Mengenal Air Radiator yang Bagus untuk Mobil Tua

Air radiator yang bagus dapat menjaga suhu mesin tetap ideal. Bagaimana memilih air radiator khususnya untuk mobil tua?

air radiator yang bagus

Saat ini, banyak air radiator yang bagus dari berbagai merek dan jenis. Bahkan, pabrikan otomotif ikut memproduksi serta memasarkan air radiator sesuai dengan standar mobil-mobil besutan mereka.

Air radiator atau dikenal sebagai radiator coolant berfungsi untuk meredam udara panas yang ada pada komponen mesin ketika terjadi proses pembakaran.

Jika suhu mesin terlalu dingin, maka pembakaran tidak sempurna dan mengakibatkan konsumsi bahan bakar lebih boros.

Sebaliknya, jika suhu mesin terlalu panas berpotensi overheat. Kalau sudah parah, kamu harus siap-siap turun mesin, tentu dengan biaya yang tidak sedikit.

Baca juga: Komponen yang Terganggu bila Engine Mounting Mobil Rusak

Lantas bagaimana cara memilih air radiator yang bagus, terutama untuk mobil tua?

air radiator yang bagus

Campuran bahan

Air radiator terbuat dari bahan kimia khusus, seperti etilen glikol, dietilen glikol, sodium 2-ethyl hexanote, sodium neodecanoate dan rust inhibitor atau bahan anti karat.

Bahan-bahan kimia tersebut dipilih karena memiliki titik didih yang tinggi dan sifatnya mudah menyerap serta melepas panas.

Selanjutnya, air radiator juga dilengkapi dengan zat anti karat yang bisa mencegah komponen pada sistem radiator menjadi korosi.

Baca juga: 5 Daftar Mobil yang Ada Sunroof, Berapa Harganya?

Oleh karen itu, air radiator yang bagus untuk mobil tua adalah memiliki bahan anti karat di dalamnya untuk mencegah korosi yang dapat menyebabkan kebocoran dan penyumbatan akibat redusi di dalamnya.

Bahan kimia pada air radiator memang sengaja dipilih yang memiliki titik didih tinggi agar bisa menyesuaikan dengan panas mesin mobil. Fungsinya supaya tidak mudah menguap.

Selain itu, coolant yang bagus adalah yang dianggap bisa menghantarkan panas dengan baik.

Lalu, konsentrasi air pada campuran air radiator biasanya menyesuaikan, tergantung jenis mobil dan bahan pembuatnya.

Ada air pendingin radiator yang dijual murni, belum mengandung air, dan ada juga yang sudah dalam bentuk campuran siap tuang ke radiator.

cara merawat radiator mobil

Jenis air radiator

Pada dasarnya, ada 3 jenis radiator coolant yang sering digunakan oleh pabrikan, yaitu Inorganic Additive Technology (IAT), Organic Acid Technology (OAT), dan Hybrid Organic Acid Technology (HOAT).

Baca juga: Bagaimana Cara Merawat Radiator Agar Suhu Mesin ideal?

Ketiganya memiliki fungsi yang berbeda. IAT adalah jenis radiator coolant yang biasanya digunakan untuk kendaraan tua dan diganti setiap 2 tahun sekali atau setiap 24 ribu mil.

Jenis yang kedua, yaitu OAT, adalah radiator coolant yang sering dipakai oleh salah satu raksasa otomotif global, General Motors. Waktu penggantiannya adalah setelah 5 tahun sekali atau setiap 50 ribu mil.

Sedangkan HOAT, adalah pengembangan dari OAT. Jadi, kegunaan dan waktu penggantiannya juga tidak berbeda.

air radiator yang bagus

Titik didih

Radiator membutuhkan air radiator untuk melakukan pendinginan mesin yang optimal.

Baca juga: Bagaimana Cara Menguras Radiator Mobil Sendiri?

Air radiator yang tersirkulasi dengan baik akan menjaga suhu mesin tetap pada standar. Jelas, kamu harus memilih air radiator yang bagus, sebab cairan ini harus tahan terhadap suhu panas.

Suhu ideal yang aman untuk mesin adalah sekitar 85-95 derajat celcius. Suhu ideal itu membuat mesin bekerja lebih maksimal.

Sebagai contoh, titik didih air akan tetap 100 derajat celcius kemudian menguap. Sementara untuk coolant, diciptakan untuk mencapai titik didih lebih dari 100 derajat celcius.

Baca juga: Benarkah Air Kondensasi AC Rumah Bisa Gantikan Air Radiator?

Air radiator yang bagus umumnya memiliki batas titik didih sekitar 110 hingga 115 derajat Celcius.

Rutin kuras air radiator

Rutin menguras air radiator bertujuan agar mobil tua terhindar dari korosi, terutama komponen-komponen yang berasal dari bahan logam.

Namun, perlu diingat, setiap mobil memiliki masa penggantian air radiator yang berbeda.

Umumnya, penggantian air radiator dilakukan setiap 20 ribu sampai 50 ribu kilometer jika memakai radiator coolant.

Baca juga: 5 Penyebab AC Mobil Tidak Dingin, Bisa Bocor atau Kotor

Manfaat menguras air radiator adalah membuat temperatur mobil kamu terjaga dengan baik serta terhindar dari masalah mesin yang umumnya terjadi.

Selain itu, lakukan juga pengecekan selang radiator, dan sebagainya agar performa radiator mobil tua tetap dalam kondisi prima. Dengan begitu, mesin mobil juga akan terawat dengan baik.

Jadi, jangan hanya terpengaruh oleh warna air radiator karena itu tidak berpengaruh pada kualitasnya ya.