Teknologi yang Bikin Mesin Isuzu MU-X Hemat BBM dan Ramah Lingkungan

By Ferdi Julias - November 9, 2017

isuzu mu xTeknologi common rail sudah menjadi andalan bagi mobil-mobil diesel modern, misalnya Isuzu mu-X. Mesin Turbo Diesel Isuzu 2.5L Commonrail VGS (Variable Geometry System)-nya dapat menyemburkan tenaga sebesar 136 ps pada 3.400 rpm dan torsi 32,6 kgm pada putaran 1.800 – 2.800 rpm.

 

Mesin diesel common rail juga diklaim membuat bahan bakar lebih irit daripada diesel konvensional karena teknologi Common rail memungkinkan tekanan di ruang bakar dapat berubah-ubah alias fleksibel karena menyesuaikan dengan outputnya.

mesin dieselPengaturan volume dan tekanan pada mesin yang fleksibel ini membuat percampuran solar dengan udara dan disertai tekanan yang tepat membuat pembakaran menjadi lebih efektif, sehingga gas buang yang dihasilkan relatif sedikit serta lebih ramah lingkungan. Akurasi volume solar yang masuk ke ruang bakar juga lebih tepat.

 

“Diesel dulu pasti suaranya kasar, asapnya ngebul, lalu berisik. Kalau common rail tidak, karena sudah diatur oleh valve dan ECU. Jadi pressure yang sangat tinggi sudah stand by di common rail-nya itu dan bikin beda dengan konvensional,” ujar Sanusi, Workshop Head Isuzu Astra Biz Centre BSD Branch.

mobil isuzu mu xIa melanjutkan, konsumsi BBM yang dihasilkan juga terbilang irit. Contohnya Isuzu mu-X, untuk pemakaian sehari-hari, konsumsi BBM mobil bertipe SUV ini bisa mencapai 1:11 km.

 

“Memang tergantung perawatan dan penggunaan. Tapi ini lumayan irit untuk SUV, udah gitu responsif lagi,” kata Sanusi.

 

Selain teknologi common rail, mu-X juga sudah menggunakan dua filter bahan bakar, yaitu pre-filter dan main filter. Jadi, distribusi solar akan diterima lebih dulu oleh pre-filter, setelah itu baru dilanjutkan ke main filter.

Tak hanya itu, sistem pembakarannya juga didukung oleh Diamond Like Carbon (DLC) yang dapat menjaga mesin lebih bersih dari bahan bakar yang masuk.

 

“Jadi, pemakaian bio solar pun tidak masalah karena memang filter bahan bakarnya ada dua. Lalu, mesin pembakaran kita selain sudah pakai common rail, DLC-nya juga sudah ada. Jadi partikel sekeras apapun akan hancur oleh DLC,” ungkap Sanusi.

Berita Terkait

Author