Kuliner Legendaris Ini Ada di Bogor, Jajal Yuk!

Bogor dikenal sebagai kota tujuan wisata favorit terdekat dari Jakarta. Selain alamnya yang sejuk, Bogor juga memiliki kuliner yang wajib untuk dijajal jika berkunjung ke kota hujan ini.

 

Kota Bogor , seperti Bandung dan Yogyakarta, diterpa dengan deretan kafe dan kuliner berkonsep modern. Meski begitu, Bogor tetap memliki kuliner legendaris yang telah bertahan selama beberapa dekade.

 

Bogor pun lebih populer untuk memenuhi hasrat pecinta wisata kuliner yang menggebu karena relatif mudah dicapai dari Jakarta dengan banyak cara. Selain menggunakan kendaraan pribadi, cara paling mudah ke Bogor adalah dengan menggunakan KRL Commuter Line yang melayani rute komuter dari berbagai daerah di Jadetabek.

 

Lalu apa saja kuliner legendaris di Bogor dan dimana menemukannya? Berikut rekomendasinya.

kuliner bogorToge Goreng

Meski menyematkan kata “goreng” cara memasak makanan berbahan dasar tauge ini sebenarnya direbus.

 

Bila makanan lain direbus di dalam panci, memasak tauge untuk toge goreng ini menggunakan wadah yang bentuknya mirip wajan di atas api yang dihasilkan oleh kayu bakar. Karena menggunakan wadah yang mirip wajan, akhirnya makanan ini disebut dengan toge goreng.

 

Tauge yang sudah direbus, disajikan di atas piring yang sudah berisi potongan ketupat, tahu goreng, dan mi kuning basah, setelah itu, baru disiram dengan bumbu tauco.

 

Rasanya merupakan campuran asam dan manis jadi terasa menyegarkan. Sebagai pelengkap, kerupuk bisa ditambahkan sebagai teman hidangan ini.

 

Toge Goreng Pak Inin yang berlokasi di Jalan Ir. H. Juanda No 62, tepatnya di gang samping Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bogor adalah salah satu tempat Anda dapat melahap toge goreng. Toge Goreng Pak Inin sudah membuka lapaknya sejak tahun 1965 dengan harga Rp 35, sedangkan saat ini satu porsinya dihargai Rp 15.000.

Ngo Hiang

Jika Semarang memiliki lumpia, Bandung dengan siomai, maka Bogor juga punya kuliner lokal dengan pengaruh Tiongkok, yakni ngo hiang.

 

Makanan ini bentunya mirip rolade, daging ayam atau daging babi olahan digulung dan digoreng dengan tepung. Ngo hiang disajikan bersama potongan kentang, tahu goreng, serta saus khusus yang rasanya cenderung manis, sehingga ditambahkan sambal dan acar yang terbuat dari lobak, timun, dan wortel yang membuat rasa ngo hiang semakin kaya.

 

Tempat untuk menyantap ngo hiang yang terkenal di Bogor adalah Ngo Hiang Asli Gang Aut yang berlokasi di Jalan Surya Kencana, 309 A. Satu porsi ngo hiang, baik daging ayam atau babi dijual seharga Rp 33.000.

 

Ngo Hiang Asli Gang Aut merupakan restoran yang pertama kali menjual ngo hiang di Bogor. Pemilik restoran awalnya hanya memakai pikulan berjalan keluar masuk gang. Akhirnya sekitar tahun 1990 pemilik restoran ini pun baru bisa menetap di lokasi sekarang.

Doclang

Kuliner ini merupakan makanan khas tradisional Bogor, doclang sendiri termasuk makanan yang sederhana.

 

Isi doclang sendiri terdiri atasĀ  irisan kentang, tahu, potongan telur rebus, dan lontong yang dibungkus daun patat. Setelah ditata di atas piring, isian tersebut disiram bumbu kacang dengan campuran tauco, kemudian dibubuhi kerupuk dan bawang goreng. Bagi yang gemar citarasa pedas dapat menambahkan sambal yang tersedia.

 

Dahulu doclang dijual dengan cara dijajakan berkeliling dari satu daerah ke daerah lainnya dengan cara dipikul. Makanan ini umumnya disantap untuk sarapan, namun kini banyak penjual yang menjajakannya dengan gerobak yang tersedia dari pagi sampai sore atau malam hari di kawasan Jembatan Merah Bogor.

 

Salah satunya adalah Doclang 405, yang lokasinya di Jalan Kapten Muslihat No.22. Meski lapaknya kecil namun tetap selalu ramai oleh pelanggan. Satu porsi doclang di sini dijual dengan harga Rp 12.000.

Soto Kuning

Hampir semua daerah di Indonesia memiliki soto khasnya, termasuk Bogor. Sesuai dengan namanya, soto di Bogor memiliki ciri khas kuah berwarna kuning yang gurih hasil olahan kaldu yang dicampur santan serta rempah seperti kunyit, serai, dan lengkuas.

 

Kemudian untuk isiannya, konsumen dapat memilih sendiri, mulai daging ayam, daging sapi, hingga jeroan sapi seperti usus, paru, kikil, iso, dan babat. Sebelum disiram kuah kuning, isian tersebut terlebih dahulu dipotong-potong, diberi garam, lada, potongan tomat, perasan jeruk limau, cuka, kemudian ditaburi daun bawang dan bawang goreng.

 

Hidangan ini disantap dengan nasi hangat, emping, dan perkedel kentang. Karena hangat, soto kuning cocok disantap saat malam hari atau saat suhu udara Bogor sedang dingin karena hujan.

 

Ada beberapa tempat yang menjajakan soto kuning, salah satunya adalah Soto Kuning Bu Titin yang berlokasi di Jalan Mantarena. Di sini, soto kuning dijual berdasarkan potongan isiannya. Untuk satu potong daging ayam dijual Rp 8.000, sedangkan daging sapi dan jeroannya dijual Rp 7.000 per potong.

 

Sudah lapar? Kuliner legendaris mana yang akan dicoba terlebih dahulu?