Kenali Fungsi Relay Mobil Sebelum Memasangnya

fungsi relay mobil

Fungsi relay mobil adalah jembatan penghubung antara arus listrik dengan baterai yang bermuara di beban. Penggunaan relay akan memotong alur arus listrik yang melewati rangkaian ketika akan mencapai beban.

Artinya, relay membuat aliran arus listrik menjadi lebih ringkas. Hal ini membuat hambatan yang terjadi pada kelistrikan mobil menjadi lebih kecil sehingga penggunaannya lebih hemat.

Hasilnya, kelistrikan mobil dapat disalurkan secara maksimal. Beberapa fungsi relay mobil lainnya dapat Anda simak di bawah ini.

  1. Berperan sebagai saklar

Relay pada sistem kelistrikan mobil bisa berfungsi sebagai saklar atau switch elektromagnetik. Kinerja dari saklar ini dikendalikan oleh magnet listrik.

Gaya magnet yang dialiri arus listrik akan mengisi bagian kumparan melalui terminal 85 dan 86 relay.

Sebagai informasi, terdapat beberapa terminal pada kaki relay, dan yang bertugas sebagai pengantar arus listrik untuk koil atau lilitan kawat pada inti besi (kumparan) adalah terminal 85 dan 86.

Lalu, arus listrik yang dialirkan melalui dua terminal di atas berasal dari baterai, yang berada di terminal 30.

Penyaluran listrik ke terminal 85 dan 86 dari terminal 30 akan dibantu oleh terminal 87 sebagai penghubung beban kelistrikan.

  1. Memperpanjang usia saklar

Fungsi lainnya dari relay adalah dapat meminimalisir bunga api yang sering terjadi di dalam saklar. Oleh karena itu, saklar lampu tidak mudah rusak dan umur pemakaiannya menjadi lebih lama daripada tidak menggunakan relay.

Saklar hanya digunakan untuk membangkitkan induksi magnet yang ada pada relay, sedangkan arusnya akan dialirkan dari baterai menuju ke beban, misalnya lampu, klakson, kompresor AC, dan lain-lain.

  1. Melindungi saklar kombinasi

Pernahkah Anda melihat saklar lampu yang meleleh? Biasanya, ini terjadi karena adanya panas yang berlebih terhadap saklar.

Untuk itu, perlu adanya relay untuk melindungi saklar kombinasi atau switch dari suhu panas yang dihasilkan mobil.

Jadi, fungsi relay mobil juga dapat membuat kerja saklar lebih mudah karena arus listrik tersebut tidak berputar-putar melewati saklar setelah pemasangan relay.

Relay akan langsung menghubungkan arus listrik dari baterai ke beban kelistrikan.

  1. Nyala lampu akan lebih terang dan bunyi klakson nyaring

Seperti yang telah disebutkan tadi, relay akan membuat sistem kelistrikan mobil menjadi lebih stabil karena daya listrik dari baterai akan diterima langsung oleh beban, termasuk lampu dan klakson.

Hal ini otomatis membuat cahaya lampu menjadi lebih terang dan bunyi klakson nyaring.

  1. Sebagai saklar kunci pengaman

Jika Anda ingin menambahkan kunci pengaman pada mobil untuk menjaga keamanannya, relay bisa berfungsi sebagai saklar.

Prinsip kerjanya sama, yaitu sebagai pemutus serta penghubung saklar dengan arus listrik.

Relay memiliki berbagai jenis, yaitu relay 3 kaki, 4 kaki, 5 kaki, dan 8 kaki. Relay 3 kali memiliki 3 terminal, yaitu terminal 30, 86, dan 87. Sementara terminal 85 sudah tersambung di dalam terminal 30.

Sedangkan relay 4 kaki adalah relay yang menjadi dasar dan dipakai pada rangkaian kelistrikan beban tunggal seperti klakson dan foglamp.

Keuntungan relay 4 kaki adalah memiliki kontrol tenaga dari terminal 85 untuk mengatur saklar.

Relay 4 kaki tidak berbeda jauh dengan relay 5 kaki. Hanya saja, pada relay 5 kali terdapat terminal 87a sebagai output tambahan, yang memungkinkan rangkaian berbeban ganda bisa dijalankan melalui satu relay.

Biasanya, relay 5 kaki digunakan pada rangkaian headlamp, stop lamp, dan sebagainya.

Terakhir, relay 8 kaki, jarang ditemukan pada kelistrikan mobil karena berbeda kebutuhan. Relay ini memungkinkan adanya dua perintah kepada saklar untuk mengatur kelistrikan.

Jadi, jika ingin menambahkan relay pada sistem kelistrikan, jangan lupa untuk bertanya kepada mekanik di bengkel resmi terlebih dulu tentangĀ fungsi relay mobil agar pemakaiannya sesuai kebutuhan.