Motor 250 cc Langka yang Banyak Diburu Kolektor Otomotif

Motor berkapasitas mesin 250 cc kini tengah naik daun. Berikut motor 250 cc yang banyak diburu oleh kolektor karena sangat langka.

motor 250 cc

Motor 250 cc belakangan banyak digandrungi oleh penghobi atau bahkan pemakai yang ingin “naik kelas” sebelum memiliki moge (motor gede) dengan kapasitas mesin di atas 400 cc.

Dengan kapasitas mesin dan tenaga yang dimilikinya, motor 250 cc dianggap masih nyaman untuk dipakai harian, touring, dan sekedar sunmori (Sunday morning ride) keliling kota.

Selain itu, motor 250 cc memiliki jenis dan varian yang paling lengkap, mulai dari sport, naked, trail, adventure, cruiser, hingga scooter.

Begitu pula soal konfigurasi mesin, ada yang satu silinder, 2 silinder, dan yang kembali dimunculkan adalah 4 silinder seperti yang dibenamkan pada motor ZX25R.

Padahal di era 80-90, motor 250 cc umumnya berkonfigurasi 4 silinder segaris. Tidak hanya 4-tak, motor 250 cc di era tersebut ada yang menggendong mesin 2-tak dan kecepatannya terus melegenda hingga saat ini.

Baca juga: Impresi Pertama Honda ADV 150 dan Honda Monkey

Untuk yang suka motor, ini deretan motor 250 cc lawas untuk dikoleksi.

Honda CBR250RR

Honda CBR250RR menggendong mesin 249,7 cc dengan konfigurasi 2 silinder segaris. Motor ini pertama kali dikenalkan pada tahun 2016 lalu dengan klaim tenaga 38,1 daya kuda.

Sementara pada 2020 ini, PT Astra Honda Motor (AHM) menghadirkan Honda CBR250RR SP Quick Shifter dengan tenaga 40,8 daya kuda.

Tapi jauh sebelumnya, pada tahun 1986, Honda sudah mengenalkan motor 250 cc dengan konfigurasi mesin 4 silinder. Namanya pun sama, CBR250RR.

Honda CBR250RR 4 silinder berhenti produksi pada tahun 1996. Selama masa berjayanya di jalanan, ada dua kode yang dikenal, yakni MC19 dan MC22.

MC22 memiliki julukan Babyblade karena dianggap sebagai versi kecil dari Honda CBR900 Fireblade.

Baca juga: Honda Forza dan Honda Super Cub C125 Meluncur di Indonesia

Keunggulan Honda CBR250RR 4 silinder terletak pada rangka yang sudah terbuat dari campuran alumunium sehingga lebih ringan. Bobot keringnya hanya 143 kilogram, berpadu mesin 250 cc 4 silinder 6 percepatan, menghasilkan tenaga hingga 40 daya kuda.

Awalnya Honda CBR250RR 4 silinder hanya tersedia untuk pasar Jepang alias motor JDM. Namun karena permintaan akhirnya motor ini juga dijual di Eropa dan Amerika Serikat.

Ada yang pernah melihatnya di jalanan Indonesia?

Honda NSR250R

Selain Honda CBR250RR 4 silinder, pada era 80-90an ada juga motor 250 cc 2-tak yang terkenal dari Honda, yakni NSR250R.

Honda NSR250R adalah versi road legal dari Honda NSR250 yang digunakan dalam kompetisi balap seperti Grand Prix Motorcycle World Championship, yang sekarang berubah menjadi MotoGP.

Generasi yang terkenal pada Honda NSR250R adalah MC18 dan MC21. Bahkan MC21 menjadi bintang pada film Full Throttle. Film yang rilis pada tahun 1995 dengan pemeran utamanya Andy Lau.

Berbeda dengan Honda CBR250RR 4 silinder, Honda NSR250R menggendong mesin berkapasitas 249 cc. Karena masih ada DNA motor balap, konfigurasi mesinya pun 90 derajat V-Twin enam percepatan.

Mesin tersebut mampu menyemburkan tenaga hingga 57 daya kuda. Tenaga ini jauh melampaui tenaga motor 250 cc yang ada saat ini.

Baca juga: Sehari Menyusuri Klasiknya Yogyakarta dengan Honda CMX 500 REBEL

Rangka yang digunakan yaitu campuran alumunium sehingga berat kering motor ini hanya 132 kilogram. Motor ini mengaspal mulai tahun 1987 dan berhenti diproduksi pada tahun 1999.

Di Indonesia, motor 250 cc 2-tak ini beredar dengan varian SP MC28 yang juga keberadaannya sangat langka. Harga Honda NSR250R sebagai motor koleksi pun dapat melampaui motor 250 cc baru.

Nah, mana yang menjadi selera kamu, Honda CBR250RR 4 silinder atau Honda NSR250R 2-tak?