Evolusi Empat Dekade Toyota Kijang: Kuatkan Hegemoni di Era Millenium, Kijang “Kapsul”

05 December 2017

Tiga tahun menjelang era millenium, Indonesia menghadapi ujian sangat berat dari segala sendi politik dan ekonomi. Efek domino pun terasa dari pergantian era Orde Baru menuju Reformasi, disusul perguncangan ekonomi yang masif.

Momen berat tersebut tidak menyurutkan pesona Kijang, yang memulai debut generasi keempatnya di tahun 1997. Populer disebut sebagai Kijang ‘Kapsul’, generasi keempat Kijang ini tersedia dalam sasis pendek (KF70) dan sasis panjang (KF80).

Proses RnD (research and development) Kijang ‘Kapsul’ banyak melibatkan para engineer PT Toyota Astra Motor berkolaborasi dengan Toyota Motor Company. Riset yang dilakukan terfokus dalam menentukan secara spesifik seperti apa kebutuhan mobil keluarga di Indonesia.

Alhasil, generasi keempat Kijang yang semakin menancapkan imej sebagai  mobil yang modern, mewah, dan canggih.

Impresi paling kentara terasa di area eksterior Kijang ‘Kapsul’, yang mengedepankan desain modern dan aerodinamis. Seluruh komponen bodi kini diproduksi langsung di pabrik TAM tanpa melewati karoseri. Hal ini dilakukan demi menjaga kualitas terbaik Kijang ‘Kapsul’, yang didukung komponen lokal hingga mencapai 53% serta melibatkan total 76 supplier lokal.

Imbas produksi yang dikerjakan di pabrik TAM, Toyota pun lebih leluasa dalam merancang Kijang ‘Kapsul’ lebih passenger oriented. Contohnya adalah konfigurasi baris ketiga yang menghadap ke depan (khusus sasis panjang), demi meningkatkan kenyamanan penumpang belakang kala berpergian jauh.

Selain itu, pintu bagasi model tailgate juga memberikan efek ‘naik kelas’, karena merupakan konfigurasi pintu yang umum diaplikasikan mobil MPV.

Karena Kijang ‘Kapsul’ lebih terfokus sebagai kendaraan keluarga, alhasil generasi keempat ini memiliki varian ‘gemuk’. Total Kijang ‘Kapsul’ memiliki 22 varian, termasuk varian Krista dan Rangga yang menjadi top line versi sasis pendek maupun sasis panjang. Tak ketinggalan versi pick up dan angkot diproduksi generasi Kijang ‘Kapsul’, meski akhirnya tidak dilanjutkan di generasi selanjutnya.

Banyaknya varian Kijang ‘Kapsul’ yang ditawarkan juga membuka kesempatan Toyota memperkenalkan transisi teknologi mesin Kijang menjadi lebih mutakhir. Hal ini dibuktikan lewat pengaplikasian teknologi Electronic Fuel Injection (EFI) pada mesin bensin 7K-E 1.800 cc 4-silinder. Teknologi ini juga diaplikasikan pada mesin baru 1RZ-E 2.000 cc 4-silinder, yang bertenaga maksimum 97 dk dan torsi 15,42 kgm.

Tidak hanya transisi teknologi mesin, Kijang Kapsul juga menjadi generasi Kijang perdana yang menjadi pelopor dalam dua hal. Pertama, Kijang ‘Kapsul’ merupakan generasi Kijang pertama yang memasarkan pilihan transmisi otomatis 4 percepatan tipe A45D, yang teknologinya diambil langsung dari Toyota Crown. Kedua, Kijang ‘Kapsul’ juga memperkenalkan pilihan mesin diesel perdana berkode 2L dari Toyota Hi-Ace, berkapasitas 2.500 cc 4-silinder dengan berkekuatan 83 daya kuda (dk)dan torsi 162 Nm.

Dengan segala formula yang diusung Kijang ‘Kapsul’, menjadikan persaingan di ranah MPV semakin panas. Pada masanya Kijang ‘Kapsul’ masuk ke dalam pasar MPV yang ‘gemuk’ dengan rival-rival kompetitif seperti Isuzu Panther, Mitsubishi Kuda, Honda Stream, Kia Carens & Carnival, dan masih banyak lagi.

Namun tetap saja hegemoni Kijang tidak bisa terkalahkan meski harus berada dalam satu ring melawan rival-rivalnya. Terbukti, selama masa bakti Kijang ‘Kapsul’ menyumbangkan total angka penjualan mencapai lebih dari 400 ribu unit, serta ekspor ke beberapa negara sahabat, seperti Filipina (Toyota Revo), Vietnam (Toyota Zace), Malaysia & Singapura (Toyota Unser), Afrika Selatan(Toyota Condor), Taiwan(Toyota Zace Surf), Brunei Darussalam(Toyota Kijang).

Perjalanan Kijang ‘Kapsul’ pun terhenti di tahun 2004, digantikan revolusioner yang akan membawa sang Kijang ke level global dan menjadi mahakarya otomotif Indonesia di mata dunia. Siapakah dia? Silakan intip di artikel ‘Evolusi Empat Dekade Toyota Kijang’ edisi selanjutnya.

Hafizh Fauzan

SHARE