Bukan Cuma Jarak Tempuh yang Jadi Acuan Mengganti Oli Mesin

22 August 2019

Kapankah waktu yang tepat untuk mengganti oli mesin mobil? Ini panduannya.

mengganti oli mesin

Rentang waktu penggantian oli masih dipandang sebelah mata oleh sebagian pemilik mobil. Padahal, bila terus ditunda-tunda, kualitas oli akan menurun. Hal itu akhirnya berpengaruh terhadap kinerja mesin, bahkan dapat menimbulkan kerusakan.

 

Tetapi, kapan waktu yang tepat untuk mengganti oli? Bagaimana hitungan idealnya?

 

Umumnya, pemilik mobil disarankan mengganti oli berdasarkan masa pakai atau jarak tempuh. Namun, standar ini tidak harus dijalankan sepenuhnya, karena ada faktor-faktor lain yang membuat mobil harus mengganti oli lebih cepat, yaitu sebelum jarak tempuh yang ditentukan.

 

Setidaknya ada 3 faktor selain jarak tempuh yang harus diperhatikan oleh pemilik mobil untuk menentukan jadwal ganti oli. Selengkapnya dapat Anda simak di bawah ini.

 

Running engine hour

Biasanya, pengukuran ini dilakukan pada mobil di kota-kota besar yang sering terjebak macet setiap harinya. Running engine hour adalah lamanya mesin mobil menyala dan bekerja sejak pertama kali dihidupkan sampai pemakaian terakhir.

 

Baca juga: 5 Fakta dan Mitos Seputar Oli Mesin Mobil

 

Jadi, walaupun jarak tempuh mobil belum mencapai angka yang ditentukan, tetapi mesin sudah bergerak lebih banyak dan bekerja lebih keras karena macet. Oleh karena itu, bila putaran mesin sudah mencapai standar kilometer jarak tempuh, sebaiknya segera ganti oli mesin mobil Anda.

 

Anda bisa menggunakan engine running hour meter untuk mengukur berapa lamanya mesin mobil dihidupkan.

 

Beban kendaraan

Mobil yang sering memikul beban berat, baik beban penumpang ataupun barang, akan membuat mesin ikut bekerja keras membawa beban tersebut. Apalagi jika beban yang dibawa tidak sesuai dengan standar dari pabrikan, mesin membutuhkan tenaga ekstra untuk membuat mobil berjalan.

 

Kejadian itu dapat membuat oli mesin mengalami stres sehingga proses pelumasan tidak sempurna dan sangat berpotensi merusak komponen-komponen di dalamnya.

 

Baca juga: Mitos atau Fakta: Oli Mesin Mobil Matic Lebih Awet Daripada Manual?

 

Bagi Anda yang sering mengangkut beban berat dengan mobil, sebaiknya melakukan pergantian oli lebih awal demi menjaga performa mesin.

 

Jenis oli yang digunakan

Jenis oli memiliki masa pakai yang berbeda-beda, tergantung dari kebutuhannya. Setiap mobil juga punya standar yang berbeda dalam penggunaan oli. Jadi, pemakaiannya tergantung dari kebutuhan dan teknologi dari mesin mobil.

 

Saat ini, setiap pabrikan memiliki teknologi pengaturan katup variabel dengan istilah yang berbeda-beda, misalnya VVT-i, Valvematic, VANOS, Valvetronic, dan lain-lain. Teknologi pengaturan katup variabel ini mengandalkan tekanan oli mesin untuk bisa bergerak.

 

Oleh karena itu, oli yang digunakan juga harus sesuai dengan teknologi mesin. Biasanya, mobil dengan teknologi terkini memiliki jalur pelumas yang lebih kecil dibandingkan dengan mobil jadul, sehingga kebutuhan olinya juga berbeda.

 

Baca juga: Kenapa Salah Pakai Oli Merusak Mesin dan Boros BBM?

 

Bila salah dalam menggunakan oli, bisa-bisa penggantiannya dilakukan lebih cepat dari biasanya. Terlambat sedikit saja, mesin mobil beresiko overheat dan komponen-komponen di dalamnya berpeluang untuk retak.

 

Maka dari itu, ketahui kebutuhan mesin mobil Anda terlebih dulu sebelum mengganti oli. Disarankan untuk menggunakan oli yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan agar tidak berdampak buruk bagi mesin mobil Anda.

Solusinya adalah dengan membaca terlebih dahulu buku manual mobil Anda atau konsultasikan dengan mekanik di bengkel resmi. Pemakaian oli yang tepat akan memperpanjang umur mesin serta membuat tarikan mobil menjadi lebih enteng dan halus.

 

Terakhir, lakukan servis berkala secara teratur. Untuk menghemat waktu, lakukan booking service terlebih dahulu di Seva.id. Jadi, Anda tidak perlu menunggu lama ketika mengantri. Mudah kan?

SHARE