Secara Tidak Sadar, Mungkin Hal Berbahaya Ini Anda Lakukan Saat Berbelok

07 February 2019

setir kanan di indonesiaMengendarai mobil sudah menjadi aktifitas sehari-hari bagi sebagian orang, khususnya di kota besar seperti Jakarta. Bagi Anda yang sudah terbiasa mengendarai mobil setiap hari, tentunya tidak akan kesulitan untuk berbelok di berbagai jenis tikungan.

 

Namun, secara tidak sadar, mungkin Anda pernah melakukan hal-hal di bawah ini yang berpotensi mengganggu pengendara lain saat berbelok. Selain itu, kegiatan tersebut juga bisa membuat beberapa komponen mobil terganggu.

 

Apa saja? Selengkapnya dapat Anda simak di bawah ini.

Terlambat mengerem

Hal yang mungkin sering terjadi ketika akan berbelok adalah terlambat menginjak pedal rem. Biasanya, ini terjadi pada pengendara baru yang belum memiliki naluri belok yang cukup, dan hasilnya adalah mengerem secara mendadak karena menginjak pedal terlalu dalam.

 

Saat terjadi pengereman mendadak, ban akan mengalami gesekan lebih besar ke aspal. Gesekan tersebut dapat mengikis permukaan ban dan menyebabkan ban cepat botak. Lalu, kampas rem juga dipaksa untuk bekerja keras menghentikan kendaraan dan bisa membuatnya terkikis.

 

Bukan hanya komponen mobil yang bisa terganggu, tetapi juga pengendara lain jika posisinya berada di belakang mobil Anda. Pengereman mendadak akan membuat pengendara yang berada di belakang Anda kaget. Bukan tidak mungkin hal itu bisa berimbas kepada Anda.

 

Belok patah sampai kemudi mentok

Biasanya, ini dilakukan oleh pengendara ketika ingin melakukan putar-balik atau belokan patah. Pengendara kadang tidak sadar memutar kemudi hingga mentok karena sudut yang tersedia sempit. Jika terlalu sering melakukannya, akan berakibat buruk pada sistem power steering.

 

Memutar setir sampai mentok akan menambah beban pada power steering karena dapat meningkatkan suhu serta merusak karet pada sistem hidrolik. Akibatnya, power steering mobil Anda mungkin tidak akan bertahan lama.

 

Menginjak gas dan rem bersamaan

Menginjak gas dan rem secara bersamaan rata-rata dilakukan ketika pengendara ragu-ragu ketika ingin berbelok. Hal ini tentunya berbahaya bagi Anda dan pengendara lainnya, terlebih yang ada di belakang Anda.

 

Lalu, kebiasaan ini bisa membuat beberapa komponen mobil terganggu karena adanya tenaga yang tertahan dan terbuang. Apalagi pada transmisi otomatis, pada saat meninjak pedal rem dan gas bersamaan, posisi kopling akan terus berputar sedangkan daya geraknya tertahan sehingga mengganggu komponen transmisi.

 

Tidak menyalakan lampu sein

Mungkin kasus ini yang paling banyak terjadi, padahal lampu sein wajib dinyalakan ketika mobil akan berbelok. Apalagi pada pengendara motor, setelah menyalakan lampu sein, beberapa pengendara sering lupa untuk mematikannya.

 

Lampu sein merupakan indikator pada kendaraan yang sengaja dibuat untuk memberikan tanda ketika akan berbelok. Tujuannya adalah mengurangi resiko kecelakaan lalu lintas. Maka dari itu, lampu sein adalah indikator wajin yang dimiliki oleh kendaraan.

 

Untuk itu, jangan sampai melupakan lampu sein saat berbelok. Bagi pengendara motor, selalu matikan sein jika Anda sudah belok demi keamanan berkendara.

 

Menjaga jarak dan cek spion

Terakhir adalah menjaga jarak dengan kendaraan atau objek lainnya yang terdapat di jalan raya. Saat sedang berbelok atau bahkan menyalip, mobil membutuhkan jarak yang cukup agar mendapatkan sudut serta bidang pandang yang baik.

 

Setelah itu, cek kaca spion. Pastikan keadaan di samping dan belakang kendaraan Anda aman agar tidak bersenggolan saat berbelok.

 

Sebisa mungkin, hindari kebiasaan berkendara yang kurang baik agar perjalanan Anda aman dan nyaman, termasuk saat berbelok. Dengan begitu, resiko terjadinya kecelakaan otomatis akan berkurang.

 

Berbelok pun ada etika dan caranya, bukan asal belok. Jadi, selalu terapkan safety driving ya!

Ferdi Julias

SHARE