Apa Bedanya Istilah Social Distancing dan Physical Distancing?

WHO kini tak lagi gunakan istilah social distancing, melainkan physical distancing. Lalu apa yang membedakan kedua istilah tersebut? Yuk simak!

physical distancingJika sebelumnya kita sudah mengenal istilah social distancing, kini Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO tak lagi menggunakan istilah tersebut, melainkan physical distancing.

 

Lalu, apa bedanya dengan social distancing?

 

Social distancing merupakan sebuah pembatasan kegiatan yang dilakukan oleh penduduk dalam suatu wilayah.

 

Menurut Center for Disease Control (CDC), social distancing adalah tindakan menjauhi segala bentuk perkumpulan, jaga jarak antar manusia, dan menghindari berbagai pertemuan yang melibatkan banyak orang.

 

Baca juga : Istilah Baru yang Populer di Tengah Wabah Virus Corona

 

Tujuannya adalah untuk mencegah meluasnya penyebaran virus corona di wilayah tertentu. Untuk itu, masyarakat diminta untuk mengurangi aktifitas di luar rumah, seperti kantor, sekolah, tempat olahraga, dan semua tempat yang banyak dikunjungi oleh orang.

 

Bila terpaksa harus melakukan aktifitas di luar rumah, sebaiknya mengatur jarak sekitar 1-2 meter dari orang lain.

Namun, istilah tersebut kini tak lagi dipakai. Dikutip dari Aljazeera, Profesor Sosiologi dari Stanford University, Jeremy Freese, mengatakan bahwa istilah social distancing terdengar seperti orang harus berhenti berinteraksi dengan orang lain,

 

Baca juga : Cara Mudah Antisipasi Penularan Virus COVID-19 Saat dalam Perjalanan

 

Padahal, masyarakat seharusnya masih menjalin hubungan dengan komunitas sambil menjaga jarak secara fisik.

 

Kemudian, kesehatan mental juga berperan penting, dan isolasi sosial bukan hal baik untuk itu. Jadi, perlu dilakukan physical distancing untuk melindungi fisik semua orang tanpa mengesampingkan kesehatan mental.

Menurut WHO, perubahan itu bertujuan untuk menjernihkan pemahaman, bahwa walaupun tetap di rumah selama pandemi virus corona, bukan berarti harus memutus kontak dengan teman dan keluarga, tetapi justru menjaga jarak fisik untuk memutus penyebaran corona.

 

Menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit sangat diperlukan untuk mencegah penyebaran COVID-19. Namun hal tersebut bukan berarti seseorang menjadi terisolasi dalam konteks sosial.

 

Konsep physical distancing tidak berbeda jauh dengan social distancing. Dalam pengaplikasiannya, kamu perlu menghindari kerumunan, tidak berjabat tangan, menjaga jarak minimal 1 meter, melakukan aktivitas seperti bekerja, belajar, dan beribadah cukup dari rumah, lalu selalu memakai masker bila sakit atau berada di tempat umum.

video call

Pada intinya, kamu tetap bisa beraktifitas dan melakukan interaksi sosial seperti biasa, namun tanpa kehadiran fisik secara langsung, seperti memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial guna memudahkan akses penyaluran informasi.

 

Baca Juga : Apakah Asuransi Dapat Menerima Klaim Virus Corona?

 

Meskipun dianjurkan untuk tetap melakukan interaksi sosial, Sejalan juga menganjurkan kamu untuk tetap berada #dirumahaja demi memutus mata rantai virus corona.

 

Namun, jika kamu terpaksa harus keluar rumah, jangan lupa aplikasikan physical distancing, ya. Lalu, tetap menjaga diri sebaik mungkin agar virus corona tak hinggap di tubuh kamu.

 

Yuk, sama-sama bertindak dan #KasihSemangat untuk Indonesia yang lebih sehat, nyaman, dan lebih baik.