Bangun Pagi Setelah Tidur Larut Malam, Pakai Cara Ini

15 April 2019

Terlihat sepele, namun bangun pagi bisa jadi sebuah kesusahan bagi sebagian orang, apalagi yang gemar tidur larut malam. Tapi, sebenarnya bisa lho bangun pagi meski tidur larut malam. Ini caranya!

Ya, memang bagi sebagian orang, bangun pagi bukan hal yang mudah dilakukan. Ada banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut seperti tidur larut malam, liburan, dan musim hujan.

 

Siapa yang ingin bangun pagi di kala liburan? Liburan dinilai sebagai waktu yang tepat dan leyeh-leyeh. Sementara musim hujan, godaan meringkuk dalam hangatnya selimut seakan membuat kasur lebih posesif. Bunyi alarm pun tidak akan mempan untuk membuat kita beranjak dari kasur.

 

Tapi, kebiasaan tersebut tidak baik jika dilakukan terus menerus. Susah bangun pagi bisa berdampak pada kesehatan dan pekerjaan.

Kurangnya tubuh terkena paparan sinar matahari pagi dapat membuat kekurangan vitamin D. Vitamin D dari sinar matahari membantu menguatkan tulang serta mengurangi risiko terkena penyakit kardiovaskular dan nyeri sendi (arthritis).

 

Beragam alasan dilontarkan mengapa seseorang tidur larut malam, mulai pekerjaan yang belum selesai, insomnia, galau, banyak pikiran, hingga depresi.

 

Sementara, tidak bangun pagi dapat membuat seseorang terlambat, terlambat ke kantor atau aktivitas lain. Hal ini tentu saja akan menghambat karir karena terlambat adalah sebuah tidakan indisipliner.

 

Tapi, sebenarnya bisa lho bangun pagi meski tidur larut malam. Ini caranya!

Atur waktu tidur

Tidur diperlukan untuk memulihkan tubuh setelah seharian bekerja. Biasanya, orang berpikir bahwa waktu tidur cukup 7-8 jam, namun itu tidak berlaku untuk semua kasus.

 

National Sleep Foundation dalam laporan utamanya di Sleep Health Journal, menyebutkan bahwa tidak ada jumlah waktu sempurna yang pas bagi setiap orang. Berikut ini rekomendasi ideal jam tidur.

 

  • Bayi baru lahir (0-3 bulan): 14-17 jam setiap hari
  • Bayi (4-11 bulan): 12-15 jam setiap hari
  • Balita (1-2 tahun): 11-14 jam setiap hari
  • Pra-sekolah (3-5 tahun): 10-13 jam setiap hari
  • Usia sekolah (6-13 tahun): 9-11 jam setiap hari
  • Remaja (14-17 tahun): 8-10 jam setiap hari
  • Dewasa muda (18-25 tahun): 7-9 jam setiap hari
  • Dewasa (26-64 tahun): 7-9 jam setiap hari
  • Manula (65 tahun ke atas): 7-8 jam setiap hari

 

Nah, dari situ dapat diperkirakan kapan mesti tidur agar dapat bangun pagi meski tidur larut malam.

Kurangi kafein

Kafein untuk tubuh manusia ini bagai dua sisi mata uang. Satu sisinya bermanfaat bagi kesehatan seperti mengurangi penyakit jantung dan diabetes, meningkatkan fungsi otak, hingga mencegah kanker usus.

 

Di sisi lain, kafein juga berbahaya. Bahaya yang ditimbulkan antara lain membuat tulang keropos, memicu keriput pada kulit, dan tentunya membuat kesulitan tidur serta terjaga lebih lama.

 

Efek kafein dalam tubuh bisa bertahan hingga enam jam lamanya. Karena itu agar tetap bisa mengkonsumsi kafein, seperti teh atau kopi, dan bangun pagi meski tidur larut malam, ada baiknya Anda membatasi konsumsi kafein ini.

Membiasakan tubuh

Awalnya memang berat, tapi mulai dari sekarang ada baiknya Anda membiasakan bangun pagi meski tidur larut malam.

 

Lama kelamaan, tubuh Anda akan terbiasa menerima kebiasaan ini. Bahkan tubuh bisa bangun sendirinya di pagi hari secara alami meski tanpa alarm.

 

Metode ini banyak digunakan orang terdahulu untuk melaksanakan salat atau ibadah di sepertiga malam hingga subuh.

 

Namun secara ilmiah, membiasakan tubuh untuk perulangan kebiasaan disebut dengan ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Ritme sirkadian adalah proses biologis yang menunjukkan osilasi endogen dan berulang setiap sekitar 24 jam.

 

Agar tubuh terbiasa bangun pagi, Anda juga bisa memanfaatkan alarm alami seperti membiarkan cahaya matahari masuk ke dalam kamar dan menyinari ranjang. Sehingga saat silau, Anda akan reflek terbangun.

Jauhkan alarm

Memasang alarm adalah cara paling mujarab untuk yang ingin bangun pagi meski tidur larut malam.

 

Sayangnya, secara tidak sadar, Anda akan tidur lagi sesaat setelah mematikan alarm tersebut. Apalagi yang memasang alarmnya di smartphone, cara mematikannya pun mudah, hanya tinggal swipe, dapat dilakukan secara tidak sadar dengan mata tertutup.

 

Supaya tidak terjadi hal demikian. Jangan letakkan alarm yang dekat dengan jangkauan tangan. Misalnya Anda bisa meletakkan smartphone di atas lemari. Pokoknya letakkan di tempat yang memaksakan tubuh terbangun dari tempat tidur dan sedikit berjalan.

 

Dengan ini, tubuh Anda akan bergerak dan bangun untuk menjangkau serta mematikan alarm tersebut.

 

Selain itu, untuk yang benar-benar susah bangun pagi, bunyikan alarm secara berurutan tiap 5-10 menit sekali agar bisa capat bangun.

Matikan elektronik

Perlu juga pencegahan agar Anda tidak tidur larut malam yang mengakibatkan tidak bisa bangun pagi, seperti menjauhkan barang-barang elektronik dari jangakuan dan kamar.

 

Sebaiknya tidak meletakkan TV di dalam kamar. TV dalam kamar didaulat mengapa seseorang gemar tidur larut malam. Tanpa disadari, bila terlalu asik nonton TV, waktu bisa saja berlalu begitu cepat dan tida-tiba sudah larut malam.

 

Selain itu, kurangi juga penggunaan smartphone di atas ranjang. Sama seperti TV, bila terlalu asik bermain smartphone, Anda bisa lupa tidur.

 

Matikan TV dan jangan gunakan smartphone setidaknya 30-45 menit sebelum tidur.

Mandi dan minum

Mandi air hangat sebelum tidur dipercaya dapat menenangkan pikiran. Setelahnya, Anda juga dapat mengatur suhu kamar agar tidur lebih nyenyak dan berkualitas. Saat bangun di pagi hari, tubuh juga merasa lebih nyaman dan tepat waktu.

 

Tidak hanya itu, biasakan juga meminum air mineral secukupnya sebelum tidur. Hal ini dapat membantu Anda bangun pagi. Minum air mineral sebelum tidur ini akan membuat kandung kemih penuh di pagi hari sehingga Anda akan terbangun karena rasa ingin buang air kecil.

 

Selain air mineral, Anda juga bisa menggantinya dengan segelas susu. Minum susu di malam hari bisa membuat perut merasa kenyang dan mencegah bangun saat larut malam karena lapar.

 

Tidak hanya itu, susu juga merangsang hormon melatonin yang membuat tidur lebih rilek dan berkualitas. Sebaiknya minum susu dua atau tiga jam sebelum tidur agar saat bangun tubuh lebih bertenaga.

 

Setelah tahu cara bangun pagi meski tidur larut malam, jangan ada alasan terlambat karena kesiangan lagi ya!

 

Jangan lupa, jika Anda tidur larut malam dan bangun pagi hari berarti tubuh kurang istirahat. Usahakan tubuh Anda beristirahat yang cukup supaya kesehatan dan stamina tetap fit dan terhindar dari penyakit.

Arris Riehady

SHARE