut suatu saat akan turun dan biasanya memiliki bunga yang tinggi. 

Dengan ini, kamu akan tahu utang-utang yang dimiliki masuk dalam kategori apa. Ada baiknya untuk menghindari utang konsumtif yang terlalu banyak.

Membuat daftar utang

Sudah tahu jenis-jenis utang, selanjutnya adalah buat daftar utang yang kamu harus lunasi. Dengan membuat daftar utang, akan memudahkan kamu saat menentukan skala prioritas.

Baca juga: Kesalahan Pemakaian Kartu Kredit yang Harus Dihindari

Nantinya, kamu bisa mulai melunasi utang dari yang prioritasnya paling tinggi ke yang rendah. Buat catatan daftar utang selengkap mungkin dengan menuliskan jumlah suku bunga serta tanggal jatuh tempo.

Hitung seluruh utang

Setelah menyusun daftar utang, hitung total seluruh utang yang harus dilunasi, sehingga dapat diketahui berapa budget yang perlu dialokasikan setiap bulannya untuk membayar utang.

Idealnya, pengeluaran untuk membayar utang tidak melebihi 30% dari total penghasilan per bulan. Jika sudah lebih dari 30%, tandanya utang terlalu menumpuk.

Baca juga: Strategi Jitu untuk Menghadapi Krisis Finansial dengan Cepat

Dengan menghitung total utang, kamu juga dapat mengatur pengeluaran per bulan. Apakah ada pengeluaran yang bisa dikurangi dan dialihkan untuk membayar utang.

Bayar utang sesuai skala prioritas

Ketika sudah tahu total utang dan membagi budget-nya per bulan, waktunya melunasi hutang yang menumpuk. Kalau ingin mudah, mulailah dengan melunasi hutang dengan nominal kecil terlebih dahulu.

Kemudian, lunasi utang dari yang bunganya paling tinggi terlebih dahulu sampai yang terendah. Metode ini dikenal dengan istilah debt stacking.

Baca juga: Tips Mengatur Dana Darurat Selama Masa PSBB, yuk Berhemat!

Lantas, kenapa utang berbunga tinggi harus dibayar duluan? Pasalnya, bunga yang tinggi jadi penyebab utama dari utang yang membengkak.

Gunakan dana darurat

Jika sudah mulai merasa terbebani, cara melunasi utang yang menumpuk lainnya adalah memanfaatkan dana darurat yang sudah terkumpul.

Mungkin rasanya sayang kalau menggunakan uang darurat yang telah dikumpulkan untuk melunasi utang.

Tetapi, ini bisa jadi cara cepat atau usaha untuk melunasi utang yang menumpuk, apalagi kalau sudah dekat dengan tenggat waktu.

Berita Terkait

Author