Utang Menumpuk Bikin BI Checking Jelek? Ini Penjelasannya

Ternyata, dampak utang menumpuk bisa bikin BI checking jelek. Kenapa begitu? Baca selengkapnya di artikel ini.

utang menumpuk

Utang menumpuk bukan hal yang baik bagi kondisi keuangan kamu. Selain bikin keuangan jadi berantakan, dampaknya juga bisa bikin BI checking jelek.

BI checking adalah suatu layanan informasi di dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) mengenai catatan riwayat kelancaran pembayaran kredit suatu nasabah.

Umumnya, informasi tersebut diakses dan digunakan oleh bank serta lembaga keuangan ketika ada nasabah yang mengajukan kredit.

Baca juga: Apa Itu BI Checking dan Bagaimana Cara Mengeceknya?

Bank membutuhkan informasi ini untuk menilai apakah nasabah layak untuk mendapatkan pinjaman atau tidak.

Lalu, kenapa utang menumpuk bisa bikin BI checking jelek? Apakah ada solusi untuk memperbaiki skor BI checking?

Untuk itu, yuk simak penjelasannya berikut ini.

Pentingnya BI checking

Dalam BI checking terdapat skor yang diberikan kepada nasabah berdasarkan catatan kreditnya. Skor paling baik adalah 1 dan skor terburuknya adalah 5.

Semakin kecil skor kreditnya menunjukkan kalau nasabah punya catatan kredit yang baik dan pinjamannya lancar. Nasabah yang mendapat skor 1 paling disukai oleh bank.

Sedangkan kalau skornya semakin besar, tandanya nasabah punya masalah terhadap catatan kreditnya.

Utang menumpuk susah dapat kredit

Jika seseorang mendapatkan skor BI checking kurang baik, misalnya 3 sampai 5, maka ia tercatat telah menunggak kredit selama lebih dari 3 bulan.

Artinya, masih ada utang yang menumpuk dan belum dibayarkan.

Hal itu akan mempengaruhi pertimbangan bank atau lembaga keuangan dalam menentukan apakah mau memberikan fasilitas kredit kepada nasabah.

Baca juga: Kesalahan Pemakaian Kartu Kredit yang Harus Dihindari

Pihak bank akan meragukan apakah nasabah bisa membayar cicilan kredit yang telah diberikan dengan lancar tanpa ada tunggakan.

Bahkan kalau skor BI checking sudah mencapai 3, akan langsung masuk blacklist.

Jika sudah masuk blacklist BI checking, akibatnya nasabah akan semakin sulit mendapatkan persetujuan kredit di bank atau lembaga keuangan manapun.

Cara memperbaiki riwayat di BI checking

Lantas, apakah catatan riwayat kredit bisa diperbaiki bila sudah masuk blacklist ?

Catatan riwayat kredit dalam BI checking dapat diperbaiki asalkan kamu melakukan sejumlah cara berikut ini.

1. Lunasi seluruh utang menumpuk

Agar namamu terhapus dari blacklist BI checking, satu-satunya cara adalah segera melunasi utang menumpuk. Apabila sudah berutang, kamu wajib untuk membayarnya kembali.

Baca juga: 7 Cara Melunasi Utang yang Menumpuk, Susah Tapi Realistis

Ketika utang menumpuk terlalu banyak, kamu pasti akan mengalami kesulitan untuk membayarnya.

Namun, hal ini dapat diatasi dengan cara mendahulukan pembayaran utang dengan jumlah dan tingkat suku bunga paling besar, baru melunasi yang kecil.

2. Hubungi bank atau leasing tempat berutang

Setelah melunasi seluruh utang, sebaiknya hubungi pihak bank atau lembaga keuangan untuk memastikan agar utang yang dilunasi sudah tercatat dalam sistem dan data bisa diperbarui ke SLIK. 

Baca juga: Cara Melakukan Over Kredit Mobil, Jangan Sampai Salah

Selain itu, minta juga surat pelunasan utang dalam bentuk hardcopy maupun softcopy sebagai bukti bahwa kamu sudah terbebas dari kewajiban utang. 

Surat tersebut penting karena dapat menjadi bukti yang dapat kamu tunjukkan ketika akan mengajukan kredit kembali.

Surat ini bisa pula dijadikan bukti kuat apabila namamu belum terhapus dalam blacklist.

3. Tunggu sampai nama terhapus dari blacklist

Meskipun sudah melunasi seluruh utang menumpuk, namamu tidak akan langsung terhapus dari blacklist BI checking.

Kamu perlu menunggu selama 24 sampai 60 bulan setelah dinyatakan blacklist.

Selama menunggu namamu terhapus dari blacklist, kamu belum bisa mengajukan kredit di manapun.

Baca juga: 5 Jenis Investasi Untuk Pemula, Bisa Cuan dan Minim Risiko

Ini juga bisa jadi waktu yang tepat untuk memperbaiki keuangan agar tidak lagi ada utang menumpuk dan dapat merencanakan keuangan dengan lebih baik.

Jadi, itulah mengapa utang menumpuk itu sebaiknya dihindari dan harus segera dilunasi karena dapat berdampak besar pada masalah finansial.