Membayar Asuransi Saat Membuat SIM, Wajib atau Tidak?

By Reka Harnis - June 2, 2020

Tak sedikit yang belum mengetahui informasi mengenai pembayaran asuransi saat membuat SIM. Sebenarnya, wajib atau tidak?

asuransi saat membuat sim

Sebagai warga negara Indonesia yang sudah berusia 17 tahun ke atas, kamu berhak untuk mengajukan Surat Izin Mengemudi (SIM). Terlebih jika kamu akan mengemudikan kendaraan bermotor di jalan raya, maka hukumnya wajib untuk memiliki SIM.

Saat membuat SIM, pemohon akan mendapatkan kartu asuransi dari PT Asuransi Bhakti Bhayangkara (ABB). Untuk mendapatkannya, kamu harus membayar Rp 30.000.

Sebenarnya, pemohon tidak diwajibkan untuk mengikuti asuransi saat membuat SIM. Namun terkadang, minimnya informasi mengenai asuransi ini membuat sebagian orang menganggap harus memilikinya saat mengajukan pembuatan SIM.

Sebenarnya, asuransi saat membuat SIM bersifat opsional, atau tidak wajib dimiliki oleh pemohon saat pembuatan SIM. Artinya, kamu tidak harus mengeluarkan biaya untuk asuransi tersebut bila tidak menginginkannya.

Baca juga: Tabrak Kendaraan Lain Bisa Klaim Asuransi untuk Ganti Rugi?

Para pembuat SIM nantinya memang akan mendapatkan sebuah kartu Asuransi Kecelakaan Diri Pengemudi (AKDP). Kartu berwarna biru dengan aksen kuning ini memberikan penjelasan tentang manfaat dan prosedur klaim asuransi. 

Bagi pemegang SIM C, ABB akan memberikan santunan Rp 2 juta jika yang bersangkutan meninggal dunia atau cacat tetap. Sementara biaya perawatan rumah sakit Rp200 ribu. Untuk pemegang SIM A, besarnya santunan dan perawatan rumah sakit bisa mencapai 2 kali lipat.

Bila asuransi SIM masih ada, pengemudi yang mengalami kecelakaan lalu lintas bisa mengajukan klaim.

Klaim bisa diajukan apabila terjadi kecelakaan berkendara yang mengakibatkan cacat permanen atau meninggal dunia. Sebagai informasi, kartu asuransi ini memiliki masa berlaku yang sama dengan SIM, yakni selama lima tahun.

Berita Terkait

Author