Referensi Modifikasi Toyota Avanza Veloz 2014, Audionya Ajib

10 April 2019

Yuk, lihat modifikasi Toyota Avanza Veloz ini. Audionya keren, loh!

Sekarang, dunia modifikasi semakin berkembang dan tidak terbatas pada jenis mobil. Termasuk modifikasi yang dilakukan oleh Dudi pada mobilnya, Toyota Avanza Veloz keluaran 2014.

 

Mobil berjenis Multi Purpose Vehicle (MPV) ini diberi beberapa sentuhan untuk mendongkrak penampilannya, khususnya pada audio.

 

Pada bagian head unit, Dudi mempercayakan Pioneer 589 untuk mobilnya. Suara dari head unit tersebut disalurkan melalui tweeter Venom Signature di sisi kiri dan kanan bagian depan sebagai output suara frekuensi tinggi.

 

Dudi juga menggunakan midrange dan midbass Venom Signature untuk memperjelas suara yang dikirim oleh head unit.

Setelah itu, anggota dari Avanza Xenia Indonesia Club ini menyematkan dua subwoofer triple magnet, horn, dan dua speaker 8 inchi besutan Venom di bagian belakang mobil untuk mempertegas suara yang dihasilkan oleh head unit.

 

Dua speaker tersebut masing-masing ditopang oleh power Altittude P2.2 bertenaga 200 watt, dan ada monoblock P10000 untuk mengangkat tenaga subwoofer.

Adanya sistem audio tersebut membuat Dudi harus menambah tenaga kelistrikan mobilnya. Untuk itu, Dudi menambahkan aki sebesar 150 ampere demi mengangkat sistem audio dan aksesoris lain yang membutuhkan tenaga listrik di mobilnya.

 

“Aki depan yang tadinya 4,5 ampere, saya rubah jadi 6,5 ampere, biar sirkulasi dari depan ke belakang bagus. Akinya paralel yang depan dan belakang. Jadi, biarpun (audio) nyala tidak mempengaruhi kelistrikan utama mobil,” ujar Dudi.

 

Bukan cuma audio, interior mobil juga mengalami perubahan yang signifikan. Terlihat bagian-bagian mobil seperti setir, dashboard, pilar, dan beberapa bagian interior lainnya dilapisi karbon kevlar.

Jok belakang juga mengalami perubahan. Dudi mencopot jok baris ketiga, lalu menarik jok baris kedua agak ke belakang, layaknya mobil 5 seaters. Dengan begitu, mobilnya memiliki ruang yang lebih luas. Plafon tengah ikut dirombak dan diganti dengan lampu warna-warni.

 

“Atap plafon kita konsepnya bar, makanya disana lampu-lampu semua,” kata Dudi.

 

Eksterior

Beralih ke bagian eksterior, bentuk bodi mobil masih terlihat standar. Namun, Dudi melapisi seluruh bodi mobilnya dengan cutting sticker berwarna dasar merah dan putih, dari depan sampai belakang.

 

Untuk lampu, Dudi mempercayainya kepada buatan aftermarket bertipe angel eye full LED, dari lampu utama sampai lampu belakang.

 

“Terus, wiper diganti model pisang karena tidak menggunakan rangka besi, jadi lebih fleksibel dan elastis. Gak akan merusak kacanya,” ungkap Dudi.

Turun ke bawah, terlihat pelek Momo 17 inchi yang dibalut oleh ban Accelera 195/40 R17. Dudi mengatakan, pelek Momo miliknya ini termasuk jenis yang langka, jadi harus dijaga dengan cara dibungkus dengan karbon kevlar.

 

“Kalau pelek saya sengaja mencari merek Momo buatan Italia, engineering-nya Ferarri. Terus saya karbon karena barang langka dan biar senada sama mobilnya,” jelas Dudi.

 

Mesin

Pada bagian ini, Dudi tidak melakukan banyak perubahan. Dia hanya melakukan beberapa pergantian minor, seperti busi, injektor, dan filter udara. Walaupun begitu, Dudi puas dengan tarikan mobilnya yang cukup responsif.

 

“Lumayan, injak gas dikit mobil langsung ngacir. Yang penting mobil tarikannya enak, dipacu kencang enak, gak getar. Aerodinamis mobil juga lumayan bagus,” kata Dudi.

 

Apakah Anda tertarik untuk memodifikasi mobil seperti Dudi? Jika iya, Anda harus menyiapkan dana sekitar Rp80 jutaan. Tapi, itu hanya untuk audio, belum termasuk harga pelek dan rubahan lainnya yang tidak disebutkan oleh Dudi.

Ferdi Julias

SHARE