Modifikasi Hedon Mobil Estate yang Tetap Ramah Keluarga

22 March 2019

Mobil keluarga umumnya dibiarkan standar untuk menunjang kenyamanan seluruh penumpangnya. Tapi tidak jika mobil itu ada di tangan modifikator Kiki Anugraha. Cek ulasan modifikasi Mercedes-Benz E250 Estate milik Kiki berikut!

Kiki Anugraha sebelumnya sudah memodifikasi Toyota 86 yang kini sudah menggunakan body kit Karma buatan Indonesia yang mendunia. Selain itu, ia juga pernah memodifikasi Toyota Alphard. Sekarang ia hadir dengan modifikasi Mercedes-Benz E250 Estate.

 

Mobil bermodel station wagon tahun ini dimodifikasi dengan konsep Wagon Estate.

 

Sebagai informasi, station wagon atau estate adalah jenis mobil berbasis sedan, tetapi memiliki ukuran yang terlihat lebih panjang dan tidak memiliki ‘buntut’. Bentuk bagian belakangnya menyerupai hatchback. Oleh karena itu, pintu bagasi station wagon umumnya terbuka ke atas.

 

Perbedaannya dengan hatchback adalah station wagon memiliki pilar yang lebih banyak dan overhang belakang yang lebih panjang daripada hatchback. Oleh karena itu, station wagon dapat mengangkut lebih banyak barang karena ruang bagasinya yang luas.

 

Baca: Mobil Jenis Station Wagon akan Jadi Tren Modifikasi 2019?

 

Mobil jenis station wagon memang jarang terlihat di tanah air. Padahal station wagon merupakan mobil yang memiliki ruangan cukup luas (triple cabin) sehingga cocok untuk dijadikan sebagai mobil keluarga.

 

“Ya, walau mobil ini sudah saya modifikasi, tapi tetap tidak menghilangkan identitasnya sebagai station wagon yang ramah keluarga,” jelas Kiki.

 

Ditambahkannya, mobil ini adalah mobil yang dipakai harian untuk mengantar anak sekolah, berbelanja, maupun jalan-jalan.

 

“Dulunya memang saya punya Toyota Alphard untuk tugas seperti itu, tapi berhubung butuh tantangan dan ingin lebih berbeda akhirnya saya ganti dengan Mercedes-Benz E250 Estate,” jelasnya.

 

Bagian eksterior adalah yang paling banyak mendapat modifikasi. Mulai dari body kit, baik bumper depan, belakang, serta side skirt, mobil ini dipaksa menggunakan Mercedes-Benz E63. Hasilnya tampang dan tampilannya pun berubah jadi semakin sporty.

 

Apalagi ditambah dengan splitter RENNtech. Ubahan lain yang dilakukan pada bagian bodi adalah natural wide body hingga lima centimeter dan radius tiga centimeter. Kesan station wagon sebagai mobil keluarga pun seketika sirna.

 

“Bukan tanpa masalah dalam pemasangannya. Untuk bumper depan dan side skirt memang dapat langsung. Tapi untuk bumper bagian belakang, saya harus melakukan sedikit ubahan yaitu dengan menyambung bumper bawaan dengan  bumper Mercedes-Benz E63 agar dapat terpasang dengan sempurna di mobil ini,” kata Kiki.

 

Untuk menambahkan kesan elegan, pada mobil ini dibalurkan cat super deep black dengan double varnish serta di-coating di Speedtuner Garage. Kinclongnya tidak diragukan!

 

Baca: Galeri Foto: Modifikasi Mobil Station Wagon Estate

 

Sementara di sektor kaki-kaki, modifikasi Mercedes-Benz E250 Estate ini terlihat total. Sebut saja penggunaan velg special order dari Rotiform PNT model concave yang di-high polish dengan rivet gold, ET 3 dan ET 0. Bannya ia pakai Accelera ukuran 225/35R19 untuk ban depan dan 255/30R19 untuk ban belakang.

 

Mobil ini juga sudah menggunakan air suspension dari AccuAir Endo CVT yang compressor dan valve ada di dalam tank sehingga super silent. “Jadi bisa dibilang mobil ini adalah yang pertama di Indonesia yang menggunakan perangkat tersebut. Dengan teknologi super silent, kerja kompresornya nyaris tidak terdengar,” bilang pria tiga anak ini.

 

Soal kenyamanan jelas jangan ditanya, DNA Mercedes-Benz masih terbawa meski kaki-kaki sudah mengalami perubahan. Menurutnya, mobil ini masih tetap empuk, bahkan lebih empuk dan nyaman bila dibandingkan dengan mobil keluarga yang sebelumnya yang bermodel multi purpose vehicle (MPV) premium.

 

Bagian pengereman pun ikut terkena imbas modifikasi yakni dengan menggunakan Brembo GT 6 pot (405mm) di depan dan 4 pot (385mm) di belakang. Terlihat padat menyatu dengan velg. Karena mobil ini juga digunakan untuk bepergian, maka pada bagian atap dipasang dengan roof box Thule XT Motion 800 untuk menambah daya angkut.

 

Tidak ada ubahan pada bagian mesin kecuali penggunaan knalpot REMUS Valvetronic yang bukaannya bisa diatur dengan remot. Ada empat setelan, mulai dari 0 untuk yang senyap, 10%, 50%, hingga terbuka 100%.

 

“Mesin memang saya biarkan standar, namanya juga mobil keluarga. Selain Mercedes-Benz E-Class series ini banyak sekali sensornya. Mengganti rem dan knalpot saja sudah banyak yang menyala indikatornya, perlu sehingga perlu di-mapping kembali,” ucap Kiki.

 

Di interior, hampir tidak ada modifikasi Mercedes-Benz E250 Estate. Terlihat hanya ada ubahan pada bagian pedal. Pedal lama diganti dengan pedal gas dan rem milik Brabus.

 

“Karena mobil keluarga, saya butuh kabin yang nyaman serta ruang bagasi cukup luas untuk mengangkut stroller dan barang belanjaan,” katanya.

 

Head unit masih bawaannya, untuk mendukung dan menambah gelegar suara hanya ditambahkan power dan subwoofer yang menjadi satu dari Rockford Fosgate. Hal ini untuk menghemat ruang di bagasi.

 

Soal budget yang telah dikeluarkan untuk modifikasi Mercedes-Benz E250 Estate, Kiki tidak ambil pusing.

 

“Budget jangan diitung, tapi dijalanin saja, namanya juga sudah hobi,” tutupnya.

Arris Riehady

SHARE