Sejarah Toyota Supra dan Daya Tariknya di GIIAS 2019

24 July 2019

Selalu ramai di-review dan antre untuk difoto pengunjung, dialah Toyota GR Supra bintang GIIAS 2019. Bagaimana sejarah Toyota Supra sampai bisa melegenda hingga saat ini? Ini ceritanya!

sejarah toyota supra

Toyota pernah memamerkan Toyota Supra terbaru pada Geneva Motor Show 2018 dan mengenalkannya di ajang North American International Auto Show 2019, Amerika Serikat pada Januari 2019.

 

Tidak heran bila sejak awal, Toyota Supra memang sudah digadang-gadang bakal hadir di Gaikindo Indonesia International Auto Show 2019 atau GIIAS 2019. Kehadirannya pun sudah dinantikan oleh pecinta otomotif di Tanah Air.

 

Dalam sejarah, Toyota Supra diproduksi oleh Toyota Motor Corporation, Jepang, dari tahun 1978 sampai 2002. Mobil ini merupakan versi sport bermesin enam silinder dari Toyota Celica. Mulai tahun 1986, Toyota Supra menjadi mobil sport tersendiri yang tidak ada hubungannya dengan Toyota Celica.

 

Baca juga: Legenda Mobil Sport Era 90an, Toyota Celica dan Toyota Supra

Sejarah Toyota Supra

Generasi pertama Toyota Supra atau yang dikenal sebagai Mark I yang diproduksi pada 1978 hingga 1981 mewarisi DNA dari Toyota Celica. Mobol sport coupe ini menggunakan basis yang sama dengan saudaranya tersebut.

 

Kemudian, pada generasi kedua atau Mark II, Toyota melakukan perubahan pada mobil ini. Ubahan dapat dlihat mulai dari lampu utama yang kini menggunakan model pop up. Lampu ini digunakan karena seolah menjadi sebuah menu wajib sebuah mobil sport masa itu.

 

Generasi ketiga atau Mark III dari Toyota Supra dikenal dengan Supra A70 yang lahir pada 1986. Mobil ini menggunakan 3.0 liter DOHC enam silinder segaris. Pada zamannya kencang, tenaga yang dihasilkan dapat mencapai 200 daya kuda.

 

Masih menggunakan lampu pop up, namun desainnya lebih dinamis. Generasi ketiga Toyota Supra berakhir pada tahun 1992. Selama perjalanannya, Toyota beberapa kali memberikan ubahan di bagian mesin dan minor facelift.

Generasi legenda

Dalam sejarah Toyota Supra, generasi yang paling banyak diburu dan dicari kolektor dan pecinta mobil sport, baik di dunia maupun di Indonesia adalah generasi keempatnya atau Mark IV.

 

Toyota Supra Mark IV yang diproduksi pada 1993 sampai 2002. Generasi ini menghadirkan desain eksterior yang tidak lekang dimakan zaman (timeless).

 

Toyota Supra Mark IV dibekali mesin 2JZ-GE yang menyemburkan daya sebesar 220 hp dengan dua pilihan transmisi manual 6 kecepatan atau otomatis 4 kecepatan. Ada juga pilihan mesin Twin Turbo 2JZ-GTE yang bisa menyemburkan daya sebesar 276 hp. Keduanya pun masih diburu oleh para pecinta modifikasi dan banyak digunakan dalam mobil drift.

 

Tapi yang sebenarnya membuat mobil ini mendunia dan diburu adalah ketenarannya.

Toyota Supra Mark IV adalah bintang dalam film Hollywood The Fast and the Furious dan Furious 7. Keduanya merupakan kendaraan Brian O’Connor yang diperankan oleh almarhum Paul Walker. Bahkan Toyota Supra Mark IV yang digunakan pada The Fast and the Furious dengan warnya oranye terang laku dilelang dengan harga Rp 2,4 miliar.

 

Tak hanya itu, Toyota Supra Mark IV juga muncul dalam permainan balap mobil Gran Turismo untuk konsol PlayStation yang diproduksi oleh Sony Computer Entertainment.

 

Maka tak heran bila Toyota Supra Mark IV ini masih diburu, baik untuk koleksi atau kompetisi.

GIIAS 2019

Toyota GR Supra

Nah, bisa dibilang mobil sport Toyota yang mejeng di GIIAS 2019 adalah generasi kelima atau Mark V dalam sejarah Toyota Supra. Toyota bekerjasama dengan banyak pihak untuk menghadirkan kembali sang legenda di tengah pecinta otomotif, khususnya mobil sport.

 

Embel-embel GR pada Toyota Supra di GIIAS 2019 bukan sembarangan. GR sendiri adalah akronim dari Gazoo Racing, tim yang menangani mobil-mobil balap Toyota di ajang kompetisi dunia. Pada Toyota Supra, GR bertugas untuk men-tuning bagian mesin sehingga pemiliknya nanti dapat merasakan sensasi sebuah mobil sport yang sesungguhnya ketika dipakai di atas sirkuit.

 

Desain eksterior Toyota Supra terbaru ini banyak terpengaruh dari mobil klasik Toyota 2000GT. Bagian atapnya yang disebut double-bubble, dibuat untuk mereduksi hambatan angin dan membuat desain bodi eksteriornya lebih kompak namun masih tampak kekar.

 

Selain itu desain ini pun berfungsi untuk memberikan head room lebih di bagian interior, sehingga saat digunakan di atas sirkuit, pengumudi dapat menggunakan helm sebagai syarat untuk keamanan.

 

Mobil sport ini memiliki dimensi panjang 4.380 milimeter, lebar 1.865 milimeter, dan tinggi 1.295 milimeter. Jarak wheelbase-nya 2.470 milimeter, lebih pendek 100 milimeter dari model Toyota 86.

 

Toyota Supra terbaru hadir dengan distribusi bobot ideal 50:50 yang berkontribusi terhadap kedinamisan untuk pengendalian yang sempurna di berbagai lintasan.

toyota supra

Sementara untuk bagian kaki-kaki, Toyota GR Supra menggunakan double joint spring strut di depan dan multi link di belakang. Ukuran bannya menggunakan 255/35 untuk depan dan 275/35 untuk belakang. Keduanya menggunakan velg berukuran 19 inci dengan sistem pengereman yang di-support oleh Brembo.

 

Baca juga: Intip Fitur Toyota Supra Terbaru, Makin Sporty

 

Untuk mengimbangi kesan sporty, pada bagian interior Toyota Supra jok menggunakan desain semi-bucket dengan headrest menyatu serta itambah dengan tuas paddle shift di balik lingkar kemudinya.

 

Informasi berkendara seperti kecepatan, putaran mesin, suhu, jarak tempuh, bahan bakar, dan lain-lain terpampang pada panel instrumen digital seluas 8,8 inci.

 

Di atas kertas Toyota GR Supra yang dipamerkan di GIIAS 2019 menggendong mesin yang buas dengan konfigurasi enam silinder twin turbo dengan transmisi otomatis delapan percepatan berpenggerak belakang. Mesin ini menghasilkan dapat tenaga hingga 340 daya kuda.

 

Meski banyak yang berasumsi mesin ini adalah mesin yang sama digunakan pada BMW Z4, nyatanya di atas lintasan Toyota Supra jauh lebih unggul. Tidak percaya? Tonton saja video dari channel carwow berikut ini!

SHARE