Mengenal NCAP, Standar Keselamatan Mobil Masa Kini

08 November 2018

Faktor keamanan dan keselamatan tentu menjadi faktor terpenting ketika berkendara dengan mobil. Apalagi bagi Anda yang gemar bepergian dengan keluarga.

 

Faktanya, produsen otomotif pun telah menyematkan berbagai teknologi untuk menjaga pengemudi dan penumpang jika mobil mengalami benturan atau kecelakaan.

 

Walaupun standar keamanan yang paling familiar di telinga konsumen Indonesia adalah airbag dan anti-lock braking system (ABS), ternyata masih banyak sistem keselamatan lain yang dimiliki mobil-mobil masa kini. Sebut saja electronic brake-force distribution (EBD), braking assist (BA), vehicle stability control (VSC), Traction Control, Auto-Brake-Hold, Impact Absorbing Structure, dan ISOFIX.

 

Baca: 5 Fitur Keselamatan Penting Pada Mobil

Berkenalan dengan NCAP

Tiap mobil yang dijual di pasaran memiliki peringkat keselamatan yang berbeda. Adalah New Car Assessment Program (NCAP), lembaga yang bertugas untuk menguji kelayakan atas mobil baru yang dipasarkan. Kelayakan itu tentunya mencakup keselamatan penumpang ketika berkendara.

 

NCAP diinisiasi pertama kali pada tahun 1979 di Amerika Serikat. Sebelum US NCAP, masyarakat Amerika Serikat mengenal United States National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA). Tujuan lembaga ini adalah untuk melakukan uji tabrak pada mobil-mobil baru di AS, agar fitur keamanan dan keselamatan dari setiap produsen mobil teruji sebelum produknya dirilis ke pasaran.

 

Apa yang dilakukan Amerika Serikat “ditiru” oleh Inggris, sehingga lahirlah Euro NCAP pada tahun 1996, yang  kemudian disetujui oleh negara-negara Eropa lainnya. Euro NCAP sendiri terkenal sebagai badan yang memiliki aturan paling ketat soal teknologi keselamatan di mobil. Mereka memiliki 4 kategori uji keselamatan, yaitu proteksi penumpang dewasa, proteksi penumpang anak, proteksi pejalan kaki, dan fitur keselamatan (safety assist).

Cara kerja NCAP

NCAP biasanya menilai aspek keselamatan sebuah mobil baru berdasarkan dua pertimbangan, yaitu sistem keamanan aktif dan sistem keamanan pasif.

 

Sistem keselamatan aktif adalah teknologi keselamatan yang diciptakan guna mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan. Sementara sistem keselamatan pasif merupakan teknologi yang mengurangi kerusakan sekaligus mengurangi cedera pengemudi dan penumpang jika terjadi kecelakaan.

 

Ada beberapa tahap pengujian. Umumnya akan diletakkan maneken di dalam mobil. Maneken tersebut dilengkapi oleh sensor untuk melihat tingkat keparahan cedera yang akan dialami pengemudi dan penumpang jika terjadi kecelakaan. Mobil kemudian akan ditabrakan secara keras dengan kecepatan rata-rata 60 kilometer per jam. Hal ini dilakukan untuk menguji kekuatan crumple zone. Lalu, mobil dihantamkan dengan benda keras pada bagian samping untuk mengetahui kekuatan side door impact beam.

 

Pengujian tersebut juga memperlihatkan cara kerja teknologi keselamatan yang ada di mobil, seperti seberapa cepat airbag mengembang, serta seberapa kuat sabuk pengaman dalam menahan pengemudi dan penumpang ketika terjadi hentakkan keras.

 

Penilaian NCAP menghasilkan rating berskala 1 sampai 5, di mana bintang 5 berarti bahwa mobil tersebut memiliki sistem keamanan aktif dan pasif yang sangat luar biasa. Salah satu mobil di Indonesia yang mendapat bintang 5 dari Euro NCAP adalah New Peugeot 3008 GT Line.

Baca juga: Lebih Gahar, Ini Detail Tampilan Baru New Peugeot 3008 GT Line.

Standar NCAP di Indonesia

Setiap negara memiliki standar NCAP yang berbeda-beda, tergantung karakter negaranya. Jadi, jika US NCAP memberikan bintang 5 untuk keselamatan sebuah mobil, bukan berarti standar keselamatannya lebih bagus ketimbang mobil yang mendapatkan bintang 4 dari Euro NCAP, karena standar penilaiannya berbeda.

 

Di Indonesia sendiri standar kelayakan dan keselamatannya mengacu pada ASEAN NCAP. Standar ini merepresentasikan standar kelayakan untuk kendaraan di negara-negara berkembang. Ketika negara-negara ASEAN dituntut untuk mengikuti standar Eropa atau AS, maka tentu saja harga mobil yang masuk ke negara-negara ASEAN akan melambung tinggi.

 

Produsen mobil di Indonesia pun telah memperhatikan hal ini. Toyota misalnya, produsen mobil asal Jepang ini telah menciptakan standar keselamatan dengan menanamkan fitur dual SRS airbag pada setiap mobil barunya. Sementara sistem rem ABS ada pada hampir semua tipe dari setiap produknya di Indonesia.

 

Toyota All New Calya yang merupakan Low Cost Green Car (LCGC) sekalipun sudah dibekali fitur dual SRS airbag dan rem ABS. Mobil ini juga telah mendapat bintang 4 dari ASEAN NCAP untuk perlindungan penumpang dewasa dan anak.

Jadi, kali berikutnya Anda beli mobil, jangan lupa untuk perhatikan fitur keselamatan dan peringkat NCAP-nya, ya!

Arris Riehady

SHARE