Ciri Rumah Minimalis yang Perlu Diketahui

15 February 2019

Rumah minimalis, konsep ini fokus pada desain bangunan yang sederhana dan cenderung memenuhi kebutuhan dasar pemiliknya. Lalu apa ciri rumah minimalis? Temukan di bawah ini..

Bentuk rumah minimalis mengambil unsur-unsur geometris. Unsur geometris ini memang sangat mudah diterima, karena kesan yang luas dan bersih sekarang ini sepertinya menjadi sebuah harga mahal. Tujuannya untuk membuat rumah terasa nyaman juga bisa meminimalisir tingkat stres pemilik tersebut.

 

Sementara warnya yang diambil monokrom  dengan sentuhan aksen-aksen garis-garis yang sangat tegas, baik vertikal maupun horizontal serta banyaknya bentukan kotak-kotak.

Awal rumah minimalis

Mulai populer pada akhir tahun 1980an di London dan New York. Arsitektur rumah minimalis sendiri hadir sebagai bentuk respon dari desain arsitektur-arsitektir sebelumnya yang dianggap rumit. Arsitek yang berperan besar pada arsitektur rumah minimalis adalah Ludwid Mies van der Rohe dan Le Corbusier.

 

Ide awal untuk arsitektur rumah minimalis ini salah satunya berasal dari budaya Zen yang ada di Jepang lho! Budaya Zen sendiri identik dengan kesederhanaan. Orang Jepang senang menerapkan budaya tersebut pada estetika dan desain bangunan.

 

Di Indonesia rumah minimalis pada awalnya adalah sebuah rumah sederhana yang dibangun dengan menggunakan bahan seadanya, tidak terlalu mahal namun menghasilkan bentuk bangunan yang indah dan layak ditempati.

 

Dalam perkembangannya, rumah minimalis modern memiliki pengertian lain yaitu rumah yang di desain unik, rapi, bersih tanpa banyak ornamen, terkesan mungil, sangat presisi, menggunakan warna yang menarik.

 

Lebih lengkap, berikut adalah ciri rumah minimalis.

Arsitektur sederhana

Menurut dekoruma.com, kesederhanaan arsitektur rumah minimalis juga bisa dilihat dari keseluruhan bentuk bangunan. Jika dilihat dari luar, rumah minimalis memiliki bentuk geometris seperti persegi panjang atau kubus. Atapnya juga tidak berbentuk segitiga, melainkan datar.

 

Arsitektur rumah minimalis dikenal selalu menggunakan material bangunan yang sederhana mudah ditemukan. Biasanya, jenis batu bata digunakan untuk membangun dinding. Kayu atau keramik digunakai sebagai bahan dari desain lantai pada rumah.

 

Beberapa rumah juga ada yang menggunakan material bangunan lain seperti kaca, beton, dan baja. Material bangunan yang tidak rumit ini justru akan memberikan daya tarik tersendiri sekaligus menonjolkan sifat dari material bangunan tersebut.

Interior lapang

Pada desain interior, interior minimalis bisa dibilang sebagai tipe desain yang sangat mengutamakan fungsi. Ruang-ruang di dalam arsitektur rumah minimalis biasanya tidak memiliki dinding pembatas. Misalnya antara dapur dan ruang makan atau antara ruang makan dan ruang keluarga.

 

Tapi, ruang-ruang yang sifatnya pribadi tetap memiliki dinding pembatas, misalnya kamar tidur dan kamar mandi. Ruang-ruang di atas tadi biasanya hanya dipisahkan menggunakan partisi seperti rak atau meja. Tanpa adanya dinding pembatas, bagian dalam rumah akan terlihat lebih luas, nyaman, dan terang.

 

Apalagi pemilihan jendela berukuran besar sehingga sinar matahari bisa lebih mudah masuk ke dalam rumah.

 

Furnitur yang digunakan juga sangat sederhana dan apa adanya. Misalnya untuk sebuah ruang keluarga hanya ada sofa, meja kopi, dan mungkin sebuah rak pajangan. Bentuknya pun tidak rumit dengan banyak dekorasi, karena arsitektur rumah minimalis mengutamakan fungsi.

Tiga warna

Warna pada cat dinding, keramik, dan furnitur juga bisa mempengaruhi interior lho. Biasanya warna yang digunakan adalah warna netral seperti putih, hitam, atau abu-abu yang diimbangi dengan dekorasi berwarna cerah.

 

Putih, hitam, dan abu-abu adalah tiga warna yang paling sering mendominasi arsitektur rumah minimalis. Warna monokrom ini membuat rumah minimalis terlihat sederhana, bersih, namun tetap elegan. Meski ada yang menggunakan warna selain tiga warna tadi, biasanya hanya sebagai aksen pemanis interior agar tidak terlihat monoton.

 

Warna putih, hitam, dan abu-abu ini biasanya diterapkan pada bagian dinding, lantai, furnitur, dekorasi, bahkan perlalatan makan. Jadi, tidak salah kalau tiga warna tersebut dikenal sebagai ciri khas desain arsitektur rumah minimalis.

Tetap ada taman

Tidak hanya rumahnya saja yang sederhana, tetapi juga tamannya. Kebanyakan arsitektur rumah minimalis menempati lahan yang terbatas.

 

Agar seimbang dengan luasan rumah, taman rumah minimalis biasanya tidak memiliki pohon berukuran besar. Hal ini juga dilakukan karena tidak sedikit taman minimalis yang berukuran kecil.

 

Bagian tanah ditutupi oleh rumput atau bebatuan kecil agar terlihat rapi. Tanaman yang bisa digunakan adalah tanaman merambat atau tanaman hijau berukuran sedang.

 

Sangat sedikit yang menanam bunga berwarna mencolok untuk taman rumah minimalis. Sebagai dekorasi, biasanya ditambahkan model air mancur pada taman.

Demikian ciri rumah minimalis yang perlu diketahui. Selain bentuknya yang sederhana, arsitektur rumah minimalis ini juga hemat biaya saat pembangunan maupun perawatan. Menarik, ya?

Arris Riehady

SHARE