Sejarah Mobil Kodok, Mesinnya Ada di Belakang

Sebuah kendaraan ikonik yang melintasi zaman, penasaran? Begini sejarah mobil kodok yang mesinnya di belakang.

mobil kodok

Di Indonesia dikenal dengan mobil kodok atau VW Kodok, mobil yang bernama resmi Volkswagen Beetle ini meluncur pertama kali di Jerman yang didaulat sebagai mobil rakyat.

Sama seperti Vespa, meski VW Kodok ini sudah berhenti diproduksi, namun tetap diburu oleh para kolektor karena dianggap menjadi mobil ikonik yang melewati berbagai zaman.

Semakin ikonik lagi, untuk mobil kodok klasik, uniknya penempatan mesin berada di belakang, sangat jauh berbeda dengan mobil lain pada umumnya yang mesinnya di depan.

Baca juga: Sejarah dan Jenis-jenis Vespa Matik, Ada Edisi Terbatasnya

Seperti di ketahui, umumnya mobil dengan mesin di belakang memiliki performa tinggi tapi ini berbeda 180 derajat dengan mobil kodok. Mobil ini cenderung pelan, dan mengutamakan kenyamanan.

Lalu bagaimana sih sejarah mobil kodok ini? Bagaimana bisa sampai ke Indonesia?

mobil kodok

Inisiasi pemimpin Jerman

Tidak bisa dipungkiri, dalam awal kelahiran mobil kodok atau VW Kodok ini ada inisiasi pemimpin Jerman saat itu, Adolf Hitler di dalamnya.

Baca juga: Sejarah dan Cara Kerja Mesin Turbo Pada Mobil-mobil Modern

Pemimpin kontroversial tersbut, pada tahun 1933, menginginkan adanya mobil yang merakyat dengan standar dapat memuat dua penumpang dewasa dan tiga anak-anak yang memiliki kecepatan hingga 100 kilometer per jam.

Lalu, Ferdinand Porsche, seorang insinyur kebangsaan Austria, yang juga berkontribusi untuk pembuatan tank Jerman seperti Tiger dan Panzer ditunjuk untuk mengembangkan proyek mobil rakyat ini.

Baru pada tahun 1938 akhirnya Volkswagen atau mobil rakyat ini diluncurkan. Waktu itu belum ada penamaan Beetle, sehingga mobil kodok generasi pertama disebut sebagai Type 1.

Baca juga: Sejarah Daihatsu Sirion, Fiturnya Lengkap untuk Keluarga

Sebagai kado ulang tahung ke 49, pada 20 April 1938, Adolf Hitler menerima Type 1 Cabriolet. Dengan kata lain, ia adalah orang yang memiliki mobil kodok jenis cabriolet pertama di dunia.

Sayangnya setahun kemudian Perang Dunia II pecah, dan produksi mobil pun dihentikan sesaat.

mobil kodok

Jadi VW Beetle

Memang, generasi pertama mobil kodok yang disebut Type 1 ini mengalami stop produksi gara-gara ada yang hancur dan diubah untuk memproduksi tank Jerman pada Perang Dunia II.

Baca juga: Sejarah Toyota Vios, Sedan Kompak Bermesin Handal

Namun usai perang selesai, akhirnya mobil ini kembali diproduksi di bawah kontrol Inggris. Ya, Inggris mengambil alih pabrik Volkswagen di Wolfsburg pada tahun 1956.

Pada tahun 1946, akhirnya mobil kodok kembali mengaspal. Namanya juga masih sama dengan generasi pertama, yakni Type 1 dan diproduksi sebanyak 10.000 unit.

Mobil kodok ini akhirnya sampai di Amerika Serikat pada tahun 1949 dan hanya ada dua unit saja pada saat ini. Nama Vokswagen pun di ubah di sana menjadi Victory Wagon. Lambat laun akhirnya mobil ini begitu di terima karena ada andil dari anak muda di sana dan kaum Hippie.

Baca juga: Sejarah, Jenis, dan Aturan Membuat Polisi Tidur

Untuk mengembangkan brand, Type 2 atau yang dikenal dengan VW Kombi, nama panjangnya Kombinationskraftwagen, diluncurkan di tahun 1950 di Jerman dengan tujuan sebagai mobil transporter.

Nama VW Beetle mulai populer di era 60-70an, mobil ini ikut menjadi bintang dalam film Herbie Love The Bug dengan nama Herbie bernomor ikoniknya 53 yang bertahan hingga saat ini.

mobil kodok

Datang ke Indonesia

Mobil kodok atau VW Kodok mulai masuk di Indonesia sejak tahun 1950an. Julukan tersebut karena bentuknya yang menyerupai hewan kodok.

Baca juga: Begini Sejarah Panjang Pelat Nomor Kendaraan di Indonesia

Ya, bila orang luar negeri menjuluki mobil ini seperti kumbang atau beetle, Indonesia punya pandangan lain soal mobil ini.

Bentuk lampu utama yang bulat ditambah dengan dengan desain yang seba membulat, hampir tidak ada tarikan garis lurus yang menyiku, diibaratkan oleh orang Indonesia menyerupai bentuk kodok.

Indonesia memang kreatif soal nama julukan mobil yang disangkut pautkan dengan nama hewan, sebut saja ada Kijang Buaya, Corolla Lele, Taft Kebo, dan banyak yang lainnya.

Baca juga: Sejarah Toyota Land Cruiser dan Serinya yang Melegenda

Balik lagi ke sejarah mobil kodok. Saat itu di Indonesia VW Kodok hanya dimiliki oleh pejabat. Dikutip dari tirto.id, salah satu pejabat yang pernah memilikinya adalah Mayor Jenderal Siswondo Parman.

Bahkan pada tahun 1965, Presiden Soekarno pernah memiliki mobil kodok ini dan beberapa model lainnya. Salah satunya VW Karmann Ghia yang sekarang kondisinya masih terwat dan diteruskan oleh Puan Maharani.

mobil kodok

Berhenti diproduksi

Dari awal mengaspal, facelift besar-besar dari mobil kodok ini baru terjadi pada tahun 1998 dan dikenal dengan VW New Beetle.

Baca juga: Review Toyota Corolla DX, Kenapa Layak Dijadikan Investasi?

Secara desain masih mengadopsi leluhurnya yang serba membulat dengan dua pintu. Ubahan paling besar terdapat di penempatan mesin.

Ya, mesin mobil kodok yang ikonik ada di belakang, pada generasi keduanya sudah dipindah pada bagian depan seperti kebanyakan mobil modern.

Lalu pada 2003, lahirlah generasi ketiga dari mobil kodok ini. Sayang pada tahun 2013 penjualannya terus merosot hingga akhinya di tahun 2018, Volkswagen menggumumkan memberhentikan produksi mobil ini.

mobil kodok

Harga mobil kodok

Meski sudah tidak diproduksi, mobil kodok tetap menjadi ikon dan diburu para kolektor, khususnya yang klasik dengan mesin masih di belakang.

Baca juga: Mengenal Toyota Corolla dari Generasi ke Generasi

Harga mobil kodok di bursa mobil bekas pun tergolong gelap, atau suka-suka penjualnya dalam memberi bandrol. Semuanya pun tergantung kondisi dan orisinalitas.

Bukan tanpa sebab, pasalnya meski memiliki rentang waktu yang panjang, mobil kodok terbilang jarang populasinya. Apalagi dengan mesin di belakang tidak sedikit trouble-nya.

Hanya yang konsisten dan mengerti mesin, serta menghargai sejarah yang tertarik memiliki mobil klasik yang bentuknya mirip hewan kodok ini. Kamu bagaimana, apa tertarik memiliki VW Kodok?