Rahasia Dibalik Nama Olimpiade Tokyo 2020, Bukan 2021

By Amalia Kartika - Juli 29, 2021

Olimpiade Tokyo 2020 digelar pada 2021, bingung? Ternyata ini alasan dibalik penamaan Olimpiade Tokyo 2020.

Olimpiade Tokyo 2020

Olimpiade Tokyo 2020 (Olympic Games Tokyo 2020) yang sempat tertunda karena pandemi Covid-19, akhirnya digelar pada 23 Juli sampai 8 Agustus 2021.

Sebelumnya, Olimpiade Tokyo dijadwalkan akan digelar pada 24 Juli – 9 Agustus 2020. 

Meski Olimpiade digelar tahun 2021, event olahraga terbesar di dunia ini tetap menggunakan nama Olimpiade Tokyo 2020, bukan 2021 menyesuaikan dengan tahun penyelenggaraan.

Baca juga: Arti Dibalik Nama Mobil Terkenal Dunia

Hal ini mungkin menjadi pertanyaan banyak orang, kenapa nama Olimpiade Tokyo 2020, bukan 2021? Faktanya, ada sejumlah alasan di balik pemilihan nama tersebut.

Berikut alasan kenapa nama Olimpiade Tokyo 2020, bukan 2021.

Olimpiade Tokyo 2020 Berkaitan dengan bisnis

Alasan terbesar untuk tetap menggunakan nama Tokyo 2020 ternyata berkaitan dengan masalah bisnis.

Pada bulan Maret 2020, seluruh merchandise, medali, obor, dan produk branding lainnya sudah jadi dengan nama Olimpiade Tokyo 2020.

Baca juga: Mobil Rakitan Indonesia yang Laris Manis di Negara Lain

Jika namanya diganti menjadi Olimpiade Tokyo 2021, artinya ini membutuhkan biaya untuk melakukan revisi. Sementara, seluruh produk yang terlanjur diproduksi akan terbuang sia-sia.

Tidak hanya merchandise, perubahan nama Olimpiade juga akan membuat barang lain seperti papan nama, bendera, iklan dan tiket yang sudah dicetak otomatis tidak terpakai.

Tentu ini akan menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi penyelenggara Olimpiade yang sudah mengeluarkan berjuta-juta dolar US untuk branding “Tokyo 2020”.

Branding begitu penting bagi Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan menjadi aset yang sangat berharga.

Dikutip dari sportingnews.com, ahli pemasaran olahraga Michael Lynch, mengatakan, aset utama yang dijual oleh IOC dan Tokyo Organizing Comittee adalah kekayaan intelektual dan kekuatan nilai merek, terkait logo, merek, penunjukan, simbol, dan sebagainya.

Baca juga: 5 Lomba Agustusan Kekinian yang Terapkan Physical Distancing

Ia melanjutkan, segala kekayaan intelektual Olimpiade Tokyo bermerek 2020 termasuk sponsor, materi iklan, merchandise berlisensi, papan nama acara, akan memasuki pasar.

Ini menjadi biaya yang sangat besar kalau harus berubah nama sehingga hal itu tidak perlu dilakukan.

Kerugian besar bukan cuma dialami oleh penyelenggara Olimpiade, tetapi juga berdampak pada mitra penyiaran, sponsor, dan pihak lain terkait strategi brand Olimpiade.

Sejak awal tidak berubah nama

Pandemi Covid-19 yang mewabah di seluruh dunia sejak awal 2020 membuat Olimpiade Tokyo terancam batal. Tetapi, pada 24 Maret 2020, IOC memutuskan bahwa Olimpiade ditunda hingga 2021.

Pernyataan tersebut sekaligus mengumumkan bahwa event ini tetap menggunakan nama Olimpiade Tokyo 2020, meski saat itu belum ada kepastian kapan tanggal penyelenggaraan Olimpiade di 2021.

Baca juga: Pola Pikir Orang Sukses yang Bikin Mikir untuk Menirunya

Jadi, sudah tidak penasaran lagi kan kenapa nama Olimpiade Tokyo 2020, bukan 2021. Hal ini hampir sama dengan penamaan kompetisi sepak bola Eropa, yaitu Euro 2020, bukan 2021.

Selanjutnya, yuk dukung atlet-atlet Indonesia yang berlaga di Olimpiade Tokyo 2020.

Sejauh ini, per tanggal 29 Juli 2021, Indonesia sudah meraih 3 medali Olimpiade Tokyo 2020, yaitu 1 perak dan 2 perunggu dari cabang olahraga angkat besi.

Semoga Indonesia bisa membawa pulang lebih banyak medali, terutama medali emas ya!

Berita Terkait

Author