Tempat Wisata Legendaris Wajib Dikunjungi di Surabaya

By Arris Riehady - Januari 16, 2019

Surabaya, kota besar di ujung timur Pulau Jawa ini kini semakin modern dengan gedung pencakar langit dan pusat perbelanjaan mewah. Bukan cuma modern, ada juga gedung-gedung tua bersejarah tetap berdiri tegak, seakan mengingatkan akan julukannya sebagai Kota Pahlawan.

 

Berikut tempat wisata di Surabaya yang jadi kebanggaan kota tersebut dan wajib dikunjungi saat liburan.

Taman Bungkul

Berlokasi di Jalan Raya Darmo, ruang terbuka seluas 900 meter persegi ini dilengkapi fasilitas pendukung, seperti skateboard track dan BMX track, jogging track, plaza (panggung untuk live performance berbagai jenis hiburan), zona akses Wi-Fi gratis, area green park dengan kolam air mancur, taman bermain anak-anak hingga pujasera.

 

Namanya diambil dari nama tokoh yang sangat berpengaruh dalam penyebaran agama Islam di wilayah Surabaya dan sekitarnya, yaitu Ki Ageng Supo yang kemudian mendapat gelar Sunan Bungkul. Taman ini pernah meraih penghargaan The 2013 Asian Townscape Award dari Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai taman terbaik se-Asia.

 

House of Sampoerna

Berlokasi di kawasan Kota Tua, kompleks bangunan megah bergaya kolonial yang didirikan pada 1862 ini sebelumnya digunakan sebagai panti asuhan yang dikelola oleh Belanda, kemudian dibeli pada 1932 oleh Liem Seeng Tee, pendiri Sampoerna, dengan maksud untuk digunakan tempat produksi rokok pertama Sampoerna.

 

Kini, di auditorium sentral situs bersejarah sekaligus sebuah museum ini berisi barang-barang antik milik keluarga Sampoerna, seperti mesin pemotong tembakau hingga mobil kuno, dan di bagian timurnya telah diubah menjadi ruangan untuk kafe, kios merchandise, dan galeri seni.

 

Di lantai dua bangunan ini juga bisa melihat ratusan pelinting rokok legendaris Dji Sam Soe yang bekerja secara manual dengan kecepatan luar biasa.

 

Ciputra Waterpark

Tak betah dengan cuaca terik Surabaya? Bertolaklah ke taman hiburan yang didirikan di atas lahan seluas lima hektar di Surabaya Barat yang mengusung petualangan Sinbad ini. Berbagai wahana di sini dangkal karena memang ditujukan untuk bermain air, bukan berenang.

 

Pasar Atom

Pasar di sini nyaman untuk dikunjungi karena toko-toko dan pedagangnya berjualan dengan tertib, selain juga terjaga kebersihannya. Barang yang dijual beragam, mulai dari pakaian, aksesori wanita, tas, sepatu, hingga perhiasan emas.

 

Walau terhubung dengan Pasar Atom Mall yang menempati bangunan baru dan ber-AC, untuk mencari makanan, Pasar Atom yang lebih difavoritkan karena banyak makanan khas yang sudah terkenal kelezatannya, termasuk Nasi Cumi Waspada di pintu samping Pasar Atom yang pembelinya rela mengantre untuk menikmatinya.

 

Monumen Kapal Selam

Sering disingkat Monkasel, kapal selam ini terbagi menjadi beberapa ruangan, antara lain ruang torpedo haluan yang dilengkapi empat peluncur torpedo, ruang tinggal perwira, ruang periskop yang juga Pusat Informasi Tempur, ruang anak buah kapal, ruang diesel, ruang listrik, dan ruang torpedo buritan.

 

Monumen ini sebenarnya merupakan kapal selam KRI Pasopati 410, salah satu armada Angkatan Laut Republik Indonesia buatan Uni Soviet tahun 1952 yang pernah dilibatkan dalam Pertempuran Laut Aru untuk membebaskan Irian Barat dari pendudukan Belanda. Kapal Selam ini kemudian dibawa ke darat dan dijadikan monumen untuk memperingati keberanian pahlawan Indonesia.

Klenteng Hok An Kiong

Sekelompok imigran Tiongkok mendirikan Klenteng ini pada 1830. Di ruang utama Klenteng tertua di Surabaya ini terdapat patung dewa-dewi, termasuk Dewi Thian Siang Sing Boo yang merupakan dewi pelindung laut dan para nelayan, berhubung kebanyakan para imigran saat itu adalah pelaut.

 

Berlokasi di Jalan Coklat, Anda bisa mengenali Klenteng ini dari kejauhan berkat warna merahnya yang mentereng.

View this post on Instagram

Busy

A post shared by Ghina N (@imaghinasi) on

Kampung Arab

Kawasan Wisata Religi Sunan Ampel adalah salah satu lokasi penyebaran agama Islam di abad 15. Para pedagang dari Arab dan Yaman konon datang untuk berdagang sembari belajar ajaran Islam dari Sunan Ampel.

 

Seiring waktu, muncullah Kampung Arab di sekitar tempat ini, tepatnya di Jalan Ampel Suci 45 dan Jalan Ampel Masjid 53.

 

Deretan rumah yang berjajar memiliki ciri khas Timur Tengah dengan pintu kecil khusus untuk pemilik rumah dan anggota keluarga, sedangkan pintu besar untuk para tamu.

 

Beberapa bagian di kampung ini telah berubah menjadi pertokoan yang menjual nasi kebuli, kurma, minyak wangi, dan pakaian muslim.

movic

Bingung mau keliling dan wisata Surabaya naik apa? Sewa mobil pakai Movic saja!

 

Dengan aplikasi ini Anda dengan mudah memilih mobil sewaan terpercaya dan berkualitas, waktu sewa serta harga yang fleksibel, hingga pilihan mau mengemudi sendiri atau dengan driver. Driver juga pengalaman dan bisa jadi pemandu, sehingga tahu tempat-tempat wisata dan kuliner yang hits!

 

Praktis bukan?

 

Tunggu apalagi, segera download Movic!

Berita Terkait

Author

What (apa), Who (siapa), When (kapan), Where (dimana), Why (kenapa), dan How (bagaimana). Suka kecepatan dan ketinggian. I am @arristoocrazy!