Mata Uang Resmi yang Pernah Berlaku di Indonesia Selain Rupiah

By Amalia Kartika - September 22, 2021

Bukan hanya rupiah, beberapa mata uang berikut pernah berlaku di Indonesia. Simak fakta dan sejarahnya di sini.

mata uang resmi

Sebelum rupiah menjadi mata uang yang berlaku di Indonesia, ada sejumlah mata uang yang digunakan. Bahkan dulu, Indonesia sempat memiliki mata uang resmi, yaitu ORI.

Setelah merdeka pada 17 Agustus 1945, banyak yang harus dibenahi oleh Indonesia sebagai negara baru. Saat itu, Indonesia belum memiliki mata uang sendiri. 

Baca juga: Daftar Kode Bank dan Alasan Transfer Antar Bank Butuh Kode

Belum lagi setelah kemerdekaan, Indonesia harus berjuang menghadapi tentara sekutu dan juga kedatangan Belanda pada akhir September 1945 dengan keinginan menguasai kembali Indonesia.

Selama masa awal kemerdekaan tersebut, apa saja mata uang yang pernah berlaku di Indonesia dan bagaimana sejarah hingga akhirnya Indonesia memiliki mata uang resmi? Berikut penjelasannya.

Sumber: bi.go.id

Mata uang pasca kemerdekaan

Pada 29 September 1945, tentara sekutu datang ke Indonesia bersama NICA (Netherlands Indies Civil Administration) dan melakukan penyerangan. 

Mereka juga mengeluarkan mata uang sendiri, yang mana membuat perekonomian Indonesia terancam resesi karena inflasi tinggi.

Baca juga: 10 Mata Uang Termahal di Dunia, Dolar AS di Posisi Mana?

Lalu, pada 2 Oktober 1945 pemerintah menetapkan bahwa uang NICA tidak berlaku. Pada 3 Oktober 1945, ditentukan 4 mata uang yang berlaku secara sah, di antaranya berikut ini.

  • Uang kertas De Javasche Bank
  • Uang kertas dan logam Hindia Belanda yang telah disiapkan Jepang sebelum menguasai Indonesia, De Japansche Regering yang dikeluarkan pada 1942.
  • Uang kertas pendudukan Jepang yang menggunakan bahasa Indonesia yaitu Dai Nippon emisi 1943 pecahan 100 rupiah
  • Dai Nippon Teikoku Seihu emisi 1943 bergambar Wayang Orang Satria Gatot Kaca bernilai 10 rupiah, gambar Rumah Gadang Minang bernilai 5 rupiah

Sumber: bi.go.id

Awal mula mata uang ORI

Kemudian pada 7 November 1745, Menteri Keuangan membentuk Panitia Penyelenggara Pencetakan Uang Kertas Republik Indonesia dan berencana menerbitkan Oeang Republik Indonesia (ORI).

Pencetakan ORI dimulai pada Januari 1946, namun pada bulan Mei 1946 pencetakan harus dihentikan karena situasi keamanan dan terpaksa dipindahkan ke Yogyakarta, Surakarta, Malang, dan Ponorogo. 

Baca juga: Kenapa Nilai Mata Uang Selalu Berubah? Berikut Alasannya

Akhirnya, ORI secara resmi mulai berlaku pada 30 Oktober 1946 tepat pukul 00.00 WIB. Setelah ditetapkan ORI, pemerintah menarik mata uang invasi Jepang dan Hindia Belanda dari peredaran.

Pecahan uang ORI emisi pertama terdiri dari 1 sen, 5 sen, 50 sen, ½ rupiah, 1 rupiah, 5 rupiah, 10 rupiah, dan 100 rupiah.

Proses peredaran ORI ke seluruh Indonesia mengalami kesulitan karena masalah keamanan, perhubungan, dan juga sebagian wilayah Indonesia masih di bawah kedudukan Belanda.

Baca juga: 3 Alasan Suatu Negara Tidak Mencetak Uang Sebanyak-banyaknya

Oleh karena itu, pada tahun 1947 pemerintah memberikan otoritas kepada daerah-daerah tertentu untuk mengeluarkan uangnya sendiri yang disebut Oeang Republik Indonesia Daerah (ORIDA).

Pada tahun tersebut, pemerintah juga menerbitkan ORI tahap II di Yogyakarta. Kemudian dilanjutkan ORI tahap III dan IV, serta ORI Baru pada tahun 1949.

Berita Terkait

Author