Mengenal Toyota Corolla dari Generasi ke Generasi

14 September 2018

Corolla merupakan sedan yang dikenalkan produsen otomotif asal Jepang, Toyota, sejak tahun 1966.

 

Di dunia, sejak tahun 1974, Toyota Corolla menjadi mobil terlaris. Bahkan pada tahun 1997, Toyota Corolla menjadi mobil sedan terlaris di dunia. Tahun 2015, Toyota Corolla laku terjual setiap 15 detik. Hingga Februari 2017, setidaknya sudah 44,1 juta unit Toyota Corolla sudah laku.

 

Tidak hanya di dunia, Toyota Corolla juga sangat terkenal di Indonesia. Pada tahun 2015, Toyota Corolla tercatat terjual sebanyak 1.239 unit dengan market shares 58,7%

 

Bagaimana sedan ini bisa sangat mendominasi, berikut sejarah Toyota Corolla dari generasi ke generasi.

 

Generasi Pertama

Generasi pertama Toyota Corolla dirilis di Jepang pada tahun 1966.

 

Di luar Jepang, negara pertama yang mendapat Toyota Corolla adalah Australia, dan pertama kali dipasarkan di Amerika Serikat pada tahun 1968.

 

Sesuai mobil di masa itu, Toyota Corolla generasi pertama hadir dengan lampu utama yang membulat dan letak spion di sebelah kap mesin.

 

Sementara di bagian dapur pacunya, mobil ini dibekali mesin berkapasitas 1.100 cc yang diberi kode KE10 untuk Sedan, KE15 untuk Coupe, atau KE16 untuk Wagon.

 

Menjelang masa akhir generasi pertama pada tahun 1970, Toyota memberikan facelift dengan menghadirkan Toyota Corolla bermesin bermesin 1.200 cc diberi kode KE11 untuk Sedan, KE18 untuk Wagon, dan KE17 untuk Sprinter Coupe.

 

Sayangnya, generasi pertama Toyota Corolla ini tidak hadir di Indonesia.

 

Generasi Kedua

Meski sedikit lebih besar, pada generasi kedua ini, Toyota Corolla tidak mengalami ubahan desain secara berarti. Namun, mobil ini merupakan model Toyota yang sukses di seluruh dunia.

 

Ya, untuk pertama kalinya Toyota Corolla datang ke Indonesia di tahun 1970. Tidak hanya itu, sejak tahun 1971 Toyota Corolla juga sudah dirakit di Indonesia dengan model empat pintu.

 

Untuk mesinnya, Toyota Corolla generasi kedua yang beredar di rentang 1970-1974 ini menggunakan mesin 3K 1.200 cc dengan sistem transmisi 4 percepatan manual. Saat itu Toyota menyebutnya model Corolla KE20.

 

Dalam rentang tersebut, di Indonesia, Toyota Corolla dianggap sebagai sedan yang tangguh. Mobil tersebut tidak hanya sebagai kendaraan pribadi. Pada saat itu, Toyota Corolla juga menjadi armada taksi. Mobil pun memiliki julukannya sendiri, yakni Corbet atau Corolla Betawi.

 

Generasi Ketiga

Krisis bahan bakar pada tahun 1974 membuat kebanyakan orang di Amerika pindah dari mobil Amerika yang bermesin besar ke mobil kecil yang ekonomis. Hal ini membuat Corolla sukses terjual dalam jumlah yang besar.

 

Mesin yang diusung Toyota Corolla generasi ketiga ini hampir tidak ada beda dengan generasi sebelumnya, yaitu menggunakan mesin 3K dengan kapasitas 1.200 cc.

 

Masa bakti Toyota Corolla generasi ketiga ini tahun 1974 hingga 1979.

 

Berbeda dengan dua generasi sebelumnya, meski tetap menggunakan spion di samping kap mesin, Toyota Corolla generasi ketiga mengalami perubahan bentuk yang lebih signifikan pada bagian depan dan belakang. Lampu utamanya pun kini bentuknya lebih lebar.

 

Di Indonesia, Toyota Corolla ini mendapat julukan Corvet atau Corolla Veteran.

 

Generasi Keempat

Toyota Corolla ini adalah legenda di Indonesia. Bahkan mobil keluaran rentang tahun 1979 hingga 1983 ini masih banyak diburu oleh kolektor otomotif hingga saat ini.

 

Ya, Toyota Corolla generasi ini dikenal dan akrab dengan sebutan Toyota Corolla DX.

 

Toyota Corolla DX menggunakan mesin 1.300 cc berpenggerak roda belakang dan diluncurkan Maret 1980.

 

Perubahan yang signifikan juga terdapat pada bentuk eksteriornya. Generasi sebelumnya doyan dengan bentuk yang bulat, pada generasi keempat ini, Toyota Corolla akhirnya mengusung desain yang serba kotak, termasuk lampu utamanya.

 

Generasi Kelima

Generasi ini masih menggunakan lampu utama berbentuk kotak, hanya saja desain body-nya secara keseluruhan kini lebih “cantik” dan rapih.

 

Toyota Corolla generasi kelima ini disebut dengan Toyota Corolla GL. Bila Toyota Corolla DX menggunakan penggerak belakang, Toyota Corolla GL ini menggunakan penggerak depan agar agar lebih efisien, nyaman, dan menambah lapang interior.

 

Di bagian jantung pacu, Toyota Corolla GL menggunakan mesin 2A kapasitas 1.300 cc bertransmisi 5 percepatan manual. Pada 1985 Toyota menyegarkan Corolla GL dengan mengusung mesin baru 2E berkapasitas 1.300 cc.

 

Toyota Corolla GL merayap lembut di atas aspal dalam kurun waktu 1983-1987. Sebelum digantikan oleh generasi keenam.

 

Generasi Keenam

Selain Toyota Corolla DX, generasi keenam yang mendapat julukan Toyota Corolla Twincam ini juga merupakan mobil legenda di Indonesia.

 

Julukan tersebut karena Toyota Corolla generasi keenam menggunakan teknologi mesin Twincam atau camshaft ganda. Model ini juga sudah menggunaka power steering dan power window sehingga ditampuk sebagai sedan tercanggih di kelasnya, pada waktu itu.

 

Mobil ini mengaspal pada tahun 1987 hingga tahun 1991. Tersedia 4 tipe yang resmi dipasarkan oleh Toyota Astra Motor, yakni 1.3 SE sedan, 1.6 SE Limited sedan, 1.6 GTi sedan, dan 1.6 Liftback 5-door.

 

Selain model sedan dan liftback, ada juga Toyota Corolla Twincam model wagon. Sayangnya populasinya sangat sedikit karena masuk secara perorangan atau melalui importir umum.

 

Di bursa mobil bekas, harga Toyota Corolla Twincam ini bisa dibilang “abu-abu”. Semakin terawat dan orisinal, tentunya akan semakin mahal.

 

Salah satu komunitas Corolla Twincam yang masih eksis hingga saat ini adalah Corolla Twincam Indonesia (CTI) (www.corollatwincam-indonesia.com). Komunitas ini tersebar di seluruh Indonesia.

 

Generasi Ketujuh

Di generasi ini, julukan untuk Toyota Corolla kembali berubah menjadi Great Corolla (Greco).

 

Great Corolla di Indonesia mulai dijual Toyota Astra Motor pada tahun 1992 dengan dua model, yakni SE menggunakan mesin 2E 1.300 cc dan SE-G dengan mesin 4A-FE 1.600 cc. Pada tahun 1994, 1.3 SE digantikan oleh 1.6 SE. Tidak hanya itu, dalam peredarannya (1991-1995), Great Corolla mengalami empat kali perubahan tampilan minor.

 

Dengan hadirnya Great Corolla, menegaskan kalau Toyota mulai menyukai desain bulat dan sporty.

 

Generasi Kedelapan

Setelah masa Greco berakhir, era 1995-2000 dipenuhi dengan New Corolla dan All New Corolla.

 

Dari segi desain, keduanya tidak banyak memiliki perbedaan. Perbedaan cukup kentara ada di bagian buritan, stoplamp tidak lagi pipih tapi lebih mengotak.

 

New Corolla dan All New Corolla ini merupakan sedan dengan fitur terlengkap dan termewah di kelasnya saat itu. Dilengkapi dengan ABS, dual airbag, variable timing wiper, dan sebagainya.

 

New Corolla memiliki dua varian, yakni 1.6 XLi, 1.6 SE-G, dan 1.6 S-Cruise. Sementara model facelift-nya atau All New Corolla menggunakan mesin 7A-FE dalam variant 1.8 XLi dan 1.8 SE-G.

 

Generasi Kesembilan

Di generasi ini, image Toyota Corolla mulai bergeser. Dari sedan kompak keluarga menjadi sedan mewah yang elegan. All New Corolla pun akhirnya digantikan dengan Corolla Altis yang memasuki generasi kesembilan.

 

Eksteriornya nyaris berubah total, generasi ini mengadopsi desain yang bisa dibilang lebih besar, baik panjang dan lebarnya.

 

Perangkat safety juga makin melimpah di Corolla Altis. Selain airbag ada juga sistem keamanan anti-lock braking system (ABS) dan rem cakram di keempat rodanya.

 

Corolla Altis terbagi atas dua varian, non-VVTi (2001-2003) dan facelift VVTi (2004-2006) dengan perbedaan pada grill, velg, head unit dan tail-lights.

 

Pada 2003, Toyota melansir Altis Limited Edition yang tampil lebih mewah. Sedan ini menggunakan leather seat, retractable mirror, body kit, serta logo yang berwarna emas.

 

Generasi Kesepuluh

Generasi baru Corolla Altis ini lahir dengan nama Grand New Corolla Altis. Masanya antara tahun 2006 hingga tahun 2013.

 

Grand New Corolla Altis dibekali dua kapasitas mesin, yakni 1.800 cc dan 2.000 cc. Keduanya mengadopsi teknologi Dual VVT-i dengan transmisi 6 percepatan manual atau 7 percepatan otomatis super CVT.

 

Tentunya di generasi kesepuluh Toyota Corolla tampil lebih mewah dengan adanya fitur Noise Vibration Harshness (NVH) yang akan membuat kabin semakin senyap.

 

Meski mewah, segmen yang dituju bukan lagi kalangan menengah ke atas tapi juga anak muda atau eksekutif muda berjiwa dinamis, modern, dan elegan.

 

Pada tahun 2010 hadir versi facelift dengan sedikit ubahan di bagian eksterior.

 

Generasi Kesebelas

Dari 2013, generasi ini adalah yang kini beredar di Indonesia.

 

Tampilannya semakin berani, Toyota All New Corolla Altis menganut desain eksterior keen look yang lebih tajam dengan sisi sporty.

 

Toyota All New Corolla Altis memberikan perlindungan maksimal dengan tujuh buah airbag, ABS, vehicle stability control, dan emergency brake signal.

 

Di bagian dapur pacu, Toyota All New Corolla Altis menggunakan mesin berkapasitas 1.798 cc dengan teknologi Dual VVT-i terbaru yang dilengkapi fitur Sport Drive Mode sehingga membuatnya lebih bertenaga.

 

Toyota All New Corolla Altis ini termasuk sedan yang tangguh dan handal. Bagian kaki-kaki depan menggunakan suspensi jenis MacPherson Strut dengan coil spring dan stabilizer pada bagian depan, sementara di bagian belakangnya berjenis torsion beam dengan coil spring dan stabilizer.

 

Kombinasi suspensi tersebut mampu meredam getaran yang terjadi pada mobil ketika melewati jalan yang bergelombang dan tidak rata.

 

Ingin memiliki Toyota All New Corolla Altis segera kunjungi Seva.id!

 

Lalu, dari 11 generasi Toyota Corolla, 10 di antaranya ada di Indonesia, manakah yang ingin sekali dimiliki atau sekedar dijadikan mobil koleksi?

 

Arris Riehady

SHARE