Cara Mengurus Blokir STNK Kendaraan yang Sudah Dijual Secara Online

By Reka Harnis - July 23, 2020

Mau jual kendaraan lama? Agar tidak terkena pajak progresif, jangan lupa blokir STNK kendaraan kamu ya.

blokir stnk

Sejak 1 Juni 2015, Pemerintah DKI Jakarta membuat kebijakan baru mengenai sistem pajak progresif. Tidak hanya berdasarkan nama, pajak progresif kendaraan juga didasarkan pada alamat wajib pajak.

Sebagai contoh, seorang pemilik kendaraan memiliki lebih dari dua mobil, meski nama pemilik berbeda, jika kedua nama tersebut tinggal di alamat yang sama, maka mobil kedua akan terkena pajak progresif.

Baca juga: Cara Mengurus STNK dan BPKB yang Hilang atau Rusak Karena Banjir

Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2015, besaran tarif pajak yang akan dibebankan kepada pemilik kendaraan pribadi untuk kendaraan kedua adalah 2 persen dari nilai jual kendaraan pertama.

Besaran pajak akan naik 0,5 persen untuk jumlah kepemilikan kendaraan berikutnya, sampai 10 persen dengan kepemilikan 10 kendaraan.

Berikut detail tarif pengenaan pajak progresif di DKI Jakarta; 

  • Kendaraan pertama besaran pajaknya 2 persen. 
  • Kendaraan kedua besaran pajaknya 2,5 persen. 
  • Kendaraan ketiga besaran pajaknya 3 persen. 
  • Kendaraan keempat besaran pajaknya 3,5 persen. 
  • Kendaraan kelima besaran pajaknya 4 persen. 
  • Kendaraan keenam besaran pajaknya 4.5 persen. 
  • Kendaraan ketujuh besaran pajaknya 5 persen, 
  • dan seterusnya hingga kepemilikan ke-17 dengan pengenaan pajak 10 persen. 

Perlu diketahui, jumlah tersebut belum termasuk Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) dan biaya yang termasuk ke dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang tertulis dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016.

Sementara untuk di wilayah lain seperti Jawa Barat, aturan pajak progresif tertuang dalam Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah.

Baca juga: Cara Mengurus STNK Online Tanpa Keluar Rumah dengan Mudah

Pada aturan tersebut, dikatakan bahwa tarif pajak kepemilikan kendaraan di Jawa Barat mulai dari 1,75 persen. Kemudian, terus bertambah sebesar 0,5 persen seiring meningkatnya kuantitas atau jumlah kendaraan. Batas maksimal pengenaan pajak sampai 10 persen.

Nah, untuk menghindari pajak progresif, salah satu cara paling tepat adalah dengan memiliki satu unit mobil dan satu sepeda motor saja. Sebab, jika punya lebih dari itu kamu harus membayar pajak tambahan yang diterapkan berdasarkan nama dan atau alamat pemilik kendaraan.

Berita Terkait

Author