6 Tanda Mobil Harus Turun Mesin – Seva.id

16 August 2018

Anda pasti pernah mendengar istilah turun mesin. Tapi apakah Anda mengetahui maksud sebenarnya?

 

Turun mesin atau overhaul adalah proses pembongkaran dan pelepasan mesin dari kendaraan. Pekerjaan ini harus dikerjakan oleh teknisi sehingga membutuhkan waktu dan biaya yang cukup banyak.

 

Turun mesin dilakukan jika mobil mengalami kerusakan yang mengharuskan untuk mengecek dan memperbaiki komponen yang berada di pusat mesin. Apa saja gejala mobil harus turun mesin?

 

1. Asap putih

Asap putih disebabkan oli masuk ke dalam ruang bakar dan ikut terbakar saat busi menyala. Biasanya oli akan berkurang secara signifikan.

 

Ini menandakan beberapa komponen bermasalah, bisa karena packing head, silinder head, bore silinder, ring piston, PC valve, atau seal valve. Semua komponen tersebut berada dalam blok mesin, sehingga untuk memperbaikinya perlu dilakukan turun mesin.

 

2. Overheating

Jika mobil dibawa pelan tetapi suhu naik secara tidak wajar, maka lakukan pemeriksaan. Kalau dibiarkan, dapat menyebabkan overheating, dan biasanya mesin akan mati mendadak alias mogok.

 

Overheating dapat membuat silinder head melengkung sehingga menyebabkan oli bercampur dengan air. Cara memperbaikinya yaitu dengan membongkar mesin kemudian silinder head dilepas dan dilakukan perataan.

 

Agar terhindar dari overheating, apabila jarum indikator menunjukkan H, maka segera matikan mobil. Diamkan beberapa saat hingga mesin kembali ke suhu normal, kemudian isi air radiator. Jika mobil masih mogok dan overheating, segera bawa ke bengkel untuk penanganan.

 

3. Air radiator berminyak

Gejala ini biasanya terjadi karena silinder head berkarat sehingga membuat beberapa lubang yang menyebabkan oli masuk ke dalam saluran air atapun air masuk ke ruang kompresi.

 

Masalah ini sebenarnya dapat diselesaikan dengan penggantian silinder head baru. Namun jika kondisi oli sudah berwarna kecoklatan dan bercampur air radiator maka terpaksa harus turun mesin.

 

4. Air radiator berkurang

Masalah pada komponen radiator menjadi salah satu ciri terjadinya turun mesin. Jika saat mobil di-starter lalu air radiator berkurang drastis atau menyembur, maka segera bawa mobil ke bengkel.

 

Kerusakan bisa terjadi pada silinder head, silinder gasket, atau kebocoran pada radiator, mesin, maupun waterpump. Untuk memperbaikinya maka perlu turun mesin.

 

5. Kepala busi basah

Oli yang masuk ke ruang kompresi dapat menyebabkan oli mudah terbakar sehingga busi selalu basah karena oli tersebut. Jika kondisi ruang kompresi sudah tidak presisi lagi, maka turun mesin harus dilakukan.

 

6. Suara Mesin Kasar

Untuk mobil berbahan bakar bensin, seharusnya mesin bersuara halus, atau cenderung minim suara. Sedangkan mobil berbahan bakar diesel bersuara kasar.

 

Tetapi jika mesin mobil bensin maupun diesel makin lama bersuara kasar dan keras, maka perlu pemeriksaan. Apabila setelah dilakukan pemeriksaan dan masalahnya pada pulley di depan mesin atau karena timing chain, maka dapat diperbaiki tanpa turun mesin.

 

Tetapi bila kedua komponen dalam kondisi baik, maka mau tidak mau harus dilakukan turun mesin untuk mengetahui penyebabnya.

 

mobil lcgcSegera servis

Mobil Anda mengalami ciri-ciri di atas? Segera bawa mobil Anda ke bengkel atau lakukan Booking Service di Seva.id.

 

Dengan fitur ini, Anda bisa semakin mudah untuk melakukan servis dan juga menghemat waktu. Anda dapat melakukan online booking untuk perawatan kendaraan secara berkala dan tidak perlu datang secara mendadak ke outlet service.

 

Segera kunjungi Seva.id untuk informasi lebih lanjut dan jangan lupa lakukan servis berkala agar mobil tetap prima.

 

 

Penulis: Claudia Agettha

admin

SHARE