Kenapa Ada Sistem Ganjil Genap di Jakarta, Ini Alasannya

20 July 2018

Persoalan kemacetan di kota besar seperti DKI Jakarta seakan tidak pernah menemui solusi. Berbagai strategi sudah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mengatasi kemacetan, salah satunya adalah sistem ganjil genap.

 

Pembatasan kendaraan bermotor dengan sistem ganjil genap resmi berlaku di Jakarta pada 30 Agustus 2016 menggantikan 3 in 1 dan diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

 

Seiring dengan perkembangannya, sistem ganjil genap bukan hanya diterapkan dalam kota Jakarta, tetapi juga di beberapa pintu tol Jabodetabek, seperti Gerbang Tol Kunciran 2, Tangerang 2, dan Cibubur 2.

 

Sebenarnya apa alasan pemerintah menerapkan kebijakan ganjil genap? Berikut uraiannya.

 

ganjil genap di tol1. Mengurangi volume kendaraan di jalan yang menjadi faktor utama kemacetan

Volume kendaraan yang melintas setiap hari membuat lalu lintas menjadi padat, khususnya di kawasan yang menerapkan sistem ganjil genap.  Apalagi saat jam-jam sibuk ketika berangkat dan pulang kantor.

 

Volume kendaraan yang membeludak tersebut tidak sanggup ditampung oleh luas jalan Jakarta, sehingga menimbulkan kemacetan panjang yang harus ditempuh dengan waktu yang lama. Oleh karena itu, sistem ganjil genap diharapkan dapat berfungsi dengan baik sehingga volume kendaraan yang beredar di jalan dapat berkurang dan waktu tempuh akan semakin susut.

 

2. Mengurai kendaraan dan mengarahkannya melewati jalan lain

Sistem ganjil genap juga bertujuan untuk mengurai kendaraan dan mengarahkannya melewati jalan alternatif lain agar tidak hanya terjadi kepadatan di titik-titik tertentu saja, seperti di daerah Sudirman dan Thamrin.

 

tarif tol jorr terbaru3. Mencapai kecepatan minimum di jalan tol

Volume kendaraan yang terlalu banyak juga menyebabkan lalu lintas di jalan tol terhambat sehingga membuat laju kendaraan hanya sekitar 20 – 25 kilometer per jam. Sedangkan, fungsi utama jalan bebas hambatan tersebut adalah membuat kendaraan dapat melaju di kecepatan 60 kilometer per jam.

 

Jadi, dengan adanya sistem ganjil genap yang juga diberlakukan di beberapa pintu tol, diharapkan fungsi dari jalan tol tersebut dapat berjalan dengan baik.

 

4. Memicu masyarakat menggunakan angkutan umum

Budaya menggunakan angkutan umum sedang gencar diterapkan oleh pemerintah agar dapat mengurangi kemacetan yang terjadi setiap harinya. Hal terebut juga menjadi alasan diterapkannya ganjil genap di Jakarta.

Trik menghadapi ganjil genap

Selain menggunakan angkutan umum, cara lain untuk melintasi jalur ganjil genap adalah dengan menggunakan Sejalan. Aplikasi yang berbasis ride sharing ini dapat menjadi solusi bagi Anda ketika kendaraan pribadi Anda tidak dapat melintasi jalur ganjil genap.

 

 

Anda dapat mencari Kapten Sejalan yang searah dengan tujuan Anda di aplikasi Sejalan. Setelah itu, Kapten Sejalan akan menjemput Anda di titik penjemputan sesuai dengan lokasi yang tertera pada aplikasi.

 

sejalanDengan menggunakan Sejalan, Anda dapat melintasi jalur ganjil genap setiap hari tanpa harus bingung mencari tumpangan atau menunggu angkutan umum. Cukup ambil ponsel Anda, cari Kapten Sejalan yang searah dengan tujuan Anda, dan masalah selesai.

 

Jadi, silakan download aplikasi Sejalan untuk memudahkan perjalanan Anda sampai ke tempat tujuan. Dengan begitu, secara tidak langsung Anda juga dapat mengurangi kemacetan yang terjadi di area ganjil genap tersebut.

 

 

SHARE