Alasan Kolektor Action Figure Rela Mengeluarkan Uang Jutaan Rupiah

By Ferdi Julias - Juli 11, 2019

Kenapa kolektor action figure rela mengeluarkan uang sampai jutaan rupiah untuk mendapatkan incarannya? Bahkan ada harga action figure yang terjual hingga Rp2,7 miliar.

Barang-barang koleksi kadang memang tidak masuk akal, dari jam tua, kamera langka, sampai dengan action figure, yang sekarang ini kembali booming. Bahkan, para kolektor action figure rela merogoh kocek hingga miliaran rupiah demi mendapatkan mainan kesukaannya itu.

 

Pada dasarnya, action figure adalah miniatur dari sosok atau tokoh suatu film dan animasi. Namun, seiring perkembangannya, action figure menjadi barang yang paling diburu oleh para pecintanya karena belakangan semakin sulit ditemukan.

 

Andhikanandono Hartrianto, salah satu pengoleksi action figure Gundam mengatakan, ada kepuasan tersendiri saat mengoleksinya, apalagi jika action figure itu merupakan barang langka atau limited edition.

 

Lalu, ia melanjutkan, Gundam tidak seperti action figure lainnya yang didapat sudah langsung jadi, melainkan harus dirakit terlebih dulu.

 

“Ngerakitnya seru, terus puas pas udah jadi,” ujar pria yang akrab disapa dengan panggilan Dono ini saat dihubungi oleh Seva.id (10/7/2019).

Dono melanjutkan, setiap Gundam biasanya terdiri dari belasan runner. Lalu, belasan runner tersebut dirakit menjadi satu agar Gundam berdiri sempurna.

 

Sedangkan untuk para kolektor Gundam pemula, tidak perlu bingung untuk merakitnya karena di dalam kotak sudah disediakan buku manual yang dapat membantu mereka membangun Gundam tersebut.

 

Setelah itu, waktu perakitannya tergantung dari besarnya Gundam tersebut. Dono menjelaskan, jika bentuknya kecil bisa dirakit dalam waktu seharian saja. Tetapi, kalau besar, waktu perakitannya bisa sampai 2 bulan.

 

Saat ini, Dono sudah memiliki sekitar 30 Gundam berbagai seri di kamarnya. Harga koleksinya tersebut berkisar antara Rp 300 ribu sampai dengan Rp 2 juta.

 

“Sebenarnya kisaran harganya beragam, ada yang Rp 80 ribu, ada juga yang Rp 10 juta. Tapi umumnya orang beli yang Rp 300 ribu sampai Rp 1 juta,” ungkap Dono.

 

Dono mengatakan, mahal atau murahnya harga Gundam ditentukan oleh desain dan serinya. Namun, itu tidak selalu menjadi tolak ukur, malah kadang ada yang murah tetapi kualitas dan desainnya sangat bagus.

 

Untuk itu, pria yang juga menyukai motor klasik ini menyarankan, sebelum membeli ada baiknya untuk melihat review di sosial media terlebih dulu.

 

Bisa dijadikan investasi

Selain menjadi kepuasan pribadi, ternyata action figure pun bisa dijadikan barang investasi. Biasanya, seri-seri terbatas harganya lebih mahal daripada seri yang biasa, apalagi jika sudah jadul. Harganya akan semakin mahal.

 

“Saya pernah beli PO (Pre Order) harganya Rp 450 ribu, sekarang kalau dijual harganya bisa Rp 2,5 juta. Limited soalnya,” jelas Dono.

 

Bila ada Gundam dengan seri limited edition, Dono biasanya langsung membeli dua sekaligus karena barang-barang ini akan cepat terjualnya di toko. “Kalau barang langka pasti naik harganya dan kalau nunggu-nunggu bisa disikat orang duluan,” tambahnya.

 

Walaupun begitu, Dono tidak menganggap koleksinya ini sebagai investasi, karena menurutnya hobi tidak harus menjadi barang yang menghasilkan uang. Malah, ini dijadikan sebagai kepuasan dan apresiasi untuk dirinya sendiri.

 

“Stress kalau hobi diduitin,” ungkapnya sambil tertawa.

Sebagai informasi, action figure termahal di dunia yang pernah terjual adalah Prototipe G. I. Toy Soldier buatan 1963.  Mainan ini laku dengan harga mencapai US$200 ribu atau setara dengan Rp 2,7 miliar di eBay.

 

Lalu, ada juga Prototipe Boba Fett buatan 1979 seharga US$150 ribu, Michael Lau Gardener “Uncle” seharga US$35 ribu, McFarlane NHL Centennial 2 Pack seharga US$150 ribu, Vinyl Cape Jawa seharga US$18 ribu, dan Mego Elastic Batman seharga US$15 ribu.

 

Bagaimana? Apakah Anda tertarik untuk menjadi salah satu kolektor action figure?

Berita Terkait

Author