Mengenal BMW Seri 3 dari Masa ke Masa

10 April 2019

BMW Seri 3 merupakan salah satu mobil legendaris dunia yang bertahan hingga saat ini. Dengan sejarah dan perjalanan yang panjang, berikut BMW Seri 3 dari masa ke masa.

BMW Seri 3 dari masa ke masa

Berkelas, mewah, dan sporty adalah ciri utama yang ditonjolkan oleh BMW Seri 3 sejak pertama kali diproduksi pada 1975.

 

Tidak hanya itu, sebagai mobil legendaris dunia, BMW Seri 3 punya sejarah panjang berkat keunggulan teknologi yang diterapkan pada bagian mesinnya.

 

Bermula dari mesin hanya 4 silinder yang sederhana hingga pada 2008 BMW melengkapi jajaran Seri 3 ini dengan teknologi EfficientDynamics yang hingga kini terus berkembang.

 

BMW Seri 3 juga memiliki jajaran yang lengkap, mulai sedan, coupe, station wagon, convertible, hatchback, hingga M Sport.

 

Berikut perjalanan BMW Seri 3 dari masa ke masa.

Lahirnya BMW Seri 3

Seperti yang terbilang di atas, BMW Seri 3 pertama kali hadir pada tahun 1975 sebagai E21, sedan dua pintu dengan mesin bensin empat silinder berkapasitas 1.6L. Sebagai informasi, huruf E pada BMW Seri 3 adalah kode yang berasal dari awalan kata “entwicklung” dari bahasa Jerman yang berarti pengembangan.

 

Maka tidak heran bila dua tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1977, BMW Seri 3 dikenalkan dengan mesin baru, yakni mesin enam silinder berkapasitas 2.0L. Pada tahun yang sama BMW juga mulai mengenalkan teknologi injeksi pada mesinnya.

 

E21 ini mengaspal mulai 1975 hingga 1983 dengan varian BMW 315, BMW 316, BMW 318, BMW 318i, BMW 320, BMW 320/6, BMW 320i, dan BMW 323i. Model awal BMW Seri 3 ini adalah sedan kompak dengan dua pintu dan ada juga varian convertible yang atapnya bisa dibuka.

 

Bagian mukanya mudah dikenali dengan Kidney Grille BMW ukuran besar yang khas dan sepasang lampu utama yang membulat. Dari varian BMW 320 ke atas, BMW mengenalkan tampilan baru yakni menggunakan dua pasang lampu bulat.

 

Pada masanya, BMW 320i, seri injeksi mesin empat silinder dari BMW 320, dikenal sebagai sedan yang memiliki tenaga yang besar, 125 daya kuda. Selanjutnya disusul oleh BMW 323i yang memiliki tenaga hingga 143 daya kuda yang dihasilkan oleh mesin injeksi enam silinder.

Pertama di Indonesia

Secara resmi BMW Seri 3 generasi kedua sebagai E30 dikenalkan pada 1982 dan sukses mengaspal di dunia hingga 1994.

 

Jika pada generasi pertama hanya dua pintu, generasi kedua dengan varian BMW 316, BMW 316i, BMW 318i, BMW 318is, BMW 320i, BMW 320is, BMW 323i, BMW 325/e/es, BMW 325i/is/ix, BMW M3 Evo 1, BMW M3 Evo 2, dan BMW M3 Sport Evo ini memiliki model lengkap, seperti sedan dua dan empat pintu, coupe, convertible, touring atau station wagon, cabriolet, dan seri M3 dalam model coupe dan convertible.

 

Tampilannya tetap mempertahankan Kidney Grille BMW ukuran besar yang khas, generasi kedua juga tetap mempertahankankan dua pasang lampu bulat untuk penerangan utamanya.

 

Selain mengembangkan mesin bensin empat dan enam silinder injeksi, generasi BMW Seri 3 kedua ini pula dikenalkan mesin diesel injeksi enam silinder, yakni varian BMW 324d dan 324td.

 

Seri M3 sendiri mulai dikenalkan BMW pada 1986 dengan BMW M3 atau BMW M3 Evo 1. Dibekali mesin besin empat silinder berkapasitas 2.3L, mobil ini sanggup menghasilkan tenaga hingga 200 daya kuda. Berbagai kejuaraan pun diikuti oleh BMW Seri M3 ini. Salah satunya sukses menjadi juara dalam World Rally Championship (WRC) Tour de Corse tahun 1987.

 

Generasi kedua merupakan BMW Seri 3 pertama yang resmi dijual di Indonesia dengan varian BMW 318i model sedan. Kalau iseng boleh deh dicek berapa harga mobil bekasnya dengan kondisi yang super duper mulus. Dijamin bikin terkejut!

Teknologi VANOS

Di Indonesia, BMW Seri 3 generasi ketiga atau akrab dengan sebutan E36 merupakan mobil yang ikonik di era 90an.

 

E36 adalah perubahan revolusioner pada BMW Seri 3. Dari desain, banyak perubahan yang terjadi. Selain dimensinya yang lebih besar, ada juga perubahan pada bentuk dasar, desain Kidney Grille BMW, serta lampu utama. Secara keceluruhan, E36 lebih dinamis.

 

Di generasi ini pula BMW mengenalkan model terbarunya yakni, model hatchback atau disebut dengan compact. Model ini melengkapi jajaran model lain seperti sedan, coupe, wagon, cabriolet, convertible, dan tentu saja Seri M3 dengan sedan, coupe, dan convertible.

 

Sementara variannya sendiri meliputi BMW 316i, BMW 318i, BMW 318is, BMW 320i, BMW 323i, BMW 325i, BMW 328i, dan BMW M3. Masih sama dengan generasi sebelumnya, ada juga yang bermesin diesel yakni BMW 318tds, BMW 325td, dan BMW 325tds.

 

Mobil ini resmi dikenalkan pada tahun 1990 hingga tahun 2000. Selama satu dekade mengaspal, E36 juga membawa teknologi baru seperti VANOS (Variable Nockenwellen Steuerung) yang menambah efisiensi di ruang bakar pada segala putaran mesin.

 

Lalu, pada BMW 325td mengusung mesin baru enam silinder dengan turbocharger dan intercooler, yang sanggup menciptakan tenaga 143 daya kuda. Dengan tenaganya, mobil ini dapat melesat dari 0 hingga mencapai kecepatan 100 kilometer per jam hanya dalam waktu 10,4 detik.

 

Pada tahun 1995, BMW juga mengenalkan material mesin baru, dari bahan baja menjadi almunium. Tercatat, pada BMW 318i, tenaganya mencapai 193 daya kuda dan hanya membutuhkan 8,5 liter bahan bakar untuk menempuh jarak 100 kilometer.

SHARE