Waspada, Hal Sepele Ini Bisa Menyebabkan Mobil Terbakar

Kasus mobil terbakar pernah terjadi, terlebih di Jakarta. Ternyata, kebakaran mobil tersebut juga bisa dipicu oleh keteledoran para pemilik mobil dalam berkendara, apa saja itu?

 

Maraknya kasus mobil terbakar beberapa kali pernah terjadi dan menjadi pembicaraan publik. Penyebab kejadian tersebut pun bervariasi, ada yang tiba-tiba terbakar saat sedang dikendarai atau ada juga yang terbakar saat sedang diparkir. Dari peristiwa itu, tak jarang memicu timbulnya dugaan mengenai keteledoran pengemudi yang menyebabkan mobil terbakar.

 

Kendati begitu, dugaan adanya keteledoran pengemudi terhadap peristiwa itu perlu menjadi perhatian kita bersama. Pasalnya, tak sedikit pengemudi yang masih lalai terhadap kendaraannya sendiri. Contohnya mengenai keapikan Anda dalam mengecek komponen kelistrikan mobil yang mungkin luput dari perhatian Anda.

 

Oleh karena itu, guna menghindari peristiwa mobil terbakar, Anda pun perlu mengetahui penyebab utama yang diakibatkan oleh sikap pengemudi dalam berkendara. Sikap tersebut dapat dikatakan sepele dan seharusnya dapat dihindari. Lalu, apa sajakah itu?

Penambahan aksesoris

Penambahan aksesoris untuk memperkeren kendaraan memang banyak dilakukan oleh para modifikator mobil. Tindakan modifikasi ini tak jarang berhubungan dengan komponen kelistrikan mobil. Misalnya pemasangan audio atau lampu dengan daya yang lebih besar dari standar pabrik.

 

Tentu, tindakan modifikasi ini dapat menjadi penyebab utama korsleting listrik. Bahkan, tak jarang para modifikator masih bertindak asal dalam memodifikasi kendaraannya sehingga memicu terjadinya kabel terkelupas, panas, sehingga terjadilah kebakaran.

 

Ditambah lagi, pemasangan aksesoris yang langsung terintegrasi dengan aki maupun baterai mobil. Dengan begitu arus pendek akibat hal tersebut pun cepat menjalar di seluruh tubuh mobil yang komponen elektrikalnya tak hanya berada di bawah kap mesin saja, melainkan berada pula di pintu, bawah karpet, dan pendingin ruangan.

Intensitas berkendara yang tinggi

Aktivitas berkendara yang terbilang padat juga bisa menjadi penyebab terjadinya mobil terbakar. Mengapa demikian? Mesin mobil yang digunakan terus-menerus untuk berkendara akan mengalami overheat. Dari overheat ini, suhu oli menjadi sangat tinggi sehingga memicu terjadinya kebocoran oli dan menyulut api hingga ke mesin mobil.

 

Biasanya, mesin mobil yang mudah panas disebabkan oleh adanya kerusakan radiator atau katup pada mesin yang tidak sempurna. Akibatnya, kinerja mesin tak beroperasi dengan benar dan menimbulkan beban kerja yang cukup besar pada  konverter katalisis.

Menyimpan barang-barang yang mudah terbakar di mobil

Saat berkendara, kita cukup sering meninggalkan barang-barang pribadi di dalam mobil, seperti parfum maupun power bank. Sebenarnya, barang-barang tersebut mengandung bahan aktif yang jika diletakkan di dalam kabin, terlebih saat mesin masih menyala, dapat menimbulkan api dan menyebabkan mobil terbakar.

 

Apalagi jika mobil diparkir di bawah terik matahari.

Parkir dekat sumber api

Entah karena terburu-buru atau memang tak menemukan tempat parkir yang tepat, terkadang kita juga bersikap abai dalam memarkir kendaraan. Tanpa disadari, Anda meninggalkan kendaraan Anda di lokasi yang tak aman, seperti di bawah pohon, yang rawan tumbang dan merusak kendaraan, atau di dekat tempat sampah yang berpotensi mengeluarkan gas metana sebagai pemantik api.

 

Belum lagi bila mesin masih panas, tentu hal ini akan sangat rentan terhadap komponen kelistrikan itu sendiri. Oleh karenanya, Anda perlu perhatikan lebih dulu lokasi tempat parkir yang akan tuju sebelum meninggalkan kendaraan tersebut.

 

Peristiwa mobil terbakar yang banyak diberikan di media perlu menjadi salah satu pembelajaran bagi Anda dalam memastikan keselamatan dan kenyamanan berkendara. Karena itu, sebagai pemilik mobil, Anda pun perlu meminimalisasi hal-hal sepele seperti di atas agar terhindar dari kejadian yang tak diinginkan, ya.