Ban Mobil Perlu Dirotasi, Apa Alasannya dan Bagaimana Caranya?

Ternyata ada beberapa alasan penting mengapa ban mobil perlu dirotasi. Biar gak kudet, langsung aja kepoin faktanya di sini!

ban mobil perlu dirotasi

Mungkin jarang terdengar fakta kenapa ban mobil perlu dirotasi. Ternyata salah satu alasannya untuk keamanan dan kenyamanan berkendara.

Fakta lainnya, merotasi ban mobil dapat memperpanjang usia pakai ban. Ini tentu saja akan membuat efisiensi dana alias bisa ngirit cuan!

Baca juga: Tips Mengatur Posisi Mengemudi Ideal untuk Pengendara Pemula

Merotasi ban artinya, menukar posisi ban bagian depan dan belakang yang punya sisi sama. Misalnya ban depan kiri ditukar dengan ban belakang yang sebelah kiri juga, atau rotasi ban mobil lazim juga dilakukan secara menyilang kanan dan kiri untuk roda depan dan belakang.  

ban mobil perlu dirotasi

Nah, apa saja sih yang harus diperhatikan dalam merotasi ban mobil?

  1. Pastikan tingkat keausan ban masih dalam skala normal. Tujuan rotasi ban adalah meratakan keausan pada keempat ban utama. Ban yang tingkat ausnya sudah parah sebaiknya diganti dan jangan dirotasi.
  2. Setelah melakukan rotasi, periksa semua kondisi ban dengan cek spooring serta balancing kaki-kaki mobil. Gangguan keseimbangan pada kaki-kaki mobil jelas akan mempengaruhi usia pakai ban.
  3. Jika ingin menggunakan ban cadangan, pastikan bentuk dan tipenya sama dengan ban yang akan dirotasi. Untuk mobil dengan penggerak roda depan (FWD), ban cadangan biasanya dipasang untuk ban belakang kiri. Sedangkan mobil dengan penggerak roda belakang (RWD) ban cadangan umumnya dipasang pada ban depan kanan. 
  1. Terakhir, selalu periksa tekanan angin sesuai standar yang ditetapkan pabrikan. Dengan demikian performa ban setelah dirotasi akan maksimal.

Baca juga: Tips Membersihkan & Menghilangkan Noda Aspal di Bodi Mobil

ban mobil perlu dirotasi

Ingat, ban yang dapat dirotasi adalah model ban full sized. Ban tipe ini adalah ban yang memiliki kesamaan bentuk, kembang atau alur serta dimensi dan lebar velg. Artinya, hanya ban dengan merk dan tipe yang sama yang dapat dirotasi.

Jika ban depan dan belakang memiliki ukuran velg berbeda, alur dan tapak yang tidak sama, sebaiknya tidak melakukan rotasi. Kesalahan umum yang biasanya dilakukan adalah ban cadangan yang berbeda bentuk dan ukuran digunakan untuk merotasi ban utama. 

Baca juga: Benarkah Ganti Oli jadi Perawatan Mobil Paling Mudah dan Murah? 

Pahami aturan rotasi ban

Menurut Didi Ahadi, Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM), ada sejumlah aturan yang harus dipahami dalam merotasi ban mobil. Tidak boleh sembarangan. 

Sebelum melakukan rotasi silang perhatikan alur ban. Untuk ban yang punya satu alur tidak bisa dilakukan rotasi model menyilang.

Baca juga: Banyak yang Belum Tahu, Apa Sih Fungsi ISOFIX di Mobil?

Untuk jarak tempuh ideal, sebaiknya ban dirotasi setiap 10.000 kilometer perjalanan. Namun jika kendaraan sering dibawa dalam kecepatan tinggi, rotasi ban sebaiknya dilakukan setiap menempuh jarak 5.000 kilometer.

ban mobil perlu dirotasi

Mitos rotasi ban

Adanya anggapan yang menyebut, ban dengan kualitas yang masih bagus sebaiknya dipasang dengan kondisi penggerak mobil. Mobil FWD, jika ban belakang yang masih bagus maka rotasi ban itu dilakukan ke depan.   

Menurut Didi, hal itu tidak benar. “Yang saya ketahui dari marker ban, baik mobil FWD maupun RWD ban yang paling bagus dipasang pada roda belakang. Ini karena ban belakang tidak bisa di-handling jika mengalami selip dan sebagainya,” terangnya.

Mitos lain menyebutkan ban belakang akan cepat aus ketimbang ban depan, ini juga disanggah Didi. Menurutnya semua tergantung pada model penggerak roda serta kebiasaan pengemudi dalam membawa kendaraan.

Baca juga: Nyetir Pakai Sandal, Sepatu, atau Nyeker, Kamu Tim Apa?

Logika sederhana, untuk mobil FWD, wajar jika ban depan cepat aus karena pemakaian. Sebab posisi ban lebih banyak bergerak seperti menarik dan berbelok. Demikian juga mobil RWD pasti akan mengalami kejadian serupa untuk ban belakang karena porsi kerja yang lebih berat.

Jadi setelah membaca penjelasan di atas, akan lebih paham alasan ban mobil perlu dirotasi. Rutin melakukan rotasi dijamin bikin awet ban dan hemat cuan!