Masker Jenis ini Paling Ampuh Digunakan Untuk Menghalau Polusi dan Kabut Asap

Masker bisa digunakan untuk menghalau polusi udara atau kabut asap. Namun, jenis masker apa yang paling cocok digunakan untuk hal tersebut?

kabut asap

Polusi udara belakangan ini menjadi masalah besar bagi bangsa Indonesia. Bebebapa bulan lalu, Jakarta dilanda permasalahan polusi udara dengan kualitas udara yang jauh dari kategori sehat. Kini, hal serupa juga terjadi di Riau dan Kalimantan.

 

Tepat di hari Minggu (15/9), Kabupaten Kampar, Riau, dilaporkan mengalami kebakaran hutan. Ada sekitar 23 titik api yang menjadi penyebab kebakaran dan membuat kualitas udara menurun. Belum selesai dipadamkan, kebakaran hutan kembali terjadi di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, beberapa hari setelahnya.

 

Baca juga: Selain Membatasi Usia Kendaraan Bermotor, Ini Cara Jakarta Atasi Polusi

 

Akibat peristiwa ini, aktivitas warga setempat terganggu. Bahkan, kepulan asap dikabarkan turut terbawa angin hingga ke negara tetangga,  seperti Malayasia, Singapura, dan Thailand.

 

Baik Pemerintah Riau maupun Kalimantan terus menghimbau warga untuk mengenakan masker agar tidak menghirup udara kotor. Namun, dari himbauan yang disampaikan tersebut, sudah sesuaikah masker yang digunakan?

 

Pasalnya, ada banyak jenis masker yang beredar di pasaran. Semua masker itu mempunyai fungsi berbeda-beda. Untuk mengenal lebih jauh kegunaan dan perbedaan dari masker-masker tersebut, Anda bisa melihat penjelasan di bawah ini.

Masker respirator

Masker respirator atau yang disebut masker N95 adalah masker antipolusi yang menyaring polutan serta parkikel halus sampai 95 persen.  Untuk Anda yang sensitif terhadap kualitas udara, masker N95 memang dianjurkan untuk Anda, terlebih orang yang sering beraktivitas di luar ruangan.

 

Tapi, tidak direkomendasikan untuk anak-anak, ibu hamil, dan lansia karena cenderung ketat saat digunakan sehingga bisa membuat sesak napas.

 

Baca juga: Hari Raya Nyepi Jadi Inspirasi Dunia untuk Mengurangi Polusi

 

N95 berbentuk kuncup dan berwarna putih. Dari desainnya, pengguna tidak akan kesulitan dalam menggunakan masker tersebut.

 

Namun, ketika memakai N95 perlu perhatian khusus. Agar memakai dengan tepat, Anda bisa memposisikan lebih dulu kuncup bagian depan pada wajah. Setelah menempel dan memastikan bahwa tidak ada celah antara dagu dan masker, tarik tali hingga terkait dengan telinga Anda.

Masker flu atau masker bedah

Selanjutnya masker flu. Masker jenis ini adalah masker yang mungkin sering Anda temui di jalan. Sebagian masyarakat sering menggunakan masker flu untuk menunjang kebutuhan sehari-hari, misalnya saat berkendara maupun saat terserang flu.

 

Jika dilihat dari bentuknya, masker flu berbentuk lipatan di kedua bagian sisi, baik depan maupun belakang. Lalu, mempunyai tali berbentuk bulat dan bisa langsung disematkan ke telinga pengguna.

 

Baca juga: Deretan Mobil Murni Buatan Indonesia Selain Esemka

 

Ada dua warna yang terdapat pada sisi masker flu, ada sisi yang hijau dan putih. Menurut informasi, kedua warna yang digunakan mempunyai kegunaan yang berbeda-beda.

 

Bagian yang berwarna putih bisa di tempatkan pada bagian dalam ketika sedang terserang flu. Pasalnya, bagian tersebut dapat menyaring mikro organisme agar tidak menyebar ke orang lain. Sedangkan bagian yang berwarna biru atau hijau dapat berfungsi untuk menyaring kotoran dari luar.

Masker kain atau buff

Selain jenis masker di atas, jenis masker yang terbuat dari kain, seperti buff, juga sering digunakan untuk meminimalisasi bahaya polusi udara. Cara kerja masker jenis ini terbilang kurang optimal karena hanya dapat menghalau debu dan kotoran.

 

Buff sering kali dimanfaatkan oleh pengendara motor atau pendaki untuk melindungi wajah. Ada banyak jenis buff yang beredar di pasaran. Bahkan, lebih bermotif dan beragam daripada masker di atas.

 

Baca juga: Etika dan Aturan Konvoi Saat Touring Supaya Tetap Tertib Berlalu-lintas

 

Jadi, untuk mengatasi bahaya kabut atau polusi udara, baiknya Anda menggunakan masker N95 yang fungsinya memang lebih sesuai dibanding masker lainnya. Lalu, kurangi kegiatan yang berada di luar ruangan. Jika memang dirasa tidak perlu, lebih baik tetap di dalam ruangan.

 

Semoga kabut asap dan polusi yang terjadi di Indonesia cepat terselesaikan, dan masyarakat kembali bisa menghirup udara segar.