Perbedaan Formula E dan Formula 1 dari Mobil hingga Sirkuit

Digagas pada tahun 2011 sehingga ajang balap mobil ini belum terlalu familiar. Lantas apa perbedaan Formula E dan Formula 1?

Hingga kini, kepastian kapan Formula E digelar belum jelas. Awalnya, ajang balap tersebut akan digelar pada 6 Juni 2020 dan Jakarta menjadi tuan rumah.

Namun, karena adanya pandemi, Formula E diundur ke 2021 yang kemudian diundur lagi ke tahun 2022.

Rute sirkuit yang rencananya akan digunakan dimulai dari Silang Monas Tenggara-MI Ridwan Rais-Tugu Tani-MI Ridwan Rais-Merdeka Selatan-Wisma Antara- Kedubes AS-Silang Monas Tenggara.

Baca juga: Efek Bila Mobil Menggunakan Ban Balap untuk Rutinitas

Sedangkan alternatif rute sirkuit Formula E berada di Silang Monas Selatan-belakang Gambir-Ridwan Rais-Merdeka Selatan-Bundaran Patung Kuda-Silang Monas Selatan.

Formula E adalah ajang balap mobil listrik kursi tunggal yang sudah berstatus sebagai Kejuaraan Dunia yang setara dengan Formula 1 dan sudah masuk dalam kalender Federasi Otomotif Internasional (FIA).

Formula 1 atau F1 lebih dulu dikenal dan musim pertamanya diadakan pada 1950. Tak heran ajang balap tersebut punya gengsi lebih tinggi daripada Formula E dan pebalapnya pun lebih dikenal.

Baca juga: 6 Penyebab Ban Pecah Pada Mobil yang Wajib Dihindari

Sementara Formula E baru digagas oleh Jean Todt pada 2011 dan menggelar musim pertamanya di Beijing, China pada 2014.

Lantas, apa perbedaan Formula E dan Formula 1? Simak penjelasannya berikut

Spesifikasi mesin

Secara sumber tenaga, jelas terdapat perbedaan Formula E dan Formula 1. Formula E menggunakan mesin bertenaga listrik yang berasal dari baterai lithium-ion dengan daya 28 kWh dan mampu menyuplai motor listrik 200-250 kW atau setara 268 daya kuda.

Lalu, perbedaan Formula E dengan Formula 1 yang mencolok adalah suara bising yang dihasilkan saat balapan. Formula E tidak menghasilkan suara sebising Formula 1.

Baca juga: Perbedaan Avanza dan Veloz yang Tampak Serupa tapi Tak Sama

Secara teknis, mobil Formula E butuh waktu 3 detik untuk melesat dari 0 sampai 100 kilometer per jam dengan kecepatan puncak mencapai 280 kilometer per jam.

Namun, tidak adanya proses pembakaran internal membuat mobil Formula E lebih senyap dengan tingkat kebisingan 80 desibel. Sementara Formula 1 tingkat kebisingannya mencapai 100 desibel.

Aturan balapan

Formula E digelar selama dua hari termasuk dua kali latihan bebas sebelum balapan. Bahkan prosesnya bisa digelar satu hari penuh mulai dari latihan, kualifikasi hingga balapan diadakan di hari yang sama.

Formula 1 berlangsung selama tiga hari di mana ada sesi latihan bebas di hari Jumat, babak kualifikasi di hari Sabtu dan balapan di hari Minggu. Balapan F1 bisa digelar hingga 19 seri, sementara Formula E hanya 10-12 balapan per musim.

Baca juga: Kendaraan Belum Uji Emisi Bakal Kena Sanksi Tilang?

Lalu, ada pula soal aturan tenaga mobil pada Formula E. Pada saat sesi latihan dan kualifikasi, tenaga dibatasi maksimal 200 kW, sedangkan saat balapan maksimal hanya sampai 180 kW.

Terkait pit stop pun juga ada perbedaan regulasi. Dalam Formula E, pit stop hanya untuk digunakan untuk mengganti ban yang pecah atau perbaikan pada mobil.

Pada empat musim pertama, pebalap wajib melakukan pit stop untuk mengganti mobil apabila baterai sudah habis. Kini, sudah tidak diperlukan lagi sejak ada mobil Gen2, sebab baterai mobil mampu bertahan hingga akhir balapan. 

Sirkuit balapan

Dari sirkuit balapan juga berbeda, Formula E diselenggarakan di jalan raya yang disulap menjadi arena sirkuit dengan panjang lintasan yang bervariasi mulai dari 1,9 hingga 3,4 kilometer. 

Berbeda dengan Formula 1 yang umumnya diselenggarakan di sirkuit permanen. Balapan menggunakan sirkuit jalan raya hanya diadakan di beberapa negara seperti Monako.

Itulah perbedaan Formula E dan Formula 1, dua ajang balap mobil kursi tunggal internasional. Ada yang sudah pernah menonton balapan Formula E?