Pendapatan Besar Tidak Menjamin Keuangan yang Sehat

Keuangan yang sehat dapat dicapai apabila kamu memenuhi sejumlah indikator berikut. Cari tahu selengkapnya di artikel ini.

keuangan yang sehat

Memiliki keuangan yang sehat adalah impian setiap orang. Arus keuangan tidak mengalami masalah dan bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa perlu terlalu khawatir.

Kondisi keuangan yang sehat tentu tidak langsung didapatkan begitu saja. Butuh perencanaan keuangan yang matang dan pengaturan keuangan yang ketat. 

Baca juga: Mengenal Pentingnya Inklusi Keuangan dan Manfaatnya

Kalau keuangan tidak sehat, bisa jadi ada yang salah dalam perencanaan dan pengaturan keuangan.

Untuk mencapai keuangan sehat, ada sejumlah indikator yang perlu diperhatikan dengan baik.

Apa saja indikatornya? Simak penjelasannya berikut.

Punya pendapatan tetap

Punya pendapatan tetap dengan gaji yang lancar sangat penting demi kondisi keuangan yang stabil. Bahkan pendapatan yang diraih harus lebih tinggi daripada pengeluaran.

Baca juga: 6 Cara Menghasilkan Uang Selain Kerja di Perusahaan

Apabila memiliki pendapatan yang belum stabil, keuangan kamu bisa bermasalah. Apalagi jika memiliki banyak tanggungan atau kewajiban utang, mengatur keuangan jadi semakin sulit.

Maka dari itu, sebisa mungkin untuk punya punya pendapatan tetap setiap bulannya dan dapat mewujudkan keuangan yang sehat.

Tabungan dan investasi yang cukup

Selain itu, tanda keuangan yang sehat dapat dilihat dari jumlah tabungan yang cukup. Agar kamu dapat memenuhi tujuan finansial di masa depan, pastinya kamu harus memiliki tabungan.

Akan lebih baik lagi jika sebagian dari tabungan diinvestasikan sehingga bisa bertambah lebih banyak dan dapat digunakan di hari tua nanti. 

Setidaknya, tabungan yang dimiliki sudah di atas 5 kali pendapatan bulanan. Apabila belum, yuk segera sisihkan pendapatan untuk ditabung!

Utang dapat dikelola

Berutang sebenernya sama sekali tidak masalah, karena terkadang kita perlu melakukan ini untuk membeli sesuatu yang nilainya besar seperti rumah atau mobil. 

Baca juga: Utang Menumpuk Bikin BI Checking Jelek? Ini Penjelasannya

Asalkan, kamu mampu untuk membayarnya kembali tanpa menunggak dan sesuai kesepakatan. Jangan sampai sudah berutang, tetapi malah ditunggak terus pelunasannya.

Supaya utang dapat dikelola demi keuangan yang sehat, batasi besaran utang maksimal 30% dari pendapatan bulanan.

Memiliki dana darurat

Dana darurat jadi salah satu indikator penting keuangan yang sehat. Apapun kondisinya, kamu wajib memiliki dana darurat dalam keuangan.

Adanya dana darurat membuat kamu memiliki back up plan dalam keuangan. Dana tersebut dapat digunakan apabila kamu menghadapi situasi yang tak terduga di masa depan.

Baca juga:  Penting! Ini 5 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga

Oleh karena itu, segera kumpulkan dana darurat setidaknya 6 kali pengeluaran bulanan apabila kamu belum memilikinya.

Mampu mengatur pengeluaran dengan baik

Indikator keuangan yang sehat yang paling bisa dirasakan ketika kamu sudah bisa mengatur pengeluaran atau sudah bisa memenuhi kebutuhan tanpa khawatir memikirkan apakah hal-hal lainnya bisa terpenuhi.

Selain itu, kalau kamu juga bisa mengatur gaya hidup dengan baik dan jarang membuat pengeluaran tidak perlu, ini bisa jadi tanda bahwa keuangan kamu sedang sehat.

Punya proteksi 

Tanda keuangan yang sehat juga dapat dilihat dari kepemilikan proteksi, seperti asuransi kesehatan dan asuransi jiwa.

Jika belum bisa memiliki keduanya, setidaknya punya asuransi kesehatan. Biaya yang harus dikeluarkan pada saat sakit tidak murah dan akan menguras keuangan apabila tidak ada asuransi.

Baca juga: Mana Lebih Penting, Asuransi Jiwa atau Asuransi Kesehatan?

Sementara untuk kamu yang sudah berkeluarga atau menjadi tulang punggung keluarga, kamu perlu memiliki asuransi jiwa yang dapat membantu keluarga apabila kamu sudah meninggal.

Setelah mengetahui beberapa indikator keuangan yang sehat, kira-kira kondisi keuangan kamu sudah tergolong sehat atau belum?

Kalau belum, segera cari tahu penyebabnya dan atur kembali keuanganmu ya.