Zum Inhalt springen Zum Navigationsmen├╝ springen

Harga Jual Beli mobil bekas semarang

Harga Jual Beli Mobil Bekas Semarang

Oops... Produk yang Anda cari tidak dapat ditemukan.

Mohon kurangi atau coba filter pencarian lain.


Kami juga bisa bantu carikan mobil bekas impian Anda.

Ketersediaan Produk berdasarkan Lokasi Toko

Mobil Bekas Kota Semarang Harus Standar Emisi Euro IV

 
Mobil bekas Kota Semarang standar emisi euro IV sebagai bentuk uji kendaraan terhadap buang gas. Pemberlakukan uji emisi semakin diperketat pada tahun 2021.
 
Dengan berkomitmen menurunkan emisi gas rumah kaca sebanyak 26 persen tahun 2020. Indonesia mengejar ketertinggalan dari negara lain yang sudah memberlakukan. Uji emisi mulai diberlakukan pada tahun 2018 setelah wacana tahun 2012.
 
Uji emisi sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2017 mengenai baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan bermotor. Adapun tipe baru kategori M, N, dan O atau dikenal dengan Standar Emisi Euro IV.

Mobil Bekas Kota Semarang Apa Itu Standar Emisi Euro

 
Mobil bekas Kota Semarang Standar Emisi Euro yang digunakan oleh negara Eropa dalam menjaga kualitas udara di negara Eropa. Standar yang ditetapkan semakin tinggi maka batas kandungan gas karbon dioksida, nitrogen dioksida, karbon monoksida, dan volatile hydrocarbon.
 
Serta partikel lain yang akan berdampak negatif pada manusia maupun lingkungan. Uji emisi standar Euro IV kendaraan bermotor berbahan bakar bensin mengenai kandungan nitrogen oksida tidak boleh dari 80 mg/km. Pada mesin diesel 250 mg/km dan disesl particulate matter 25 mg/km.
 
Jika, akan uji emisi sebaiknya kualitas bahan bakasr Tugas dari Pertamina agar memenuhi standar BBM untuk mesin Euro IV sebab produsen otomotif sudah memenuhi standar emisi tinggi.

Mobil Bekas Kota Semarang Dampak Emisi Euro

 
Mobil bekas Kota Semarang dampak emisi Euro terhadap beberapa produksi mobil komersial yang diproduksi oleh beberapa brand terkenal menghentikan produksi. Entah berkaitan dengan dampak berlakunya uji emisi Euro sehingga menggantikan tipe mobil lama yang dikeluarkan.
 
Dengan langkah lanjutan mempersiapkan mobil yang sesuai standar emisi Euro. Jika kendaraan tidak melakukan uji emisi Euro tentu akan ada tindakan lanjut, bisa berupa tilang dan sanksi denda. Membayar parkir lebih mahal dan susah dalam mengusrus STNK.
 
Kalau tidak ingin mengalami hal itu, maka mematuhi untuk melakukan uji emisi Euro yang ditetapkan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Standar uji emisi Euro dilakukan untuk mengendalikan gas buang yang berdampak pada polusi yang akan menimbulkan bahaya bagi manusia maupun lingkungan. Tidak ada ruginya untuk melakukan uji emisi terhadap kendaraan yang dimiliki.