Rekomendasi Kuliner di Blok S, Cobain Yuk!

17 May 2018

kuliner blok sPecinta wisata kuliner Jakarta pastinya sudah tidak asing dengan Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) Blok S. Lokasi persisnya ada di Jalan Birah Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

 

Awalnya Pujasera Blok S hanyalah tempat parkir dengan banyak pedagang yang menempati tenda-tenda. Namun, atas usulan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi DKI Jakarta, pada tahun 2005 tempat ini disulap menjadi lebih rapih.

 

Pujasera Blok S biasanya akan diserbu pecinta kuliner pada jam makan siang dengan banyaknya karyawan yang datang. Sementara di malam hari atau akhir pekan biasanya dipenuhi anak-anak muda, nongkrong sambil makan bersama teman-temannya.

 

Ada banyak alasan mengapa pujasera di samping lapangan sepakbola Jalan Suryo ini, masih menjadi tempat favorit banyak orang untuk menikmati kuliner. Beragam makanan ditawarkan di sini. Anda tinggal memilih sesuai selera.

 

Bosan dengan makanan yang ada di kantin kantor, saya pun memutuskan untuk makan siang di Pujasera Blok S bersama teman-teman. Setibanya, tukang parkir dengan sigap mencarikan ruang untuk saya memarkirkan kendaraan.

 

Kuliner Blok S menawarkan mulai segala macam nasi goreng, nasi kebuli, tongseng, sop, soto, bakso, siomay, dim sum, dan masih banyak lainnya. Begitu juga dengan minumannya. Jika bingung, mau makan apa, ada baiknya Anda menyusuri dulu kios-kios yang ada di sini.

 

Bakso Pak Joni

Pilihan pertama saya jatuh pada Bakso Kumis yang memang sudah menjadi legenda. Sayangnya, saat saya masuk dalam antrean, pelayan berteriak “baksonya habis!”

 

Beruntung selain Bakso Kumis, ada juga Bakso Pak Joni. Di kiosnya saya memesan bakso urat. Begitu datang, di dalam mangkuk terdapat empat buah bakso yang masing-masing sebesar bola pingpong, dengan bihun, serta taburan seledri dan bawang goreng.

 

Kuahnya bening, namun begitu diseruput langsung terasa kaldunya menggunakan daging sapi asli. Karena bakso urat, teksturnya memang kasar, tapi begitu masuk mulut, untuk mengunyahnya tidak perlu banyak tenaga. Empuk! Pada bagian tengahnya pun juicy.

 

Selain bakso urat yang saya pesan, Bakso Pak Joni juga menawarkan bakso polos, bakso telur, dan bakso siomay. Kelihatannya unik, saya pesan lagi bakso siomay.

 

Jadi ini adalah bakso yang disiram dengan saus kacang seperti penyajian siomay pada umumnya. Bakso yang digunakan adalah bakso halus, namun Anda dapat menggantinya dengan bakso yang lain.

 

Semangkuk baksonya dijual dengan harga mulai Rp 20.000.

 

Nasi Kebuli Warung Marwah

Rugi rasanya jika sudah datang niat kuliner Blok S tapi tidak mencicip makanan yang lainnya. Karena itu, setelah bakso selesai dicerna dan mulai turun ke perut, saya mulai melirik menu-menu selanjutnya yang akan dicoba.

 

Pilihan pun datang ke menu nasi kebuli yang ditawarkan Warung Marwah. Ada dua pilihan nasi kebuli, yakni nasi kebuli ayam dan nasi kebuli kambing.

 

Berhubung sebelumnya sudah makan daging sapi, untuk kali ini saya memesan nasi kebuli ayam. Saat pelayan mengantarkan pesanan, saya lihat di atas piring ada ayam bagian dada yang digoreng, nasi dengan taburan bawang goreng, kerupuk, emping, dan sayuran.

 

Ya, penyajiannya lebih mirip nasi goreng ketimbang nasi kebuli. Namun saya terlalu cepat mengambil keputusan. Begitu sesuap nasinya saya coba, citarasanya gurih. Kental sekali penggunaan minyak samin dan esensi kambing.

 

Sementara ayamnya, terasa garing di luar, dan bagian dalamnya tetap lembab. Matang sempurna! Satu porsi nasi kebuli ayam dihargai Rp 40.000.

 

Es Podeng

Salah satu menu penyegar dan penutup yang banyak ditawarkan di Pujasera Blok S adalah es podeng. Harganya pun terjangkau, hanya Rp 10.000 per porsinya.

 

Podeng sendiri berasal dari bahasa Madura yang berarti putar atau puter. Jadi es podeng disebut juga es puter.

 

Bagi yang belum tahu, es podeng adalah es krim tradisional. Biasanya disajikan dengan tambahan bahan-bahan, seperti serutan jeli, ketan hitam, alpukat, potongan roti, susu kental manis, mesis, dan kacang.

 

Untuk memakannya, tiap orang memiliki cara yang berbeda-beda. Ada yang diaduk hingga bercampur menjadi satu. Ada juga yang tidak dicampur, makan dengan perlahan. Saya adalah tipe yang pertama.

 

Love at the first bite itulah ungkapan yang pas untuk suapan pertama es podeng ke dalam mulut. Cocok untuk menyegarkan teriknya siang dan penutup menu-menu yang sebelumnya sudah saya makan.

 

Yang saya suka dari es podeng ini adalah rasa manisnya yang pas sehingga tidak enek dan bikin sakit tenggorokan, sehingga dapat dinikmati hingga suapan terakhir.

 

Tertarik ke Pujasera Blok S sebagai tujuan wisata kuliner Anda selanjutnya? Total ada sekitar 40 kios yang menjajakan makanan di sini. Kios-kios itu biasanya mulai melayani pelanggan mulai pukul 10:00 WIB, dan akan tutup jika makanan yang disediakan telah terjual habis.

Arris Riehady

SHARE