Tips Merawat Electric Power Steering Agar Awet

Merawat Electric Power Steering bisa dilakukan dengan beberapa cara. Agar tetap awet, pemilik mobil bisa melakukan tips berikut ini!

merawat Electric Power Steering

Dalam merawat Electric Power Steering (EPS) tidaklah terlalu rumit jika dibandingkan yang jenis hidrolis karena komponennya sudah menggunakan sistem elektrik yang diatur oleh komputer. 

EPS sendiri saat ini menjadi fitur yang sudah banyak ditemukan dalam mobil-mobil keluaran terbaru. Dan tentunya EPS ini memiliki fungsi yang sangat vital dalam berkendara, sehingga kalau rusak juga bisa mengganggu kenyamanan dalam berkendara. 

Mengingat fungsinya yang sangat penting itu, agar EPS tidak cepat rusak pemilik mobil bisa melakukan cara-cara berikut ini.

merawat Electric Power Steering

Hati-hati saat melewati jalan rusak

Hal pertama yang perlu diperhatikan dalam merawat Electric Power Steering adalah tidak langsung melibas jalanan rusak dengan kecepatan yang tinggi. Kebiasaan ini bisa merusak berbagai komponen mobil. 

Baca juga: Tips Cuci Mobil Hidrolik, Jangan Sampai Mobil Malah Terjungkal!

Melewati jalan yang rusak dengan kecepatan tinggi bisa menyebabkan kerusakan pada poros dan boot rack steer yang umumnya berada pada bagian kolong mobil. Tentunya hal ini bisa membuat masa pakai EPS menjadi lebih pendek dan lebih cepat juga mengalami kerusakan. 

merawat Electric Power Steering

Cek kondisi karet boot rack steer

Kondisi karet boot rack steer harus selalu dipastikan dalam keadaan baik dan tidak robek. Jangan sampai robek karena itu bisa menyebabkan rack steer mudah kemasukan air, debu, dan kotoran. 

Hal ini akan menyebabkan poros kemudi menjadi lebih cepat berkarat. Selain itu, setir juga akan terasa lebih berat ketika sedang digunakan untuk berkendara atau mulai terdengar suara berdecit ketika setir diputar. 

Jika hal itu sampai terjadi, maka bisa dipastikan bahwa poros kemudi sudah berkarat dan mungkin perlu dilakukan perbaikan atau bahkan penggantian. 

hindari banjir

Hindari banjir dan genangan

Cara selanjutnya untuk merawat Electric Power Steering adalah dengan sebisa mungkin menghindari genangan atau banjir. Jika sampai terendam air, maka motor listrik akan mengalami kerusakan dan harus diganti. 

Baca juga: Jenis Minyak Rem Mobil dan Perbedaannya, Jangan Salah Isi!

Namun beberapa produsen mobil ada yang menempatkan motor listrik EPS pada bagian dalam kabin, lebih tepatnya di bagian atas pedal gas. Mobil jenis ini cenderung akan lebih aman jika harus melewati genangan air ataupun banjir sekalipun. 

Untuk mengetahui posisi motor listrik EPS pada mobil, pemilik bisa mengeceknya di buku manual kendaraan yang diberikan atau bertanya langsung kepada teknisi bengkel.  

aki mobil

Pastikan aki dalam kondisi prima

Sumber tenaga utama dari EPS berasal dari aki mobil dan akan terus aktif sepanjang mesin mobil dinyalakan. Dan jika kondisi aki sudah mulai lemah, biasanya setir mobil akan terasa lebih berat dibandingkan biasanya. 

Baca juga: Mengenali Ciri-Ciri Aki Rekondisi dan Palsu, Jangan Tertipu!

Jika setir terasa berat, maka itu pertanda bahwa EPS sudah mengalami malfungsi. Dan kalau terus dibiarkan, akan menyebabkan kerusakan pada komponen EPS karena membutuhkan daya listrik yang stabil dan kuat. 

putar kemudi

Tidak sembarangan memutar kemudi

Dalam merawat Electric Power Steering mobil, hindari kebiasaan melakukan manuver yang menyebabkan kemudi mentok ke arah kanan maupun kiri. 

Meskipun terasa sepele, namun kebiasaan ini bisa menyebabkan kinerja power steering menjadi lebih berat sehingga masa pakainya juga akan lebih pendek. 

Baca juga: 6 Tips Merawat Dashboard Mobil yang Sering Parkir Outdoor

Selain itu, hindari juga kebiasaan memutar kemudi saat mobil dalam keadaan mati atau diam karena tidak ada arus listrik pada EPS. Usahakan juga selalu parkirkan kendaraan dalam kondisi yang lurus dan jangan dalam kondisi berbelok. 

Selain lima cara untuk merawat Electric Power Steering tadi, pemilik juga bisa melakukan pengecekan rutin di bengkel-bengkel mobil terdekat. 

Merawat power steering dengan baik tentu bisa membuat komponen tersebut lebih awet dan tentunya lebih hemat karena tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk memperbaiki kerusakan, betul bukan?