Indonesia Pindah Ibu Kota? Ini Beberapa Negara yang Sudah Melakukannya

09 May 2019

Keeksotisan Jakarta sebagai Ibu Kota Indonesia kini berada di ujung tanduk. Lantaran rencana pemindahan ibu kota Indonesia yang sudah diumumkan, lantas akan seperti apa nasib Jakarta?

Keeksotisan Jakarta memang selalu menjadi perhatian masyarakat. Iklim kehidupan yang hadir di dalamnya menyulap Jakarta sebagai tempat yang tak pernah tidur. Bahkan, proses bisnis dan pembangunan yang berlangsung semakin membuat Jakarta berkembang dan kian modern.

 

Kemudian, pada akhir April (29/4) lalu status Jakarta sebagai ibu kota Indonesia akan tergantikan. Presiden Jokowi melalui Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro, memublikasikan rencana besar pemerintah untuk memindahkan ibu kota ke luar Pulau Jawa. Informasi itu disampaikan seusai rapat pembahasan ibu kota baru di Istana Presiden di hari tersebut.

 

Sebenarnya rencana pindah ibu kota sudah pernah disinggung sejak 2017 silam. Posisi Jakarta sebagai pusat kota juga tak pernah sepi dari masalah dan histori kepemerintahan yang ada di dalamnya hingga wacana pemindahan tersebut diputuskan.

Sudah menjadi rencana besar dari masa ke masa

Rencana soal pemindahan ibu kota pernah menjadi perbincangan hangat di kalangan pemerintah Belanda. Pada masa itu, dikutip dari CNN Indonesia, bahwa saat Daendels menjabat sebagai Gubernur Hindia Belanda, ia berencana ingin memindahkan pusat pemerintahan ke Surabaya karena memandang banyaknya polemik di Batavia (nama lain Jakarta), seperti adanya wabah penyakit malaria dan kolera, pertahanan yang dirasa kurang, dan tidak adanya benteng dan pelabuhan seperti di Surabaya. Akan tetapi rencana tumbang di tengah jalan.

 

Baca juga: Banyak Istilah Otomotif yang Berasal dari Belanda, Apa Saja Itu?

 

Alasan serupa juga menjadi sorotan Gubernur Jenderal J.P. Graaf van Limburg Stirum pada tahun 1920 yang menilai Jakarta tidak layak untuk menjadi ibu kota negara.

 

Lalu, pada masa 1947, perbincangan soal pemindahan pun kembali santer. Kala itu Ibu Kota Indonesia sudah pindah ke Yogyakarta dan ingin dipindahkan kembali ke Jakarta atau ke wilayah lain yang terbilang lebih layak menjadi ibu kota negara, seperti Bandung, Malang, Surabaya, Surakarta, bahkan Palangka Raya di Kalimantan Tengah.

 

Namun, pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, isu soal rencana pemindahan negara padam jua. Pemerintah tidak merealisasikan soal rencana turun-temurun tersebut hingga era berganti, barulah rencana pemindahan ibu kota kembali dibawa dan disetujui Presiden Joko Widodo.

Pemindahan ibu kota sudah pernah dilakukan di beberapa Negara

Rencana pindah ibu kota bukanlah isu baru bagi beberapa negara. Ada beberapa negara  yang pernah menggencarkan rencana ini dan berhasil memindahkan ibu kota negaranya ke wilayah yang dianggap lebih layak mengemban amanah sebagai pusat kota.

 

Pada abad ke-14, Rusia memindahkan ibu kotanya dari Moskow ke St. Petersburg. Hal itu dilakukan karena St. Petersburg dinilai lebih dekat dengan Eropa dengan kemudahan akses yang ada. Namun, pada tahun 1918, Ibu Kota Rusia kembali dipindahkan ke Moskow lagi.

 

Permasalahan akses dan ketidaknyamanan dalam mendirikan ibu kota juga disetujui oleh pemerintah Brazil pada tahun sekitar 1960-an. Lantaran tidak nyaman dengan ibu kota sebelumnya, Ibu Kota Brazil kala itu adalah Rio de Janeiro, pemerintah Brazil pun mendirikan sebuah kota baru. Kota baru yang didirikan tersebut dinilai lebih aman, tidak rawan bencana alam, dan tidak sesak penduduk.

 

Baca juga: Mobil dari Rusia Pernah Jadi Mobil Kepresidenan Indonesia

 

Lantas, setelah kota baru yang bernama Brasilia didirikan, kota tersebut pun berhasil tumbuh menjadi kota yang menginspirasi negara lain dalam merelokasi ibu kotanya.

 

Selain itu, negara lain yang pernah merelokasi ibu kotanya ialah Nigeria. Di tahun 1980-an, pemerintah Nigeria melayangkan wacana pemindahan ibu kota negara kepada penduduknya dan kemudian membangun kota Abuja.

 

Abuju menjadi calon ibu kota negara yang dipersiapkan pemerintah sebagai pengganti Lagos, ibu kota sebelumnya. Setelah melalui proses yang cukup panjang, barulah pada tahun 1991, Ibu Kota Nigeria berhasil pindah ke Abuja dengan membawa arus transmigrasi yang cukup tinggi.

Lantas, bagaimana nasib Jakarta?

Meski prosesi pemindahan ibu kota tidaklah mudah, bahkan negara sekelas Nigeria saja membutuhkan waktu sekitar 11 tahun lamanya, Indonesia perlu mematangkan strategi dan rencana pemindahan ibu kota bila ingin mengganti status Jakarta, selain anggaran tentunya.

 

Memang, hal ini tidak bisa dilaksanakan dalam satu waktu saja. Akan ada banyak pembenahan di sana-sini yang perlu dilakukan. Belum lagi dari segi masyarakat dan sosiologis-budaya yang pasti akan mengalami perubahan.

 

Baca juga: MRT Hadir di Jakarta, Ini Impresi Warga

 

Oleh karenanya, pro-kontra yang terjadi di ranah ini pun perlu mendapat sambutan yang kritis agar setidaknya mampu menjadi acuan atau bahkan pertimbangan bagi pemerintah yang bertugas dalam mengambil keputusan.

Rismawati Idris

SHARE