Rekam Jejak Hari Kebangkitan Nasional dan Maknanya

20 May 2019

Hari Kebangkitan Nasional jatuh pada hari ini, Senin (20/5). Bagaimanakah peristiwa dan makna yang terjadi di dalamnya?

Hari Kebangkitan Nasional atau Harkitnas Indonesia jatuh pada hari ini, Senin (20/5). Setiap tahunnya, peristiwa penting itu diperingati sebagai hari bersejarah bagi bangsa Indonesia.

 

Jauh sebelum penetapan itu, Harkitnas sudah diperingati untuk pertama kalinya oleh Presiden Soekarno pada tahun 1948. Akan tetapi, hari tersebut baru ditetapkan sebagai momentum Nasional pada 1959 sebagai Hari Kebangkitan Nasional yang ditetapkan oleh pemerintah melalui Keppres No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959 untuk memperingati peristiwa Kebangkitan Nasional Indonesia.

 

Dari perayaan kebangkitan nasional ini, banyak momen penting yang menandai, sekaligus menjadi penentu arah, perjuangan bangsa Indonesia untuk lepas diri dari penjajah. Salah satunya ialah  lahirnya organisasi-organisasi yang menyuarakan keinginan rakyat dan menyadarkan bangsa Indonesia akan pentingnya makna “merdeka”.

Organisasi pelopor yang melahirkan peristiwa kebangkitan Nasional

Kebangkitan Nasional yang tiap tahunnya diperingati tersebut tidaklah lahir begitu saja. Kehadirannya diyakini terbentuk atas berbagai peristiwa yang mengimplementasi sebagai jawaban dari daruratnya politik di Indonesia.

Hal itu ditandai dengan berdirinya Boedi Oetomo (BO) pada 20 Mei 1908. Organisasi Boedi Oetomo (BO) diyakini sebagai perintis Hari Kebangkitan Nasional tersebut.

 

 

Organisasi yang lahir dari sejumlah mahasiswa School tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA) ini dibentuk atas adanya keinginan untuk mengubah martabat dan semangat rakyat terhadap negaranya, yang berorientasi pada iklim sosial, ekonomi, budaya, dan tanpa intervensi politik kiri dan kanan yang ada kala itu.

 

 

Lalu, peristiwa Sumpah Pemuda juga menjadi landasan atas lahirnya perayaan tahunan tersebut. Lahirnya bahasa persatuan yang diperingati setiap 28 Oktober itu menjadi tonggak munculnya nasionalisme pemuda Indonesia.

 

 

Berawal dari keresahan sekelompok pemuda akan bahasa persatuan, yang saat itu belum ditentukan, dipilihlah bahasa Indonesia sebagai simbol dan alat komunikasi bangsa.

 

 

Baca juga: Istilah Otomotif di Indonesia

Sementara itu, selain Boedi Oetomo, Sarekat Dagang Islam (SDI) juga disebut sebagai organisasi pelopor lahirnya Kebangkitan Nasional di Indonesia.

Malahan, ada sebagian sejarawan yang berpendapat bahwa Sarekat Dagang Islam lebih cocok disebut  sebagai pionir lahirnya Kebangkitan Nasional daripada Boedi Oetomo. Hal itu karena anggota Sarekat Dagang Islam tersebar seluruh Hindia dan cenderung lebih radikal dalam melawan kolonial di Indonesia.

Dikutip dari Tribunnews.com, Boedi Oetomo diangap lebih menginspirasi dan juga menjadi tolok ukur atas melahirnya organsiasi lain setelahnya. Pun, para tokoh penting di masa kebangkitan tersebut memilih Boedi Oetomo sebagai perintis lahirnya Kebangkitan Nasional di Indonesia.

Karena itulah, perayaannya pun disamakan dengan tanggal terbentuknya Boedi Oetomo sebagai organisasi besar yang bertujuan untuk menghimpun semangat dan kemajuan bangsa dari penjajah.

 

Refleksi terhadap Hari Kebangkitan Nasional

Gairah persatuan sulit diredam pada tahap awal munculnya peristiwa Kebangkitan Nasional. Berkat semangat meng-Indonesia, banyak orang yang begitu antusias untuk melepaskan diri dari belenggu penjajah.

Misalnya, dengan terbentuknya organisasi-organisasi Nasional yang berasaskan persatuan bangsa dan nasionalisme.

Baca juga:Hari Raya Nyepi Jadi Inspirasi Dunia

Meski demikian, sesudah periode itu berlalu dan bertahun-tahun setelahnya, apakah rasa akan peristiwa Kebangkitan Nasional  masih kita rasakan?

Di Hari Kebangkitan Nasional 2019 ini banyak cara yang bisa kita lakukan agar dapat memaknai momentum bersejarah tersebut. Sebagian instansi swasta ada yang mengikuti imbauan pemerintah untuk mengadakan upacara bendera guna mengenang jasa para pahlawan.

Selain itu, ada pula tokoh publik yang pergi ziarah ke makam pahlawan. Atau, ada yang turut memberi imbauan kepada masyarakat untuk menjaga NKRI dan iklim persatuan bangsa.

Baca juga: Mobil Rakitan Indonesia yang Laris Manis di Dunia

Lalu, bagaimana dengan Anda? Setidaknya, Hari Kebangkitan Nasional tahun 2019 ini membuat kita lebih cinta kepada Indonesia, entah itu kebudayaan maupun produk Nasional yang hadir dari tangan rakyat Indonesia. Seperti, menggunakan mobil rakitan Indonesia sehingga produk lokal dapat bersaing di pasaran otomotif dunia.

Rismawati Idris

SHARE