Fitur Toyota Safety Sense, Bikin Berkendara Makin Aman

Toyota selalu berinovasi dalam meningkatkan teknologi pada mobil-mobilnya, salah satunya Toyota Safety Sense (TSS). Yuk kenalan lebih dalam.

Toyota Kijang Innova

Saat ini, fitur keselamatan dalam sebuah mobil yang menunjang kenyamanan dan keamana dalam berkendara menjadi salah satu faktor penting ketika konsumen ingin memiliki kendaraan pribadi.

Diiringi dengan peningkatan teknologi di industri otomotif yang kian pesat, Toyota meningkatkan fitur keselamatan melalui teknologi Toyota Safety Sense (TSS).

Toyota Safety Sense yang merupakan kesatuan dari beberapa fitur keselamatan mulai dari Pre-Collision System (PCS), Lane Tracing Assist (LTA), Automatic High Beam (AHB), Blind Spot Monitor (BSM), dan Rear Cross Traffic Alert (RCTA).

Baca juga: Toyota New Alphard Lebih Safety dan Vellfire Lebih Sporty

Di Indonesia, sudah ada beberapa mobil dengan Toyota Safety Sense, yang terbaru adalah Toyota Raize. SUV compact ini menjadi mobil dengan harga paling terjangkau dengan fitur keselamatan tercanggih saat ini.

Selain itu, Toyota juga telah menyempurnakan Adaptive Cruise Control (ACC) pada Toyota Alphard dan Toyota Vellfire yang dapat diaktifkan sejak kecepatan 0 kilometer per jam.

Mobil lainnya yang sudah dilengkapi Toyota Safety Sense antara lain Toyota Corolla Altis dan Toyota Camry.

Toyota New Vellfire

Keunggulan Toyota Safety Sense

Toyota Safety Sense dirancang untuk memberikan peringatan dini kepada pengemudi ketika mobil berada dalam keadaan tidak aman atau bahaya.

Baca juga: Beda Harga dan Varian Toyota Raize, Gak Sampai Rp 300 Juta!

Peringatan tersebut berupa petunjuk yang ada di panle instrumen hingga bunyi sehingga pengemudi lebih waspada dan mengurangi resiko terjadinya kecelakaan.

Sementara dengan LTA, maka akan memberitahu pengemudi dengan peringatan bila mobil tidak sengaja keluar dari jalurnya.

Lalu, Automatic High Beam (AHB) bekerja pada malam hari dengan sensor yan membaca cahaya.

Bila minim penerangan makan lampu jauh akan aktif, dan bila cahaya normal atau ada mobil dari depan lampu depan dekat kembali aktif.

Baca juga: Impresi Pertama All New Toyota Corolla Altis: Makin Sporty dan Canggih

Jika ingin parkir atau berpindah jalur, ada Blind Spot Monitor (BSM) yang memantau kendaraan di belakang dan tidak terlihat dari spion.

Terakhir Rear Cross Traffic Alert (RCTA) yang dapat membaca rambu lalu lintas dan akan ditampilkan pada layar MID. Dengan fitur diharapkan pengemudi lebih patuh terhadap rambu lalu lintas selama perjalanan.

Toyota Safety Sense

Sejarah Pekembangan Toyota Safety Sense

Dalam sejarahnya, Toyota Safety Sense sudah dikembangkan sejak tahun 1960. Toyota saat itu menciptakan sebuah inovasi fitur keselamatan Analogically Controlled ABS yang disematkan pada Toyota Crown.

Baca juga: Keunggulan Platform TNGA di Mobil-Mobil Toyota Masa Kini

Begitu juga degan kontrol traksi (Traction Control), Toyota sudah memperkenalkannya pada era tahun 1980-an. Selama 20 tahun (1960-1980), Toyota fokus pada fitur keselamatan untuk manuver.

Selain dua fitur tersebut, juga ada fitur Toyota Electronic Modulated Suspension, Velocity Corresponded 4WS, dan Rear Detecting and Ranging System.

Toyota Soarer menjadi salah satu mobil yang pertama kali menggunakan fitur-fitur tersebut.

Memasuki tahun 1990, fitur keselamatan yang diperkenalkan Toyota semakin variatif. Tercatat ada 10 fitur keselamatan yang sudah diaplikasikan di produk Toyota pada rentang tahun 1990-1995.

Sebut saja Vehicle Stability Control (VSC), Active Suspension System, Rear View Monitor, 4WD Integrated Control, Rear Fog Lamp, Relative Absorber System, dan Sport ABS.

Baca juga: Hasil Uji Tabrak Toyota Raize dan Daihatsu Rocky

Pada tahun 1996, Toyota juga menemukan sebuah inovasi fitur TPMS (Tire Pressure Monitoring System) yang berfungsi mendeteksi tekanan angin pada ban.

Fitur ini pernah dipakai oleh Toyota Highlander generasi pertama yang diluncurkan tahun 2000.

Memasuki tahun 1997, fitur-fitur baru yang tidak kalah canggih turut diperkenalkan seperti Brake Assist dan Radar Cruise Control.

Kedua fitur ini masih digunakan sampai sekarang dengan penyempurnaan mengkuti perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

Sejak ditemukannya fitur VSC tahun 1995 yang kemudian digunakan pada mobil sedan, Toyota terus melakukan pengembangan agar fitur ini untuk dapat diaplikasikan di tipe mobil lainnya.

Pada tahun 1998, VSC mulai disematkan ke mobil berjenis minivan. Tahun berikutnya giliran mobil SUV yang menggunakan fitur ini.

Baca juga: Hasil Uji Tabrak Toyota Fortuner dan Toyota Kijang Innova

Perbedaan dimensi tentu menjadi dasar penyempurnaan fitur VSC yang sebelumnya hanya di mobil sedan.

Baru pada penghujung 90-an, tepatnya di 1999, fitur ABS mulai dikombinasikan dengan fitur EBD (Electronic Brake Distribution).

Memasuki abad ke-20, fitur-fitur yang diciptakan Toyota semakin canggih. Ada Radar Cruise Control with Brake Control yang berfungsi sebagai pengatur kecepatan dengan menghubungkan ke pengereman.

Kemudian Backing Assist Rear View Monitor System sebagai pengaman ketika pengemudi akan parkir, sehingga tidak menabrak objek di belakang.

Ada juga Night View System yang berguna untuk memperjelas visibilitas pada malam hari, Lane Departure Monitoring System yang berfungsi menjaga mobil tetap pada jalurnya, Downhill Assist Control dan Hill Start Assist Control yang menjaga mobil agar tidak merosot saat tanjakan atau turunan.

Pada tahun 2003-2004, Toyota tidak hanya menyempurnakan fitur yang sudah ada sebelumnya, tapi juga mengaplikasikan banyak fitur baru sebagai wujud komitmen untuk menciptakan mobil yang aman dan nyaman.

Baca juga: Hasil Uji Tabrak Toyota Corolla Cross, Bintang 5 ASEAN NCAP

Beberapa di antaranya ialah Intelligent Parking Assist yang dapat membantu pengemudi untuk memarkir kendaraan dan Kinetic Dynamic Suspension System yang menjaga mobil tetap stabil baik saat on-road maupun off-road.

Masuk di tahun 2007, produk Toyota mulai menggunakan LED sebagai lampu utama agar bisa memberikan pandangan jernih saat mengemudi di malam hari.

Pada tahun 2009, Toyota pertama kali memperkenalkan Fitur Multi-Terrain Select di Toyota Land Cruiser yang membuat mobil SUV bisa melalui medan apapun.

Toyota Raize

Keperluan fitur navigasi yang meningkat membuat Toyota terus mengembangkan kemampuan teknologi mereka.

Sekitar tahun 2011 fitur navigasi Toyota sudah bisa memberi peringatan kepada pengemudi bila salah jalan atau arah dengan nama Navigation System Wrong-way Driving Alerts.

Selain itu juga ditambahkan menu Driving Safety Support System (DSSS) pada menu navigasi terbaru Toyota.

Baca juga: Mengenal NCAP, Standar Keselamatan Mobil Masa Kini

Fitur Lane Departure Alert yang berfungsi sebagai pengingat pengemudi saat tidak berada pada jalurnya atau menyentuh marka jalan mulai diterapkan tahun 2012 pada Toyota Prius.

Setahun kemudian kemampuannya ditingkatkan dengan mengontrol setir yang menjadikan fitur ini tidak hanya berfungsi memberi peringatan tapi juga secara otomatis akan membenarkan posisi mobil sesuai jalurnya.

Meski fitur keselamatan sudah berteknologi canggih, namun tetap pengemudi memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan kenyamana dalam berkendara.

Oleh karena itu selalu patuhi rambu lalu lintas, jaga kecepatan dan jarak aman, serta selalu gunakan sabuk pengaman ya.