Ring of Fire, Ini Bencana Alam yang Mengintai Kepulauan di Indonesia

Peristiwa kelam bencana alam acap terjadi di Indonesia. Dari banyaknya bencana alam, setidaknya bencana alam ini dapat mnjadi fokus utama Anda untuk selalu waspada.

Indonesia yang terletak di kawasan Cincin Api Pasific (Pacific Ring of Fire) mempunyai potensi yang besar mengalami bencana alam. Pasalnya, Indonesia berada  di antara gugus gunung api dan titik pertemuan lempeng bumi yang rawan terhadap bencana alam yang mengerikan.

 

Bahkan, pada 2018 banyak bencana alam yang menerpa negeri ini. Salah satu yang terbilang membekas di ingatan ialah tsunami di Palu dan Donggala sekitar bulan Oktober. Lalu, disusul tsunami Selat Sunda yang terjadi di wilayah Banten, khususnya Anyer, Tanjung Lesung, Carita, dan sekitarnya pada bulan Desember.

 

Sejumlah gedung pemerintah, swasta, dan rumah miliki warga rata diterpa gelombang besar tsunami. Perekonomian pun lumpuh dan menyisakan duka berkepanjangan.

 

Menurut informasi yang beredar, pada Minggu (28/7) tadi malam, wilayah Banten diterpa bencana alam kembali, kali ini gempa bumi. Menurut Info BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), gempa bumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami.

 

Dari deretan bencana yang muncul, bencana alam apa saja yang berpotensi melanda Indonesia?

Gempa Bumi

Gempa bumi merupakan bencana alam yang terbilang rawan. Frekuensi getaran dari gempa ini beragam, ada yang rendah, sedang, dan bahkan dahsyat hingga bisa menghancurkan bangunan.

 

Jika dilihat dari penyebabnya, gempa bumi disebabkan oleh getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi secara tiba-tiba sehingga menciptakan gelombang seismik, yang dapat mengakibatkan gempa tektonik ataupun vulkanik.

 

Baca juga: Apa yang Dilakukan jika Terjebak di Mobil Saat Gempa Bumi?

 

Gempa bumi terbesar di Indonesia terjadi di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), tepatnya di Banda Aceh. Gempa bumi tersebut berkekuatan atau bermagnitudo 9,1 hingga 9,2 dari dasar laut sebelah Barat Aceh, yang setelah itu diikuti pula oleh gelombang tsunami. Gempa bumi Banda Aceh terjadi pada 26 Desember 2014 silam.

 

Tsunami

Hampir sama dengan gempa bumi, tsunami juga menjadi bencana alam berikutnya yang rawan terjadi di Indonesia sebagai negara kepulauan di cincin api. Tsunami dapat menjadi bencana alam yang memilukan karena dapat menghancurkan gedung bertingkat, rumah, dan merenggut korban jiwa dalam sekejap melalui gelombang air laut.

 

Baca juga: 7 Tempat Paling Kece Buat Menikmati Sunset di Jogja

 

Tsunami ini disebabkan oleh serangkaian gelombang laut raksasa yang timbul karena adanya pergeseran di dasar laut akibat gempa bumi. Karenanya, gempa bumi juga bisa diikuti tsunami bila gempa yang dihasilkan cukup dahsyat. Contohnya, tsunami yang diakibatkan letusan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

 

mobil Terobos banjir

Banjir

Bencana banjir dapat dikatakan sebagai bencana yang paling sering melanda Indonesia. Kondisi musim penghujan juga menjadi pendukung yang mengakibatkan Indonesia sering diterpa bencana banjir tersebut.

 

Curah hujan dan adanya pasang surut air laut menjadi faktor utama terjadinya banjir. Selain itu, perilaku manusia juga membawa dampak negatif yang dapat mempercepat terjadinya banjir. Misalnya, membuang sampah  sembarangan dan membangun pemukiman di tepi kali sehingga mempercepat terjadinya banjir.

 

Tanah longsor

Tanah Indonesia yang dikenal sangat subur dapat menghasilkan tanaman apa saja. Ada banyak tumbuhan yang hidup di setiap wilayah negeri ini. Bahkan karena suburnya tanah Indonesia, sejarah mencatat akibat hal itulah Indonesia dijajah.

 

Meski subur, bencana tanah longsor pun tak bisa dihindari. Pada 31 Desember 2018, tercatat bahwa warga Kampung Cigarehong, Sukabumi, terkena musibah tanah longsong. Bencana yang terjadi secara alamiah dan tak dapat dicegah itu disebabkan oleh percampuran massa tanah atau batuan atau percampuran keduanya sehingga mengganggu kestabilan tapnah penyusunan lereng.

 

Akibat bencana ini, perekonomian warga terganggu, dapat menjerat korban jiwa, dan merusak rumah.

Gunung Meletus

Sebagai resiko berada di ring of fire, maka tak heran gunung berapi yang masih aktif di Indonesia meletus. Gunung berapi yang meletus ini juga memiliki rangkaian yang panjang dampaknya, mulai dari debu vulkanik, gempa tektonik, hingga lahar panas dan dingin.

 

Letusan gunung berapi yang paling dahsyat terjadi pada jaman purba di Sumatra Utara, peneliti menduga pada jaman purba terdapat supervolcano atau gunung berapi raksasa. Gunung itu kemudian meletus dan kawahnya menjadi danau yang kini dikenal dengan Danau Toba.

 

Bukan itu saja, Gunung Krakatau yang berada di Selat Sunda tercatat juga meletus dengan dahsyat. Bahkan debunya sampai menutup benua Eropa pada jaman abad ke 19 silam berimbas tsunami besar dan muntahannya membentuk Gunung Anak Krakatau.

 

Bagaimana mengatasinya?

Kesinambungan alam memang menjadi syarat mutlak yang harus dijaga. Untuk merawatnya, perlu adanya tatanan pembangunan yang pro alam (tanpa mengganggu ekosistem) dan sikap manusia yang eco-friendly pun perlu diwujudkan . Dengan begitu, kita dapat memperkecil terjadinya bencana, yang mungkin disebabkan oleh manusia.

 

Namun, bila bencana terjadi, tetap tenang dan utamakan keselamatan jiwa: diri Anda, keluarga, dan korban sekitar yang membutuhkan bantuan. Jangan lupa pantau terus perkembangan dan informasi dari lembaga pemerintah.

 

Jadi, tetap waspada. Sebab keselamatan bersama di atas segalanya.