5 Hal Sepele yang Mengakibatkan Ban Anda Kempis Terus

13 September 2018

Ban merupakan satu-satunya bagian mobil yang langsung menempel dengan aspal atau tanah. Selain menopang beban mobil, ban juga akan berhadapan langsung dengan kondisi jalanan. Untuk itu, pemilik mobil wajib melakukan perawatan berkala agar kualitas ban dapat terjaga dengan baik.

 

Apabila ban kurang mendapatkan perawatan, maka potensi kerusakan akan semakin besar. Efek yang sering terjadi akibat kerusakan tersebut adalah ban akan kekurangan angin dan kempis, walaupun pemilik mobil rajin menambah angin setiap hari.

 

Ini mungkin disebabkan karena adanya beberapa hal yang tidak disadari oleh Anda ketika sedang berkendara. Untuk itu, simak beberapa hal di bawah ini yang dapat membuat ban Anda sering kekurangan angin atau kempis.

 

1. Terkena benda tajam

Benda tajam seperti paku, pecahan kaca, baut, dan lainnya sangat sulit diwaspadai karena bentuknya yang kecil. Hal ini sering menjadi penyebab utama kurangnya tekanan angin ban secara tiba-tiba di jalan.

 

Jika hal ini dibiarkan, dinding ban akan mengkerut dan membentuk lipatan karena udara di dalam ban tidak cukup untuk menahan beban mobil. Apalagi jika melewati jalanan yang berlubang atau polisi tidur, kerutan pada ban kempis akan semakin bertambah.

 

Biasanya, saat tekanan angin ban berkurang, mobil akan terasa bergoyang atau tidak stabil ketika berjalan.  Jika ini terjadi, segera cari tempat aman untuk berhenti dan cek kondisi ban Anda. Mungkin, terdapat benda yang melukai atau bahkan melubangi ban mobil Anda.

 

2. Kualitas ban

Ban yang berkualitas yaitu ban yang sudah memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) atau standar internasional. Ketika membeli ban, pastikan tanda SNI tercantum di ban tersebut. Setelah itu, pastikan juga ban yang Anda beli adalah ban baru, dalam artian bukan ban bekas atau vulkanisir.

 

Ban vulkanisir atau retreading adalah ban yang direkondisi dengan tujuan masa pakai ban menjadi lebih panjang. Caranya adalah dengan mengukir ulang alur (groove) ban untuk kemudian dipakai kembali. Ini sebenarnya sah saja dilakukan, asalkan ban yang divulkanisir memiliki kode regroovable.

 

Namun, jika ingin berkendara lebih nyaman dan aman, ada baiknya untuk membeli ban baru. Memang, ban bekas dan vulkanisir memiliki harga yang jauh lebih murah daripada ban baru. Tetapi, kualitas ban ini pasti tidak dapat menandingi ban baru, dari segi ketahanan maupun performa.

 

Kualitas tersebut akan sangat terasa pada saat kecepatan tinggi. Mobil yang menggunakan ban vulkanisir akan lebih beresiko akibat lemahnya daya cengkram ban terhadap aspal dibandingkan dengan ban baru dan menyebabkan mobil bergetar sehingga tidak nyaman dikendarai.

 

3. Pasir atau kerikil yang menempel

Hal ini memang terlihat sepele, tetapi jangan salah, kerikil yang menyelip di antara alur ban dapat menyebabkan kebocoran jika dibiarkan. Pasalnya, ketika kendaraan bergerak, kerikil tersebut dapat menembus kompon permukaan ban dan berimbas kepada kurangnya tekanan angin ban. Ini yang biasanya disebut dengan bocor halus.

 

Untuk itu, ada baiknya untuk mengecek kondisi ban mobil setiap seminggu sekali, atau ketika sedang mencuci mobil agar hal ini dapat dihindari.

 

4. Pentil ban longgar

Pentil ban merupakan tempat keluar masuknya angin. Apabila terjadi kerusakan seperti longgar atau kendurnya pentil, maka angin dapat keluar secara tidak sengaja dan membuat ban mobil Anda kempis.

 

Untuk mengeceknya, gunakan air sabun dan guyur secukupnya ke pentil ban mobil Anda. Apabila terdapat gelembung, pentil ban mobil Anda mungkin bermasalah.

 

5. Permasalahan pada pelek

Biasanya ini terjadi pada ban tubeless. Jika mobil Anda sering menghantam lubang, lama-kelamaan pelek akan rusak dan dapat menciptakan ruang bagi angin di dalam ban untuk keluar. Hal ini menjadikan ban akan selalu kekurangan angin walaupun selalu ditambah.

 

Atau, ban kempis juga dapat terjadi jika kondisi pelek mobil Anda sudah keropos. Bagian dalam pelek yang keropos cenderung berbentuk tajam sehingga berpeluang untuk merobek karet ban.

 

Beberapa hal di atas mungkin menjadi penyebab kurangnya angin secara sering pada ban mobil Anda. Untuk itu, jangan lupa untuk selalu melakukan pengecekan pada ban mobil agar Anda selalu merasa aman dan nyaman saat sedang berkendara.

Ferdi Julias

SHARE