Mobil Susah Di-starter? Cek 5 Bagian Ini

Mobil yang susah untuk dinyalakan atau di-starter seringkali membuat kesal dan jengkel, apalagi sedang terburu-buru mengejar waktu.

Padahal, sebelumnya mobil Anda masih dalam keadaan prima, tentunya hal ini membuat Anda semakin bingung.

Mobil susah di-starter memang dapat terjadi tiba-tiba, bahkan ketika mobil Anda baru saja dipakai sekalipun.

Hal ini terjadi karena adanya kesalahan pada sistem kelistrikan atau mesin mobil Anda. Jika itu terjadi, mungkin Anda harus memberikan perhatian lebih kepada komponen-komponen di bawah ini.

 

1. Dinamo starter

Dinamo starter merupakan salah satu komponen vital pada kendaraan. Ketika mesin mobil mulai dinyalakan dengan kunci kontak, dinamo starter bertugas untuk memutar roda gila (flywheel) dan menyalakan mesin.

Jadi, Anda tidak perlu repot untuk mengengkol atau mendorong mobil terlebih dahulu untuk menghidupkannya.

Jika dinamo starter mengalami kerusakan, mobil Anda akan susah dinyalakan, bahkan malah tidak bisa hidup sama sekali.

Tetapi, kerusakan komponen ini jarang terjadi pada mobil-mobil baru, karena biasanya kerusakan dinamo starter ditemui pada mobil yang usia pakainya sekitar 10 tahun.

Walaupun begitu, tidak menutup kemungkinan akan terjadi kerusakan dinamo starter secara tiba-tiba pada mobil baru.

Jadi, ada baiknya untuk selalu melakukan pengecekan berkala di bengkel resmi untuk menjamin dinamo starter Anda dalam kondisi yang bagus.

2. Kabel-kabel dan soket kunci kontak

Soket kunci kontak juga bisa menjadi masalah mobil tidak bisa di-starter jika longgar atau kendor.

Untuk itu, coba periksa soket kunci kontak mobil Anda, barangkali ada kerusakan atau hanya kendor saja yang mengakibatkan sambungan arus listrik antara kunci dengan pemantik mesin tidak bertemu.

3. Aki

Komponen kelistrikan lainnya yang juga penting dan sering ‘dituduh’ ketika mobil susah di-starter adalah aki atau Accu.

Untuk itu, periksa kondisi aki secara teratur karena dapat mengganggu perjalanan Anda ketika tiba-tiba terjadi kerusakan di jalan.

Untuk aki basah, lakukan pengecekan pada volume air aki. Bila air aki kurang, Anda dapat menambahkan cairan aki berwarna biru, kenapa?

Karena air aki yang berwarna merah khusus untuk mengisi aki baru yang kosong dan belum terisi air.

Jika Anda menambahkan volume air aki yang kurang tersebut dengan air aki berwarna merah, kadar H2SO4 yang terkandung dalam air aki berwarna merah  akan bertambah dan menurunkan performa aki mobil Anda.

Sedangkan untuk aki kering, Anda dapat mengukur besar tegangannya menggunakan voltmeter atau avometer digital. Tegangan aki yang normal berada di sekitar 12,5 volt sampai dengan 12, 9 volt.

Jika kurang, maka Anda perlu men-charge aki tersebut. Anda juga bisa perhatikan dari voltase aki yang dapat terpantau di layar dashboard mobil.

Jangan lupa untuk mengecek perangkat aki lainnya, seperti kabel terminal, soket, sekring, dan lainnya. Bisa jadi bukan aki mobil Anda yang bermasalah, tetapi hanya kabelnya saja yang putus atau kendor.

4. Alternator

Salah satu fungsi dari alternator adalah mengalirkan listrik ke aki. Jika alternator mengalami masalah, otomatis sistem kelistrikan mobil tidak berfungsi dan mengakibatkan mobil akan sulit untuk di-starter, bahkan bisa mogok.

Untuk mengecek alternator yang bermasalah, Anda dapat menggunakan obeng atau kunci pas, lalu tempelkan ke pulley alternator.

Jika ada gaya magnet yang menarik obeng atau kunci pas tersebut, berarti kondisi alternator Anda masih bagus.

Atau, gunakan voltmeter untuk mengecek tegangan alternator Anda. Arus listrik standar dari alternator adalah 13 sampai 15 volt.

Bila tegangan kurang dari itu, Ada baiknya Anda untuk membawa mobil ke bengkel resmi untuk melakukan pengecekan lebih lanjut.

5. Fuel pump

Fungsi pompa bahan bakar atau biasa disebut dengan fuel pump sangat penting pada mobil untuk memompa bahan bakar menuju injektor.

Ketika pompa bahan bakar mobil Anda lemah, maka aliran bahan bakar menjadi tidak lancar dan menyebabkan mobil susah untuk dihidupkan.

Jadi, sebelum mobil Anda susah untuk di-starter, jangan lupa untuk melakukan pengecekan berkala secara rutin di bengkel resmi sesuai dengan jadwal pengecekan agar resiko tersebut dapat diminimalisir.

Tidak ada waktu? Anda dapat memanfaatkan Booking Service di Seva.id, dengan begitu Anda dapat merawat kendaraan tanpa khawatir waktu terbuang karena antrean.