Kenali Istilah CBU dan CKD serta Hubungannya dengan Pajak

By Arris Riehady - Agustus 22, 2019

Dalam dunia otomotif ada istilah CBU dan CKD. Yuk kenali lebih dalam istilah CBU dan CKD serta hubungannya dengan PPnBM.

istilah CBU dan CKD

Ketika membeli mobil ada banyak pertimbangan yang dilakukan, mulai dari fungsi, model, layanan purna jual, merek, dan harga. Tentu, Anda sebagai pembeli dan pemakainya tidak ingin menyesal di kemudian hari.

Perlu diketahui, ada banyak faktor mengapa harga tiap mobil itu berbeda. Salah satu pembedanya adalah istilah CBU dan CKD, bahkan ada pula IKD yang akan dipasarkan oleh Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM).

Di Indonesia, istilah CBU dan CKD, serta IKD ini tertuang dan diatur dalam peraturan Menteri Perindustrian 275/MPP/KEP/6/1999 tentang Industri Kendaraan Bermotor.

Baca juga: 10 Alasan Beli Mobil secara Online Lebih Untung

istilah CBU dan CKD

Peraturan ini memberikan hak kepada Kementerian Perindustrian Republik Indonesia untuk menentukan bahwa kendaraan bermotor yang akan diproduksi atau dipasarkan di Indonesia masuk ke dalam golongan CBU, CKD, atau IKD.

Dimulai dari IKD atau Incompletely Knock Down. Istilah ini belum lama dikenalkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk menekan harga mobil impor.

Mobil yang oleh ATPM atau importir umum didatangkan dalam bentuk terurai, seperti rangka, mesin, bodi, dan poros atau as roda.

Untuk proses perakitan mobil IKD pun harus di pabrik yang telah mendapatkan izin resmi dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia sebagai perusahaan industri perakitan kendaraan bermotor.

Baca juga: Jangan Sampai Menyesal, Baca Dulu Tips Agar Tidak Salah Beli Mobil Baru

Sekarang, yuk kenali lebih dalam istilah CBU dan CKD serta hubungannya dengan PPnBM (pajak penjualan atas barang mewah)!

Berita Terkait

Author

What (apa), Who (siapa), When (kapan), Where (dimana), Why (kenapa), dan How (bagaimana). Suka kecepatan dan ketinggian. I am @arristoocrazy!