Staycation Sambil Wisata Sejarah di Hotel Bergaya Klasik

Hotel bergaya klasik memberikan kesan tersendiri. Cocok untuk staycation, juga bisa buat kamu wisata sejarah, lho.

Hotel bergaya klasik kolonial punya tempat tersendiri di hati para penikmatnya. Selain memanjakan mata dengan bangunan klasik ala kolonial Belanda, tamu yang menginap juga bisa menikmati perjalanan masa lalu dari setiap sudut hotel.

Nuansa klasik yang hadir juga menunjukkan kesan arsitektur mewah, dan membuat pengalaman menginap terasa lebih berkesan. Di bawah ini deretan hotel bergaya klasik yang bisa kamu coba untuk menginap, dijamin bisa staycation sambil wisata sejarah mengenang perjalanan bangsa. 

 https://www.instagram.com/p/CC7rZv6HaiM/

The Hermitage, A Tribute Portfolio Hotel, Cikini

The Hermatage adalah hotel yang berdiri di atas bangunan peninggalan Belanda pada tahun 1920-an. Sebelum resmi menjadi hotel, The Hermitage pernah menjadi gedung komunikasi Belanda sampai dimanfaatkan sebagai Universitas Bung Karno. Baru di tahun 2008, bangunan tersebut dialihfungsikan sebagai hotel. 

Meski sudah ada sejak lama, The Hermitage jauh dari kesan suram dan menakutkan. Malahan, The Hermitage tampak cantik dengan balutan desain interior dan eksterior bergaya Eropa klasik sehingga menampilkan kesan vintage, mewah, dan tenang.

Baca juga: Berniat Staycation di Hotel? Ikuti Protokol Kesehatan Ini

Di setiap sudut hotel hingga kamar dilengkapi dengan pigura yang menunjukkan aktivitas masyarakat zaman dulu. Aksen kayu yang digunakan untuk kursi, meja, dan peralatan lainnya juga berhasil menambah kesan kolonial di hotel ini. 

Selain itu, The Hermitage juga menawarkan fasilitas yang lengkap, mulai kamar tidur yang nyaman, restoran, rooftop, kolam renang, dan lain-lain. 

Kamu yang menginap di sini bisa menikmati suasana menginap di hotel vintage berbalut fasilitas yang mewah dan lengkap. Serasa tidur di rumah impian. 

Hotel Mercure, Kawasan Kota Tua

Berada di kawasan Kota Tua Jakarta, Hotel Mercure menjadi salah satu hotel di kawasan sejarah yang menggabungkan gaya arsitektur Belanda kontemporer dan konsep culture local experience

Dari luar, nuansa sejarah kental terasa. Warna putih kusam yang menyelimuti gedung memberikan kesan kuno bagi siapa saja yang melihatnya dari luar. Hal ini tentu menjadi daya tarik tersendiri.

Meski begitu, konsep old heritage yang  kamu lihat dari luar akan berubah total  ketika melangkahkan kaki ke bagian dalam. Lobi hotel menawarkan nuansa modernitas yang tinggi, tetapi tetap mempertahankan nuansa sejarah dengan menghadirkan ornamen kesejarahan bangsa. 

Baca juga: Jalan-jalan Sekalian Wisata Edukasi di Jakarta Yuk

Kamu bakal dimanjakan dengan fasilitas hotel yang terbilang lengkap dan berkualitas jika menginap di sini. Kamu juga bisa menikmati oase Ibukota langsung dari kamarmu. 

Bahkan, bila ingin menjelajah Kota Tua, aksesnya pun sangat mudah dan bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Sebab, hotel Mercure dikelilingi dengan berbagai lokasi wisata sejarah, seperti Museum Sejarah Jakarta (Fatahillah), galeri seni, bangunan Art-Deco dari Belanda, dan local life di malam hari. 

Hotel Sriwijaya, Gambir

Hotel bergaya klasik kolonial selanjutnya ialah hotel Sriwijaya. Berada di kawasan Monas, tak jauh dari Istana Merdeka dan Masjid Istiqlal, Hotel Sriwijaya sudah berdiri sejak tahun 1863-an. 

Dahulu kala, Sriwijaya hanya sebuah gedung yang terdiri dari toko bernama Cavadino yang menjual makanan kecil sampai wine, restoran, dan penginapan sederhana. Selang beberapa tahun, bangunan itu pun diubah menjadi hotel. 

Sejak awal berdiri, nuansa klasik kolonial dari bangun tersebut tetap dipertahankan hingga kini. Selain untuk mempertahankan warisan kolonial, nuansa klasik itu juga berhasil menambah nilai jual dan kesan vintage dari hotel Sriwijaya. 

Des Indes, Menteng

Berada di kawasan pusat kota, hotel Des Indes mengusung konsep arsitektur abad ke-18. Bangunan gedung yang memadukan warna-warna netral seperti krem, coklat, dan kuning muda memberikan nuansa klasik-elegan yang begitu indah. 

Selain itu, hotel ini juga terinspirasi dari bangunan hunian Negeri Kincir Angin dengan mengadopsi konsep jendela berukuran besar, persis gaya rumah-rumah Belanda.

Baca juga: Liburan di Masa Transisi? Ayo Intip Lima Tips Berikut Ini!

Oleh karena itu, tak hanya interior hotel saja yang memberikan kesan klasik nan menawan, tetapi tampilan eksteriorny juga menyuguhkan suasana layaknya hunian-hunian Eropa klasik yang ada di Indonesia.  

Sekarang, kamu tertarik staycation di hotel bergaya klasik yang mana? Selagi di bulan ini banyak tanggal merah, yuk, kita manfaatkan untuk liburan di hotel.

Nah, biar tidak ribet dan aman saat keluar rumah, sewa mobil aja di Movic. Movic menyediakan layanan sewa mobil lepas kunci dengan harga yang terjangkau. Cek informasi selengkapnya di sini.