Saat Berkendara, Mending Neduh atau Terobos Hujan?

17 July 2019

Cuaca yang sulit diprediksi sering membuat bingung para pengendara, khususnya pengendara motor. Mau neduh atau nekat terobos hujan?

Permasalahan yang terjadi di jalan kadang ada-ada saja. Selain masalah mesin, ada sebagian pengendara yang kadang bingung saat hujan turun, khususnya pengendara motor. Lebih baik berteduh, atau tetap melanjutkan perjalanan?

 

Kalau neduh, hujan tidak bisa diprediksi akan selesai kapan dan bisa lumayan memakan waktu. Tapi, kalau terobos, harus memakai jas hujan dan pandangan bisa terganggu karena kaca helm akan tertutup embun serta rintik-rintik air hujan.

 

Bila memiliki banyak waktu, memang lebih baik berteduh untuk menjaga kesehatan. Tapi, jika memang ingin menerobos hujan, ada baiknya untuk memahami kondisi badan terlebih dulu.

 

Menurut dokter Suharto yang sudah berpengalaman di Departemen Kesehatan dan praktek beberapa rumah sakit di Jakarta, menerobos hujan sebenarnya sah-sah saja asalkan sistem kekebalan di tubuh atau antibody memungkinkan.

 

“Boleh saja, asalkan tubuhnya kuat dan fit, bukan dalam keadaan yang tidak prima. Karena pada tubuh yang kurang sehat akan gampang terserang penyakit jika hujan-hujanan,” ujarnya saat dihubungi Seva.id.

Ia juga mengatakan, air hujan dapat membuat suhu tubuh menjadi dingin sekaligus membuat aliran darah tidak lancar. Bukan hanya pada kepala, tapi juga seluruh tubuh. Hal ini berakibat pada menurunnya tingkat kekebalan pada tubuh manusia.

 

“Air hujan mengandung beberapa elemen yang tidak baik, seperti debu, polusi udara, zat asam, dan sebagainya. Ini dapat menambah bakteri yang ada di tubuh,” ungkapnya.

 

Sebenarnya, tubuh manusia sudah mengandung bakteri sebelum terkena hujan, sedangkan setelah hujan-hujanan jumlahnya akan meningkat dan siap menimbulkan penyakit. Jadi, dengan elemen–elemen yang terkandung di dalam air hujan tadi, bakteri di dalam dan luar tubuh otomatis akan bertambah.

 

Apalagi pada pengendara motor yang langsung terkena hujan dan menghirup udara jalanan, pastinya peluang masuknya bakteri akan lebih besar.

 

Meningkatnya jumlah bakteri tersebut akan menimbulkan gas berlebih pada tubuh manusia karena bakteri-bakteri itu akan memproduksi gas dan membuat suhu tubuh naik disertai dengan  gejala seperti perut menjadi kembung. Inilah yang sering disebut ‘masuk angin’ oleh kebanyakan orang.

“Nah, tidak ada yang namanya masuk angin, semua berasal dari bakteri. Jadi dikerok itu bukan solusi karena tidak mengeluarkan bakteri, malah hanya akan menambah penyakit pada kulit,” ucap Suharto.

 

Solusi terbaik jika memang terpaksa harus menerobos hujan, baiknya adalah menutup semua badan dari kepala hingga kaki. Ini mencegah masuknya air hujan yang membawa bakteri ke dalam tubuh.

 

Selain memakai helm, masker, dan tentunya jas hujan, Suharto menyarankan agar memakai jaket di dalam jas hujan untuk melindungi suhu tubuh.

 

Setelah itu, solusi selanjutnya adalah mandi dengan air hangat. Ini bukan cuma mitos, yang mengatakan apabila terkena hujan harus mandi untuk menghilangkan pusing. Ada penjelasan ilmiah dibalik itu.

“Jadi fungsinya mandi setelah hujan-hujanan adalah untuk menghilangkan bakteri. Jangan hanya keramas, tapi mandi, yang terkena hujan kan bukan cuma kepala,” jelas Suharto.

 

Selain itu, alasan kenapa menggunakan air hangat setelah hujan-hujanan adalah untuk menjaga suhu badan dan memperlancar aliran darah. Seperti yang disebutkan tadi, air hujan juga dapat menghambat aliran darah karena suhunya dingin.

 

Buat kamu yang tidak ingin terkena hujan saat situasi penting, lebih baik gunakan Sejalan. Dengan Sejalan, kamu tidak akan terkena hujan diperjalanan. Jadi, penampilan kamu juga akan tetap terjaga.

 

Lebih dari itu, saat ini Sejalan memiliki program yang sayang untuk dilewatkan, yaitu program Ngantor Get Teman Get Reward. Kapten dan teman Sejalan akan mendapatkan voucher Tokopedia senilai Rp 25 ribu untuk setiap teman baru yang berhasil diakuisisi oleh kapten.

Caranya sangat mudah. Kamu tinggal mengikuti syarat dan ketentuan di bawah ini.

  1. Kapten Sejalan yang berhak mengikuti program ini adalah Kapten Yang telah dimaintain maupun kapten baru.
  2. Kapten akan mengakuisisi Teman baru selama periode program.
  3. Tidak ada batasan untuk jumlah Teman baru yang diakuisisi oleh Kapten Andalan Sejalan selama kuota tersedia.
  4. Untuk mendapatkan reward program, Kapten yang baru diakuisisi harus berhasil menyelesaikan 1 (satu) perjalanan sukses, dengan syarat perjalanan sebagai berikut: Jarak tempuh perjalanan 100 km; Kapten harus memberikan nomor customer kepada Admin Sejalan; Perjalanan tersebut berhasil divalidasi oleh tim Sejalan sebagai perjalanan sukses.
  5. Reward program akan diberikan setelah kelengkapan data dan perjalanan sukses Kapten baru berhasil diverifikasi dan divalidasi oleh tim Sejalan.
  6. Pemberian reward akan dilakukan maksimal H+7 (hari kerja) setelah data divalidasi oleh tim Sejalan.
  7. Sejalan berhak melakukan tindakan yang diperlukan apabila terjadi tindakan kecurangan dari pengguna yang merugikan pihak Sejalan

 

Jadi, tunggu apalagi, ayo segera gunakan aplikasi Sejalan untuk memudahkan perjalananmu.

SHARE